Cikuray

Gunung Cikuray adalah gunung bertipe stratovolcano di daerah Garut, Jawa Barat yang memiliki ketinggian 2821mdpl. Karena bentuk gunungnya yang mengerucut, berarti jalan menuju puncak pun cukup terjal dan ga ada landai-landainya seperti yang kudapatkan ketika hiking ke gunung Papandayan.

Sebetulnya kalo yang namanya hiking, camping, atau naik gunung, aku ga begitu cinta banget, cukup suka aja. malah kayak like and hate relationship karena aku belum pernah bisa menikmati letihnya naik gunung, kesusahan makan dan tidur di tempat yang dingin.

Tapi cukup dua alasan untuk membuatku selalu mau setiap diajak naik gunung meskipun aku tahu persis perjalanannya akan sangat melelahkan secara fisik dan mental, yaitu foto selama perjalanan dan pemandangan, serta cerita dan pengalaman yang kudapat selama berkegiatan hiking.

Menurutku, pengalaman dan cerita lah yang tak tergantikan, tidak lekang oleh waktu, bahkan semakin lama semakin menyenangkan untuk dikenang.

Mulai dari berangkat malam-malam dari Bandung ke Garut, tidur di mobil karena rumah teman yang diinapi udah kepenuhan dengan 23 orang lainnya yang ikut menaik. Iya, sebanyak itu… Meskipun pada perjalanannya ya misah-misah sesuai stamina.

Kemudian, perjalanan yang sangat melelahkan hingga beberapa kali bikin putus asa karena saking capenya, belum lagi dengan hujan dan dingin yang menghiasi perjalanan sejak memasuki area pepohonan yang menurutku seperti rimba. Bayangkan ya, aku harus menjaga tempo jalan kaki biar ga ketinggalan, sambil bawa-bawa perlengkapan di tas carrier pinjeman dengan udara dingin dan hujan membuat otot-otot paha yang sudah letih menjadi rentan kram.

Aku tahu persis, hal-hal seperti ini pasti kualami karena ini bukan kali pertama naik gunung, makanya segimanapun capenya, aku jalani aja sambil berharap tenaga ini tetap ada hingga puncak atau setidaknya hingga pos berapapun untuk mendirikan tenda dan menginap.

Dan benar saja, 8 jam perjalanan menaik ternyata tidak cukup untuk mencapai puncak. Terpaksa, karena hujan yang ga berhenti, kelelahan, dan kesorean, grup kamipun berhenti dan memutuskan menginap di Pos 6 (total 8 pos hingga puncak) dan melanjutkan perjalanan ke puncak di subuh harinya.

Tapi… entah karena masih lelah atau keenakan istirahat atau mungkin memang udah pernah ke puncak, ada beberapa teman yang ga turut melanjutkan hingga puncak di subuh harinya termasuk aku.

Saat itu, aku kehilangan motivasi untuk mencapai puncak dan mulai mengatakan kepada diri sendiri “ga apa-apa ga nyampe puncak juga, banyak kok pendaki gunung yg ga nyampe puncak” lalu melanjutkan tidur di tenda, merasakan hangatnya sleeping bag yang juga dikasih pinjam (ga modal banget ya gue?).

Tapi, setelah aku benar-benar terbangun dan keluar dari tenda, mataku disambut oleh sinar jingga matahari terbit yang masuk melalui sela ranting pepohonan. It’s beautiful. Saat itu juga lah aku terdiam terpaku, merasa menyesal ga ikut menaik di subuhnya, karena kalo saja aku ikut, mungkin aku bisa menikmati sinar matahari pagi di atas lautan awan.

Lalu akupun bertanya pada diri sendiri “kenapa sih tadi ga ikut? emang udah pernah ke puncak Cikuray? emang niat naik gunung itu cuma buat kemping di pos 6 saja? apakah 8 jam kelelahan dan kehujanan setimpal dengan pos 6 yang ga ada bagus-bagusnya ini?”

Ady, you are the one who come and start the journey, now… you have the responsibility to yourself and to your future self to finish what you’ve started, please… don’t make yourself in the future feel regret because you choose the wrong decision.

Lalu tiba-tiba, ada segerombolan orang yang wajahnya familiar datang dari bawah dan sudah terengah-engah meskipun tanpa membawa tas carrier segede gaban. That’s my second chance to go up and finish what i’ve started. mencapai puncak dan melihat lautan awan.

And i took my second chance.

Akhirnya aku nyampe puncak jam 9an, sungguh waktu yang sangat tidak indah untuk memotret. matahari sudah terlalu kuat menyinari.

Cukup 15 menit untukku berada di puncak, memotret sepuasnya (yang mana ga banyak motret karena cahayanya ga bikin mood bagus). 8 jam, hujan, dingin, lapar, semua itu demi 15 menit di puncak? wow…

Bukannya apa-apa, tapi 15 menit itu cukup untuk memotret yang kuinginkan dan menikmat pemandangan lautan awan.

Dari situ aku belajar bahwa yang terpenting dari semuanya justru bukanlah puncak atau tujuannya, tapi proses perjalanan dan experience-nya.

And that’s it from new now, silakan lihat-lihat foto-fotonya,


Hola kamu, apa kabarnya? udah lama ya ga update kesini, udah lama juga ga blogwalking. huhuhuu… maafkan.

6 thoughts on “Cikuray”

  1. Kak Ady, terima kasih karena pada akhirnya memutuskan untuk naik ke puncak! Karena itu, aku jadi bisa lihat foto-foto pemandangan indah ini 😍 beneran cakep banget pemandangan dari puncak, rasanya seperti berdiri di atas awan ya 😍
    Kak Ady, good job!

  2. Aku pernah di posisi males naik ke puncak, tidur di tenda aja sampe semua pada turun terus makan mi instan buatanku hahaha. Naik gunung, muncak gak muncak, tetap nikmat hihihi. Btw ini foto pakai analog kah Dy?

    1. Kalo aku, naik gunung.. muncak ga muncak ttp capee hahaha..
      Tp makan mie pas kemping tuh kok enaknya pake banget yaaa, apalagi kalo dibikinin dan taunya makan ajaahahahahaaa…

      Aku foto pake dslr, tp lensanya pake lensa manual, diambil dari kamera analog, jd mungkin warnanya agak ngaruh, plus aku preset film, jd ya kyk gitu tone nya, kyk dr film…. padahal seperasaanku, tone ini msh jauh ke ‘rasa’ foto film, msh keliatan digitalnya yang mana gpp jg.

      Terlalu ijo gak tone fotonya, mbak?

  3. berada diatas awan, bagusssss
    apalagi kalau muncaknya rame rame kayak gini, seru
    aku terakhir naik gunung april lalu dan wowwwww karena luama ga pernah naik gunung, kayak udah KO aja dan ga mau lagi kalau naik dalam waktu dekat. padahal sok punya cita cita ke rinjani.

    waktu di puncak tidur di dalem tenda sampe melungker-lungker nggak kuat terpaan anginnya sampe tembus ke tenda rasanya. tapi pas turun udah agak siangan, view langit biru emang bagus
    tapi capeknya juga berasa

    1. Haha.. iyah, cape banget ya naik gunung, tp adaa aja yg suka… kadang heran, pdhl cape dan serba repot, tp ada aja penikmatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s