Random

Rabu pagi, udah libur kerja, puasa tinggal sehari lagi. Ketiduran selepas subuh dan bangun kesiangan adalah cerita khas bulan puasaku, yang mana bukan sesuatu yg bisa dibanggakan. Dan tak ubahnya dengan hari ini, yang harusnya keluar jam 6 pagi menuju pasar buat belanja bahan masakan lebaran, jam 7an baru nyampe pasar. Ada yang sedikit bete hehe. piss beph, mmuach

Tapi ga apa-apa, belum terlalu siang juga kok.

Singkat cerita, pergilah kita. Panda dengan tas dan list belanjaan, dan aku melengkapi diri dengan kamera di tas selempang andalanku.

For the record, meskipun aku suka bawa-bawa kamera kemanapun, tapi akhir-akhir ini aku jarang menemukan semangat untuk mengambil kamera dalam tas dan memotret apapun yang ingin kupotret. Tapi, pagi itu cuacanya cukup bagus, tiba-tiba aku merasakannya kembali.



Setelah beberapa waktu (tepatnya selama ramadhan) hiatus foto-foto dan juga blogging, entah kenapa tapi tiba-tiba aku merasakan lagi excitement memotret. dan pada momen ini juga aku menyadari sesuatu.



Tahu ga apa yang setiap hari kita lakukan dan saking seringnya sampai membuatnya biasa banget bahkan terlupakan untuk disyukuri atau dinikmati?– Tentu jawabannya bisa banyak dan bermacam-macam, tapi yang aku maksudkan disini adalah bernafas.

Pernah atau seringkah kamu secara sadar memfokuskan untuk bernafas, breath in… breath out… inhale… exhale… Menghirup udara, gerakan pundak menaik, rongga dada mengembang.
Membuang nafas, gerakan pundak kembali ke bawah, dada mengempis kembali.
jarang kan? Kalo aku sih ya jarang banget karena memang itu udah otomatis, ga perlu difikirkan lagi.
Tapi pernahkah kamu merasa sesak nafas atau kesulitan mengambil oksigen di udara sekitar? kalo pernah… disitulah kita diingatkan akan berharganya bernafas dengan segala kelegaannya.

Dan begitulah aku dengan fotografi.

Pagi itu aku menyadari bahwa memotret meskipun sembarangan itu rasanya seperti bernafas. ‘Oksigen’ yang kembali kuhirup memberi harapan dan semangat untuk bisa tetap melanjutkan hidup.

Dan itulah yg kusadari ketika memotret hal-hal random di sekitaran sambil menunggu Panda belanja di pasar. You don’t have to be good all the time. You can’t sprint all the time, if you feel tired, slow down your tempo, but don’t stop.

Hai kamu, apa kabar? aku berharap kamu tetap melakukan apapun yang membuatmu bahagia. If you feel tired, just take it slow, but don’t stop.

6 thoughts on “Random”

  1. ibaratnya mesin kalau terlalu sering dipake bisa cepet rusak
    betul banget mas Ady, badan juga perlu istirahat, ambil waktu buat refreshing, menikmati sekeliling mungkin selama ini merasa acuh, jadi bisa diperhatiin lagi
    terus kalau udah siap, pelan pelan balik lagi ke “passion”

    1. iya kak Ainun, ada kalanya untuk istirahat, dan ketika sudah siap, balik lagi ‘berpacu’ 🙂

      Terima kasih kak untuk kata-katanya

    2. Aaaa Kak Ady,, kenapa relate banget dengan kondisi aku yang sekarang? 😭 If you feel tired, slow down your tempo, but don’t stop. Terimakasih sudah diingatkan lewat tulisan ini, Kak Ady… 😭

  2. Hey kamu, makasih ya udah ngasih semangat.
    Kemarin sempet komen, tapi kayaknya ga masuk ya. Lupa lagi nulis apaan kemarin euy, padahal udah panjang. Mau ngucapin selamat lebaran aja dulu deh, dan mohon maaf kalau ada salah2 komen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s