Gedung KAA

Gedung KAA tampak dari seberang Apotek Kimia Farma, Bandung. 2021

Kamu pernah ga berada di situasi ketika melakukan aktifitas yang disukai tapi pada satu masa ternyata kamu tidak merasakan kesenangan yang biasanya didapatkannya itu?

Dan ya, aku mengalaminya pas mau ngambil foto-foto pada postingan kali ini. Bahkan, mungkin karena inilah, aku absen untuk beberapa waktu, ga posting di blog ini.

Rasanya aneh, pagi itu semuanya kayak ga ‘pas’. Dimulai dari pupusnya harapan untuk memotret dengan golden hour pagi pas terbit matahari karena awan di langit Bandung pagi itu terlalu tebal dan banyak untuk ditembus cahaya matahari.

Lalu, mindset di kepala yang ‘salah pasang’ yang membuat semua yang ada di jalan Asia Afrika tampak ga bagus lagi. Maksudnya apa dengan ‘salah pasang’? Jadi, dari semalamnya, aku banyak browsing pinterest dengan foto-foto minimalist dan clean look, juga dengan negative space yang besar, jadinya aku berharap bisa dapatkan hal itu di lokasi, yang mana tentu saja sulit alias lokasinya ga disitu seharusnya.

Lalu ujung lain dari dampak salah pasang mindset ini adalah mengkambinghitamkan lensa 50mm ini. FYI, lensa 50mm ini sebetulnya paling optimal digunakan untuk foto tipe portrait seperti foto orang dari dekat atau apapun objek yang ga terlalu besar, meskipun ga menutup kemungkinan bisa bagus juga untuk foto lainnya.

Tapi intinya, pada saat itu aku menyalahkan lensa 50mm karena dirasa terlalu sempit untuk memotret gedung KAA atau gedung Merdeka. Apa yang terimajinasi di kepala, tak terpenuhi oleh lensa ini. Lesson learned.

Namun, aku tetap berusaha memotret beberapa hal yang memang cukup menarik untuk kufoto, meskipun pada akhirnya aku menyerah, duduk di salah satu bangku besi di trotoar Asia Afrika dan termenung.

“Rasanya kok ga asik ya? balik ah.” lalu berlanjut ga muncul beberapa waktu di blog.

However, i’m back now. Sekarang aku tahu kenapa lensa itu dibuat banyak, karena masing-masing punya karakter dan dengan tujuan tertentu. Mungkin sekarang akan lebih ‘mengatakan’ pada diri sendiri “okey di, lu lagi pake lensa 50mm, jangan berharap banyak ketika maksain motret landscape, it may probably give you a good result, but not great. 50mm best for portrait, do that and you will be happy”

Dan, meskipun huntingnya ga semenyenangkan yang kuharapkan, tapi ada beberapa foto yang bisa aku share disini. Foto-foto dari setengah perjalananan mengelilingi jalanan Asia Afrika dari kaca lensa 50mm.

Oh iya, apa kabar kamu?

10 thoughts on “Gedung KAA”

  1. Jarang yang pakai 50mm utk foto minimalis apalagi di tengah kota. Kecuali sudah tahu akan ada negatif space yang terukur dan cukup besar di sebuah environment. Foto minimalis saya banyakan pakai hp ๐Ÿคฃ Beda dg human interest, foto minimalis jarang memanfaatkan unsur hunting dan kebetulan. Kecuali seseorg itu memang punya ability luar biasa dalam menangkap rekam pola ruang. A very rare gift. Iโ€™ve met one and envy him a lot until this day.๐Ÿ˜…

    1. makanya… banyak salahnya haha. dan mungkin ditambah mood yg ga begitu bagus, jd aja ga mikir panjang, bete duluan but lesson learned! pdhl udah tau tp ttp aja keukeuh si gue…

  2. haloo mas Ady, salam kenal yaaa ๐Ÿ˜

    btw, fotonya di atas keren-kereeeennn aku jadi rindu hunting street photography huhu
    udah lama banget aku nggak kelayapan hunting sambil jalan santai
    aku juga pernah banget ngerasa di posisi yang sama kayak gituu
    rasanya kayak aneh gitu sih dan kita nggak tahu sebabnya apa ๐Ÿ˜ถ
    kadang aku sampe kesel sendiri kalo udah kayak gitu hehe

    semangaaat maaass~๐Ÿ’ƒ๐Ÿผ

    1. haiiii dea merina, salam kenal jugaa…
      wah, suka foto-foto juga?

      iyah nih, mungkin memang perlu suasana lain biar lebih refresh…tapi biasanya ga lama soalnya kalo lama-lama suka tetep kangen foto-foto.

      terima.kasih Dea Merina untuk komennya, selalu menyenangkan kalo ada yg komen dan ternyata suka fotografi juga ๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป

  3. Kak Adyyy, pakaaabss? Akhirnya bisa main-main lagi kesini dan lihat tangkapan foto sesuai request waktu itu๐Ÿ˜† As always, aku mah selalu suka sama hasil fotonya๐Ÿ˜wkwk. Apapun yg berbau minimalis-minimalis gitu pasti menarik di mataku. Kalau dipikir-pikir beginilah yaa rasanya kehidupan virtual, mungkin kalau aku nggak baca dulu postingan kak Ady dan langsung fokus ke fotonya, pasti nggak akan tau bahwa mood atau proses yg menghasilkan satu atau dua karya foto itu ternyata nggak selamanya berjalan mulus๐Ÿคง.

    Bai de wey, rasanya aku juga sering nih ngalamin tiba2 kehilangan mood sama sesuatu yg biasanya aku passionate banget. Entah kenapa kadang alasannya pun random aja gitu๐Ÿ˜‚ apakah memang naturalnya begini yaa, kak Ady?

    1. Haiiiiii Awl…
      hmm… kayaknya ada beban berat yang sudah terangkat sepenuhnya nih? hehehe…

      Congrats ya Awl! gimana rasanya? ploooong?

  4. motret lampu gitu aja udah bagus
    aku sendiri, kalau pas aku yang moto, kadang suka mikir,”kok gini ya hasilku”, atau mungkin seleraku yang B sama hasil foto sendiri
    pas liat hasil karya orang lain, terliat apik
    baideweiii, ini apik semua di mataku mas ady
    jadi pengen ambil foto foto street photography kan jadinya ๐Ÿ˜€

  5. Eh tapi ini challenge hunting pake 50mm-nya bagus bagus deh. Random tapi nice. Aku sendiri gak pernah bawa lensa fix sendirian, pasti bawa yang kit juga. Insecure kalau sama fix doang hahaha. Tapi ini hasilnya oke. Coba diseragamin khusus atap bangunan aja gitu. Asik deh. Kayak ada orang Inggris tuh dia bikin portofolio foto khusus jendela di bangunan tinggi di London. Keren bener.

    1. Sepanjang aku main fotofoto, cuma 3 lensa yg pernah kucoba, kit 18-55mm, 50mm dan 35mm tp kebanyakan pake 50mm, soalnya yg kit lens canonku ga sebagus yg kuharapkan dan skrng udh rusak, trus yg 35mm mah lensa sewaan, pernah buat foto prewed temen.

      Kalo bisa milih, aku suka bgt sama 35mm di kamera fullframe, cukup wide tp bokeh jg dapet. Pokoknya aku mah anaknya bokeh beud.

      Dan aku suka banget fotofotonya mbak justin, pgn kyk gitu, widenya cukup, ada bokehnya juga, tajem jg, tonenya jg cakepp…

      Btw, orang inggris yg bikin foto jendela, kyk gmn? Ada link blog ato ig yg bs kuliat fotofotonya itu? Siapa tau bs jd inspirasi fotofoto selanjutnya.

      Mbak justin, makasih yaaa udah berkunjung, btw gmn soal taman belakang di rumahnya, jadinya miara apa? Ayam? Kelinci? Hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s