Pemimpi

Teng! udah jam 16.00, yang biasanya ini adalah jam tulisan naik, sekarang agak kendor jadi jam mulai nulis. Semoga gak berlarut-larut makin kendor dan makin malam nulisnya.

Oia, pagi tadi aku sukses pergi hunting dengan sepeda keliling Bandung sekitaran alun-alun, tapi… ga ada satupun yang menarik perhatianku, lagi. Mungkin besok akan mencari di lokasi lain.

Sejak begitu terinspirasi dengan series Somewhere in Tokyo-nya Hideaki Hamada, berangkat dengan visi seperti itu, caraku melihat Bandung dan hunting foto menjadi samasekali berbeda. Engga, bukan… bukan mau menyamakan Bandung dengan Tokyo, karena memang ga mungkin, tapi yang kucari hanyalah latar-latar yg plain, entah itu toko sepatu yang masih belum buka atau tembok bangunan berwarna cream atau putih polos.

Dan aku tidak mendapatkannya. Hmmm…

Aku ingin menangkap gambar yang isi dalam satu frame-nya tidak terlalu banyak warna atau tekstur sehingga mampu menonjolkan manusia yang menjadi subjek di dalam foto. Bandung sepanjang hunting tadi tidak memberiku hal seperti itu. Aku tahu akan susah mendapatkannya karena aku sudah tahu Bandung, pagi tadi hanya sekedar coba-coba.

Oh iyah, tadi pagi juga ketemu Eka Chandra, temen lama, temen kuliah yang sebentar lagi akan menikah. Udah janjian mau ketemu, mau sepedaan bareng ceritanya, tapi tadi sepertinya hanya ketemu di taman, parkirin sepeda kita masing-masing, ngobrol, dan pulang ke rumah masing-masing. Trus, sepedaan barengnya dimana ya? HAHA…

Nih foto sepatunya.

Eka Chandra ini adalah satu makhluk yang selama kuliah punya mimpi yang tidak segan untuk diceritakan pada teman-temannya. Dia ingin pergi ke Paris, tinggal di luar negeri untuk sementara dan keliling dunia.

Yang lain mungkin hanya mengiyakan biar cepet beres, tapi aku… aku suka dengan orang yg passionate dengan mimpinya, seliar apapun mimpinya.

Selalu kutanya tentang mimpinya itu, apa saja yang sudah dilakukan untuk mewujudkan mimpinya, kenapa begitu ingin kesana, dan gak lupa memotivasinya agar jangan berhenti percaya, sesusah apapun itu. Bagiku, manusia yang memiliki impian itu adalah manusia yang benar-benar hidup.

Tapi, seiring waktu berjalan, mimpinya memudar, menurunkan targetnya dari pengejar beasiswa S2 di Paris atau eropa menjadi solo traveler Indonesia dan Asia. Sepanjang pengetahuanku, dia sudah pernah pergi solo ke India dan Jepang, which i admire so much. Dan sepatu itulah yg dia gunakan selama dia traveling ke luar negeri.

Tiba-tiba kupegang sepatu itu dan berkata “sepatu ini telah berjalan lebih jauh daripada aku di sepanjang hidupku” lalu dia kaget karena tiba-tiba aku megang sepatunya, HAHA.

Pesan yang ingin kusampaikan pada tulisan ini adalah:
1. Kalo sudah berencana, meskipun sudah tahu hasilnya kurang lebih seperti apa, tunaikan saja rencananya, karena itu lebih baik daripada diam saja. (ini terkait hunting foto tadi ya)
2. Eka Chandra itu temenku. (si penting! kayak kalian butuh banget informasi ini ya? HAHA… pisss)
3. Aku punya temen yang pernah pergi jalan-jalan ke luar negeri sejauh ke Jepang. (ini penting, semacam bangga aja sih, haha)
4. Bersikaplah sebagai seorang teman yang selalu menyemangati dan ikut menghidupkan mimpi teman-temannya, karena ga ada yang ga mungkin kalo kita mau percaya. Jangan jadi teman yang meredupkan harapan dan mimpi temannya, that’s not good.
5. Bermimpilah seliar mungkin, setinggi-tingginya. Bermimpi itu gratis dan tidak ada batasan pasti. Masalah terealisasi atau engga, itu adalah urusan belakangan. Pastikan untuk berusaha dulu. Seperti Eka Chandra, mungkin Paris belum dia wujudkan, tapi dia sudah berjalan lebih jauh daripada aku atau teman-temannya yg dulu meragukan mimpinya.

Nah, begitulah tulisan dipaksakan untuk hari ini, dan kalo boleh tahu, apa sih mimpi terliarmu selama ini? dan apa saja yang sudah kamu lakukan untuk mewujudkannya? atau, kalau ada semacam plot twist dari perjalanan hidupmu, apa mimpi baru kamu saat ini?

Oh iya, mau share satu foto lagi, boleh ya… sayang, udah diedit. ini foto random yg kuambil pas lagi ngobrol sama si Eka. Mangga, ditunggu banget jawabannya, aku penasaran.

16 thoughts on “Pemimpi”

  1. emm.. mimpi terliar ya? saya pernah mimpi pengen punya cafe sendiri, tapi sampai sekarang belum berprogres. semoga setelah lulus dan kerja buat cari modal, mimpi itu bisa ter-realisasikan ya. padahal mah saya masih maba, sudah mikir sampai lulus hehe

    1. eh ya ga apa-apa masih maba juga, justru lebih awal lebih baik,
      kuliahnya jurusan apa?
      mungkin dari sekarang bisa belajar ilmu bisnisnya, nambah temen-temen yg bs bikin cafe bareng-bareng, networkingnya dari sekarang.
      mungkin sekarang investasinya di ilmunya dl, dan lebih enak, setiap belajar bisnis pake contoh kasus cara bikin kafe.

      Semoga mimpinya terpatri dan kuat ya, kalopun memudar atau berubah, InsyaAllah semoga lebih baik πŸ™‚
      semangat wujudin mimpinya, Luna!

      btw, blognya still in progress?

      1. saya malah ambil jurusan keguruan kak πŸ˜ƒ dari kecil mimpinya pengen jadi guru yang punya cafe, semoga jadi gurunya keturutan lalu bisa bikin cafe. terima kasih kak atas semangatnya! emm sebenernya saya bikin wordpress cuma buat baca, kalau untuk blognya hehe belum tau mau diisi apa, kepala saya lagi nggak bisa diajak kompromi buat ngide.

      2. wah? bapakku dan kakakku yg paling tua juga guru, jadi aku selalu hormat dan kagum sama orang-orang yg mau jadi guru.

        Kamu itu calon pahlawan tanpa tanda jasa, semangat yaa…
        dan semoga terwujud jg kafenya, semoga bisa jadi kafe yang hmm…. beda dan bermanfaat!

        owwwh… siaap, bebasin aja, tadinya kalo udah ada tulisan, pengen baca tulisannya…

        let me know kalo suatu saat mau nulis blog juga πŸ˜€

      3. wah saya jadi tarharu πŸ˜ƒ

        oke kak nanti kalau sudah jalan blognya saya kasih tau 😁

  2. Huaaaa, suka tulisannya, hehehe, sederhana tapi jadi berasa diajak ikut keliling Bandung, terus ketemu Eka sambil dengar mimpi dan rencananya. Eniho, salam untuk Eka, yah 😁

    By the way, nanti kalau Ady sudah bisa pergi ke negara yang Ady inginkan, jangan lupa foto sepatu Ady juga. Terus saya ketawa dong baca poin nomor dua, penting bangettt infonya, Dy πŸ˜‚ Kocak! Hahahahaha. Bicara mengenai mimpi terliar, kalau sekarang mungkin ingin ke Korea Utara. Semenjak tau kalau kita bisa liburan ke sana, saya jadi penasaran mau lihat. Cuma ini mimpi sepertinya nggak akan jadi kenyataan πŸ˜…

    1. masa kak? padahal fotonya cuma dua… nanti kufotoin lebih banyak biar bener-bener berasa diajak jalan-jalan bdg yaaa…
      kak Eno, fotoin Bali juga dong…aku ga pernah ke Bali 😦
      pengen ke Denpasar, Sanur, Canggu, semuanyaaa

      Korea Utara ya?terakhir baca blog, ada yg nyeritain perjalanan ke Korut dan karena tertutupnya mereka dengan dunia luar, pas kesana, vibe nya jadi berasa balik ke tahun 80 atau 90an.
      penasaran aja?atau ingin tau yg lebih spesifik lagi soal Korut?
      kenapa yakin ga kan jadi kenyataan?

      1. Saya berasa diajak jalan ke Bandung karena cara Ady menuliskan ceritanya 😁 Bandung ini vibe-nya mirip Paris, apa yaaah bahasanya, gloomy tapi romantic, begitu deh susah dijabarkan. Dan saya bisa merasakan itu dari cara Ady menuliskan cerita πŸ˜† — okay pankapan saya share foto Bali yah, meski nggak yakin ada yang menarik untuk dibagikan πŸ™ˆ

        Oh blognya mba Fanny, ya? Soalnya beliau yang ke Korea Utara tahun laluuu. Hehe. Saya penasaran mau tau seperti apa sejarahnya, isi di dalamnya, kulturnya dan lain sebagainya. Sebab KorUt ini sangat tertutup dari dunia luar 😬 — kalau alasan kenapa nggak yakin jadi kenyataan, alasannya simple karena pasangan saya orang KorSel, jadi nggak akan dikasih sama dia ke KorUt kecuali KorUt dan KorSel sudah bersatu (entah kapan) πŸ˜…

      2. owh iyaaa ya lupaa, hehe…
        btw, kalo bagi orang KorSel, mereka mau ga kalo bersatu lagi sama Korea Utara?

        Korea Utara dan Selatan kan satu rumpun ya, tapi liat muka-muka orang korea utara kok ga mirip orang korea selatan sekarang ya?
        apa kemajuan juga berpengaruh terhadap fisik masyarakatnya? hmmm

  3. Kalau poin pertama mungkin lebih ke menikmati proses kali yaa..
    I mean, kebanyakan dari kita terpaku dengan hasil, jadi suka lupa dengan prosesnya. Makanya ketika orang-orang selalu bilang “Rumput tetangga lebih hijau”, aku merasa di satu sisi mereka cenderung iri dengan hasil yang diperoleh orang lain, di sisi lain ketika dijabarkan bagaimana cara mencapai “rumput yang hijau”, orang-orang pada g mau, maunya “mak cling” berubah. Ya kali jin dan jun.

    1. Yesssss, setuju sekali! menikmati proses adalah kunci.

      Karena setiap orang punya mimpinya masing-masing, tujuan hidup sendiri-sendiri, makanya, jalan hidupnya pun beda-beda satu sama lain,

      nah ketika kita menyadari indahnya menjadi berbeda, yg bisa kita lakukan adalah saling menyemangati agar mimpi kita dan teman-teman kita bisa tercapai…dgn usaha dan timingnya sendiri-sendiri.

      after all, kita ini sebenarnya saling membutuhkan. πŸ™‚

  4. Mimpi terliar: ke Antartika, solo travel ke semua benua, ngambil doktoral Planetary Geology terus kerja di organisasi semacem NASA (kalo NASA beneran kayaknya terlalu sulit karena harus udah American citizen syaratnya, soalnya emang jadi PNS versi sana gitu). Some of them may never get upgraded into reality though lolπŸ˜‚ tapi gapapa, ngimpi dulu aja yekaaan.

    1. emang nabilah banget deh ini mimpinya, kelasss….jangan solo travelingnya dong, ajakin aku, hehe..

      Iyah, kan judulnya juga mimpi terliar, bebazin azaah…

  5. Mimpi terliarku sekarang adalah Virtual Youtuber favorit memainkan salah satu game favoritku. Sejak nonton live stream dia main salah satu game, aku jadi ingin nonton live stream dia main game itu. Selain itu juga karena developer game yang kumaksud pernah bilang kalau dia merasa game buatannnya kurang mendapat perhatian. Developer gamenya kurasa akan senang kalau ada yang main gamenya dan gak nyangka kalau Virtual Youtuber main gamenya. Dua hari lalu aku kebayang terus soal itu.

    Mimpiku yang ini berhubungan dengan orang lain, sih, bukan diriku sendiri. Ya sudahlah.

    Omong-omong, aku suka foto kedua dan ketiga di postingan ini. Dan sebenarnya aku sering baca postingan di blogmu, tapi baru kali ini komentar. Salam kenal, ya.

    1. Haloo sella!
      apa kabar?

      Syukurlah kalo akhirnya ga jadi silent reader lagi, akhirnya rela untuk nulis dan komen disni, makasih banget yaaa…

      Mimpi terliarmu jadi youtuber game?
      ayo eksekusi aja! kayaknya asyik sambil maen game yang kita suka, trus lama-lama bisa menghasilkan…

      mulai aja dulu, siapa tahu banyak yg suka ngeliat kamu main game. ya kan?

      kutunggu kabar video youtube nya πŸ˜€
      semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s