Menulis dan Membaca

Menulis dan membaca. Satu set keahlian yang sebetulnya sudah kita dapatkan sejak SD. Oleh karena itu sebetulnya ga perlu juga dibicarain lagi, apalagi dibanggakan. Tapi rasanya jadi sedikit berbeda di umur segini karena menulis bukan sekadar menulis, membaca bukan sekadar menamatkan bacaaan.

Membaca

Jadi gini, di penghujung tahun ini, mungkin sekitar dua bulan terakhir ini mood membacaku menaik drastis entah kenapa. Dari yang tadinya hanya beberapa halaman buku dalam beberapa bulan menjadi sebulan beberapa buku bacaan yang dibaca secara bergantian.

Hah? bergantian gimana?

Hehehe… Sebenarnya akupun ga pernah tahu cara membaca kayak gitu, yang aku tahu membaca itu ya harus tamat satu buku dulu baru baca yang lainnya. Tapi setelah iseng nontonin beberapa video youtube book reviewer, mereka ngasih tahu cara lain baca buku.

Tapi mungkin ini hanya berlaku untuk buku-buku self help, bisnis, atau mungkin buku biografi. Kalo buku cerita kayaknya enaknya tetep kontinyu biar alur ceritanya ga keganggu. Dan kebetulan buku-buku yang lagi kusuka saat ini adalah buku-buku self help atau tentang digital marketing.

Jadi katanya kalo baca buku itu ga harus sekali tamat, bacanya per chapter aja, kalo agak jenuh, bisa baca buku lainnya dulu. i don’t know apakah ini efektif atau engga, masih masa percobaan, tapi so far sih ga mendapati kebingungan. Hanya aja beresnya jadi lama, hahaha…

Di satu sisi, sekarang aku bisa ngaku-ngaku lagi baca 7 judul sekaligus, tapi mungkin beres bacanya bisa berbulan-bulan, apalagi untuk tipe pembaca sepertiku yang baru menyukai lagi baca-baca.

Anyway, barangkali ada yang penasaran, sekarang aku lagi baca beberapa judul, diantaranya:

  1. This is Marketing by Seth Godin
  2. Company of one by Paul Jarvis
  3. The daily stoic by Ryan Holiday
  4. The subtle art of not giving a fuck by Mark Manson
  5. Pocket full of Do by Chris Do
  6. They ask you answer by Marcus Sheridan
  7. Atomic Habits by James Clear

Nah, sebanyak itulah buku yang lagi kubaca saat ini, dan kupikir-pikir disatu sisi justru ini lebih membantu untuk orang-orang yang mudah jenuh dan bosenan sepertiku. Pas lagi bosen di satu buku, ganti suasana ke buku lainnya.

Intinya, ganti bacaan boleh tapi jangan sampai berhenti membaca. Itu aja dulu sih buatku karena PRnya sekarang adalah membiasakan diri untuk menjadikan baca buku sebagai hobi lagi, bahkan jadi bagian dari lifestyle-ku.

Harapannya seperti itu ya, doain aja.

Karena kerasa banget positifnya gemar membaca, kayak rasanya lebih kreatif aja, trus cara berfikir kita lebih terbuka dan banyak hal lainnya. Kalo soal menambah pembendaharaan kata, jujurly semua buku di atas masih berbahasa Inggris dan semuanya buku digital -,- Jadi ga begitu menambah kosakata bahasa Indonesia, bahasa inggriskupun segitu-gitu aja, haha..

Nah, kalo ini mah berangkat dari nganggurnya notebook-notebook cakepku yang tebal tapi isinya masih banyak kosongnya, kalopun terisi pasti curat-coret aja. Jadi daripada habis dimakan usia, jadi ya kupakai buat lanjut curat-coret aja.

Tadinya ya random aja curat-coret iseng, tapi karena aku juga mulai disibukkan dengan pekerjaan baru, mulai tuh isi curat-coretnya adalah tentang kerjaan seperti soal ide konten, workflow kerja, soal branding dan sejenisnya.

Nah, lama-lama kok rasanya enak aja gitu mengalirkan isi kepala kedalam bentuk coret-coret gambar ‘artistik’ hanya untuk memvisualisasikan apa yang lagi difikirin. Trus pas dibaca ulang lagi tuh lebih mudah dipahami karena isinya bukan full wordy, tapi kayak gambar workflow.

Hal positif lainnya dari menulis manual dengan pulpen adalah apa yang kita tulis tuh lebih melekat di ingatan. Jadi hanya untuk dua hal itu aja udah cukup membuatku ingin terus menulis dan curat-coret dengan pulpen di buku jurnal.

Oh iya, satu lagi. Aku juga lagi suka menulis daily todo list lengkap dengan kotak untuk mengisi checklist apabila tasklist tersebut terselesaikan, dan disitu jugalah kepuasanku didapat. Ketika satu task udah bisa dicheck, rasanya menyenangkan karena ada satu tugas yang terselesaikan di hari itu, feeling accomplished something itu sih yang cukup rewarding.

Anyway, yang di atas itu asli tulisanku, jelek ga jelas ya? hahaha.. begitulah adanya. Eh apakah aku pernah cerita kalo aku itu kidal?

Begitulah kira-kira dua hal yang selama ini jarang kulakukan tapi akhir-akhir ini aku lakukan lagi, menulis di kertas dan membaca buku. Semoga ini adalah sesuatu yang baik yang mesti aku biasakan.

2022 bisa lah ya targeting 12 buku? hahaha… duh jumawa sekali ya aku. One by one aja, one page after another. Lagian yang penting itu bukan seberapa buku yang udah dibaca tapi seberapa mengerti tentang apa yang dibaca dan apakah diamalkan atau tidak, ya kan?

Oh iya, happy Holiday for every and each one of you. i wish you a very happy moments with your family.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s