How i see things, let me show you.

“Photography is an art of observation. It has little to do with the things you see and everything to do with the way you see them”

Elliott Erwitt.

Meskipun aku sekarang menyadari bahwa memotretpun harus memiliki tujuan agar tahu apa yang akan dipotret, dimana, dan bagaimana cara mengambil momennya, semuanya dilakukan untuk mencapai tujuan.

Tapi sejak awal, aku memotret entah dengan tujuan apa. Semuanya dilakukan secara spontan dan sifatnya reaktif terhadap apa yang sedang ada di lokasi.

Mungkin ada beberapa faktor yang secara tidak langsung berpengaruh meskipun tidak disengaja.

Seperti foto-foto apa yang sebelumnya sering aku lihat,

buku apa yang sebelumnya aku baca,

film apa yang sebelumnya aku tonton,

atau mungkin musik yang kudengarkanpun bisa menentukan mood memotret dan mampu mempengaruhi dalam caraku melihat sesuatu dan mengambil momen.

Seperti foto-foto di bawah ini, tadinya tak terfikirkan akan memotret orang yang lagi baca koran, tapi karena aku menemukannya saat jalan-jalan hunting, seketika itupun aku ingin memotretnya secara candid pas beliau lagi baca koran.

Mungkin sebelumnya aku sering lihat foto-foto street di magnumphotos.com yang memotret kegiatan orang di pinggir jalan, salah satu adalah pembaca koran.

Oh iya, dua yang unik yang ingin kusampaikan.

1, sepertinya bapak ini lupa membawa kacamata bacanya karena dari caranya membaca yang mendekatkan diri begitu dekat dengan koran. Bisa jadi matanya minus sepertiku.

2, karena aku semacam candid atau ‘nyuri foto’ beliau, di foto ke-3, tiba-tiba bapaknya ngelirik mengarah kepadaku seperti merasa kalo aku lagi motretin beliau, ups! hampir tertangkap basah. Akhirnya akupun secara spontan mengalihkan arah kamera agar tidak awkward dan menangkap momen foto ke 4, mbok jamu.

foto tentang seorang pria yang sedang membaca koran di trotoar jalan asia afrika, Bandung

Pada akhirnya, tujuanku dalam memotret hanyalah ingin menunjukan bagaimana caraku melihat sesuatu. Sometimes it’s enough, sometimes it isn’t.

Thank you for reading till the end.

Now, if it’s not too much to ask, i would love to read your feedback!

3 thoughts on “How i see things, let me show you.”

  1. Kannn sudah kubilang Mata Mas Ady tuh sudah seperti perpanjangan Kamera Mas Ady.. ehh kebalik.. maksudnya Kamera tuh sudah seperti perpanjangan matanya Mas Ady 😅..

    Dan dari situ, bisa ngambil sudut yang pas, terus dibagiin ke sekitar agar bisa melihat apa yang Mas Ady lihat.. and that’s cool.. aku tuh selalu ber’waw’ kalau melihat hasil jepretan orang2 yg ahli kamera. Macam Mas Ady, Mba Phebie, Pak Anton, Mba Enoo, dll.. kerenn aja gitu

    Kalau aku kan.. wah bagus, jeprettt.. hahah 😁 jadi fotonya nggak nyenii

    1. waaah.. makasih mas Bayu,

      but anyway, kalo menurutku, foto itu bukan tentang bagus atau engga, semuanya masalah selera aja. tapi setelah dari yang aku rasain sendiri, foto itu jadi lebih bagus ketika ada deskripsi tentang foto itu, apakah story dibaliknya atau mungkin proses kreatifnya, hal itu kayaknya yang bikin foto jadi lebih dimaknai, buka sekedar bagus atau engga.

      Anyway, semua balik lagi ke penikmat foto dgn caranya sendiri menikmati foto.

      dan aku senang kalo mas Bayu suka dengan foto-fotoku juga, it’s always my been my pleasure.

    2. oia, gambar-gambar mas Bayu juga keren-keren. aku selalu pengin bisa gambar, tapi mentok di fotografi karena menurutku lebih mudah, tinggal jepret langsung ada gambar.
      Jadi fotografi ini bisa jd semacam pelarian karena aku punya gambar ga bagus-bagus aja, at least sebagus yang kuinginkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s