Moments and detail

Fotografer Keluarga

Hari minggu kemarin aku menghadiri resepsi pernikahan sodaranya Panda. Berlokasi di daerah Utara Bandung yang adem, nama venue-nya Gedong Putih. Bisa dipastikan kalo resepsi dengan konsep outdoor ini adalah yang terindah yang pernah kudatangi.

I knew that this is gonna be good, but I don’t expect to be that beautiful. Tapi bagaimanapun, aku pasti akan tetap membawa kamera. Karena kebiasaan ini, mungkin sebentar lagi aku akan menyandang gelar sebagai fotografernya keluarga besar Panda. Hehe.

Respect

Anyway, meskipun aku bawa kamera DSLR, tidak serta merta aku merasa bebas untuk memotret momen yang ada disana. Aku tetap menghormati fotografer yang memang beneran bertugas secara professional di tempat tersebut.

Aku tetap menempatkan diri sebagai tamu undangan yang ingin mengabadikan momen dari tempat yang memang sewajarnya tamu berada dan bersikap.

It’s all good for me. Yang aku butuhkan hanyalah melihat lebih banyak dan collecting moments.

Perfect Condition

By the way, resepsi pernikahannya dibagi dalam 3 sesi, 1 sesi berisi sekitar 75 orang. Aku di sesi 1 jam 2 siang sampai jam 4 sore.

Cuacanya cerah berawan dengan udara sejuk khas daerah utara Bandung. A perfect condition buat selonjoran di teras rumahmu dan menikmati apapun yang ingin kamu nikmati sepanjang sore.

Estetiknya Pinterest

Pas masuk area venue langsung disuguhi dekorasi bunga-bunga yang didominasi warna putih. Senyumku lebar. Otakku langsung mikir “cakep nih buat difoto nih”.

Masuk lebih dalam lagi, meja dan kursi berwarna putih dengan hiasan bunga di setiap mejanya sudah disiapkan rapi di berbagai titik di taman tersebut.

Yang aku ingat pertama kali adalah foto estetik pinterest atau foto pernikahan bule yang mengadakan resepsinya di pinggir pantai di Bali.

It’s beautiful. I love it. Will I be able to capture a beautiful photographs today?

Tamu undangan dipersilakan untuk memilih sendiri meja yang ingin ditempati. Tapi karena acara belum benar-benar dimulai, masih menunggu pengantinnya masuk, jadi kita keliling-keliling dulu melihat-lihat dan tentu saja aku foto-foto sekadarnya, hehe (masih malu-malu kucing).

Disambut duet violin = romantis dan classy.

Ga lama berselang, tiba waktunya pengantin dan orang tua dari kedua belah pihak untuk masuk ke venue. Kedatangan pengantin disambut romantis oleh duet violin dan musik yang tentu saja romantis.

That very moment was so beautiful sampai aku berharap ingin mengulang resepsi pernikahanku dengan konsep seperti itu, haha.

Jujur aja, saking menyenangkannya, aku ga terlalu banyak foto-foto. Lebih banyak icip-icip makanan yang bisa kumakan dan menikmati suasana bareng Panda.

Oh iya, ada satu momen dimana aku dan Panda ga dapet meja untuk makan yang berdekatan dengan sodara lain di satu sisi area, akhirnya kita pergi ke sisi satunya lagi karena ada yang kosong.

Kita berdua makan bareng di satu meja dan didepan kami ada live music instrumental biola juga harpa. Pokoknya udah kayak candlelight dinner, tapi ini mah lunch dan ga ada candle juga, tapi romantisnya sama.

It was our little moment.

*Maaf ya Panda karena selama ini aku belum bisa ngasih kamu banyak, bahkan sekadar dinner di tempat romantispun sepertinya aku belum pernah.


Momen dan faktor pendukung

Anyway, dari hasil foto-foto di resepsi tersebut aku menyadari beberapa hal:

  1. Aku lebih menyukai mengambil momen, detail, dan berharap mendapatkan cerita dari sudut pandang berbeda.
  2. Ternyata faktor pendukung seperti keadaan lokasi dan warna dekorasi cukup krusial mempengaruhi hasil akhir foto.

Dan sebagai penutup tulisan ini, aku ucapkan selamat menempuh hidup baru untuk Galih dan Velia, semoga resepsi yang sangat indah ini jadi semacam simbol akan terciptanya keindahan-keindahan lainnya yang akan datang dalam kehidupan pernikahan kalian berdua.

Oh iya, mau nanya. Aku kan edit foto ini dengan me-reduce kualitas foto dan berharap page load yang lebih ringan, fotonya terlihat pecah atau engga kalo dilihat di laptop? kalo pecah, kayaknya mau naikin lagi kualitas fotonya aja.

PS: Sebenarnya ada beberapa foto lainnya lagi tapi karena formatnya portrait dan udah diedit untuk stories IG, jadinya ga kumasukin kesini, hehe..

6 thoughts on “Moments and detail”

  1. Mas Ady aku cuma mau bilang that “You have a gift” ini ibarat seperti Mata Mas Ady sudah bersatu dengan Lensa. Jadi hasilnya selalu berhasil bikin mata terbelalak 😳😳
    Ini ciyus lohhh, nggak boong.. 😅
    Btw, aku baca postingan ini via Hape.. dan gambar oke sihh nggak pecah sama sekali. Mukanya jelas, detailnya “Oke Siap 😅” *sokiye lu bay ngomongin detail. Hahah

  2. cakep banget, kang ady… asli suka banget sama cara kang ady ngambil momen, dan warnanya… beda dengan cara fotografer “wedding” yang memang sudah diatur untuk mengambil momen di saat-saat tertentu.

    Kalau saya lihat, fotografer wedding yang bertugas di lapangan tuh sudah tahu banget cara mengambil momen yang harus diambil. kayak udah ada SOP-nya, template. bukan berarti jelek ya, karena memang itu yang diperlukan di sebuah wedding.

    tapi foto2 kang ady ini memang memberikan sesuatu yang lebih. karena fokus ngambil fleeting moments, yang kesannya beda banget. suami saya orangnya kaku banget sama kamera, dia gak bisa disuruh pose. bisa diliat di foto prewed kami yang kaku banget WKWK. Jadinya saya mikir, candid moments mungkin cocok buat dia.

    makanya, masih jadi cita-cita pengen couple session dengan kang ady sebagai fotografer, tapi sebagai kaum pejuang rupiah, sekarang masih jadi wishlist dulu :’D asli pengen pisan euy, semoga keturutan yah, soalnya kan kita sama-sama di bandung nih? wahahahaha….

    notes untuk teh panda, somehow bikin saya terharuuu…. cant explain it well with words, tapi saya yakin kang ady adalah yang paling baik buat teh panda. semoga kalian selalu bersama dalam susah senang, dan diberkahi dalam segala hal 😀

    1. Bukannya apa-apa teh, tapi ini krn berangkat dr hobi fofotoan nyetrit gitu, nah kayak gitu kan biasanya candid, jd itu yang kelatihnya. Aku jujur aja blm bisa ngarahin gaya, pdhl skill itu cukup dibutuhkan.

      Makanya kalo misalnya aku ikut tim fotografer wedding atau prewed, kyknya lbh suka jd second shooternya.

      Mengenai foto couple, gpp atuh… collab aja anggapnya, sambil aku belajar dgn ada model yg mau difoto, teh mega dan suami dapet foto yang yaa… not bad lah, hehehe…
      Tp asli, aku ga bisa ngarahin pose.

      Thank youuu for your kind words…aamiin untuk doa-doanya.

      1. Justru karena saya suka banget, jadinya pengen menghargai Kang Ady dengan yang semestinya. Mungkin karena pekerja bidang kreatif juga yah, jadinya ya gini, asa kumaha kitu kalo labelnya “collab” tapi ga berimbang mah. 😖

        Soalnya saya kan gak bisa ngasih yang sebanding. Exposure gak punya, bentukannya geulis kasep juga henteu. Alias: ieu saya sama suami ge sanes model, jadi yang ada malah ngerjain kang Ady nantinya 😂😂😂

        Anggap aja cita-cita saya Kang, udah dua kali ngetik gini kayaknya, siapa tahu bisa kesampaian dalam waktu dekat, he he 😚

      2. Ahaha…seneng baca komennya. Biasanya kalo aku bilang gini suka gercep dan hayu hayu, hehe…
        Hatur nuhun teteh, kyknya asik tuh foto fotonya di rumah barunya nanti 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s