Melihat diri

Circa 2012. Jl. Braga, Bandung

Karena blog post kemarin menulis tentang jl. Braga, aku jadi ingin ngeposting salah satu foto lama yang juga berlokasi di Jl. Braga 9 tahun yang lalu, sekitar tahun 2012. Ada beberapa perubahan signifikan yang terjadi seperti beberapa gedung yang direvitalisasi dan diperbaiki meskipun ada juga beberapa yang dibiarkan begitu saja, melapuk dilumat lumut.

Tapi melihat foto ini, aku justru menyadari ternyata banyak perubahan yang terjadi pada satu orang yang ada di foto ini. Dialah satu orang yang paling lama bersinggungan cerita hidup denganku setelah keluargaku. Dimulai dari SMP hingga hari ini.

Tentu saja ga terus menerus barengan. Ada saat-saat dimana lost contact sama sekali selama beberapa tahun. Dia dengan kuliahnya dan circle teman barunya, dan aku yang langsung terjun ke dunia kerja. Tapi karena Bandung ga sebesar itu, jadi ga sesusah itu kalo emang lagi pengen maen bareng lagi.

Melihat foto yang berusia 9 tahun ini dan mengetahui keadaannya hari ini, banyak hal yang telah dia capai hanya dalam kurun waktu 9 tahun. Dari yang tadinya dititipin ibunya untuk tinggal bareng bibinya di Bandung biar ga usah ngekos hingga sekarang udah punya rumah sendiri dan merupakan tulang punggung keluarga dan bisa diandalkan kedua orangtuanya.

Dari yang tadinya berkendara motor bebek legenda yang ‘kurus’ sekurus badannya hingga sekarang yang sudah berkendara mobil yang tentunya jauh lebih nyaman, dan dari yang tadinya si iseng jualan parfum refil demi mendapatkan uang jajan lebih hingga hari ini yang sudah bisa memperkerjakan beberapa orang dan bisnisnya yang terus berjalan dengan baik.

Dan syukurlah, sekalipun aku ga pernah iri dengan perkembangan dan semua yang telah dimilikinya hari ini padahal aku duluan yang tahu duit dan terjun di dunia kerja, hehehe… Dan sebetulnya, akupun ga pernah iri dengan siapapun yang telah mencapai kesuksesan hidup dan harta kekayaan seperti misalnya sang sultan Rafi ahmad atau Baim Wong, karena aku yakin semua kesuksesannya ga diraih begitu aja, ada proses kesakitan dan kesusahan yang tak terlihat.

Satu-satunya hal yang membuatku panas dan iri adalah seseorang yang motretin orang, furnitur atau makanan dan hasilnya cakep banget. Entah kenapa tapi aku pengen dan harus bisa menghasilkan foto minimal sebagus itu. Hehe…

Kesuksesan hidup dan kekayaan yang dimiliki itu ga serta merta diraih begitu saja (kecuali memang anak orang kaya), ada prosesnya, pasti ada. Bahkan sekelas artis yang minim prestasi tapi jadi terkenal karena selalu mengumbar konflik dan bahkan settingan pun harus mau dan mampu menahan hinaan demi hinaan dari jutaan netizen kita yang terkenal bengis dengan komen-komennya.

Apakah kamu mau dan mampu menahan gempuran caci maki netizen se-Indonesia? belum tentu.

Pada akhirnya, yang ingin kusampaikan lewat tulisan ini bukanlah tentang selebriti sensasional minim prestasi, tapi bahwa hidup ini bukan tentang kita yang melihat orang lain, karena rasanya akan cape dan ga ada ujungnya. Kita lahir sendiri, matipun akan sendiri dan seyogyanya kitapun ga usah membandingkan diri dengan orang lain, bandingkanlah dirimu hari ini dengan dirimu yang kemarin.

Kalo kamu yang hari ini tidak lebih baik daripada kamu yang kemarin, maka kamu ada dalam kerugian yang besar karena waktu ga bisa diminta ulang, masa lalupun ga bisa diubah. Akupun sekarang sudah mulai membiasakan untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain karena rasanya ga adil, apalagi kalo aku membandingkan diri dengan orang yang kutahu telah melalui banyak cobaan sedangkan aku menghabiskan hari hanya dengan tiduran malas-malasan dan mengeluh saja.

Nah, masa lalu memang ga bisa diubah, masa depanpun belum tentu kita capai. Tapi ketika kamu terbangun di pagi hari dengan kesehatan fisik dan mental, maka itu adalah kesempatanmu untuk jadi lebih baik dari hari kemarin.

What are you waiting for? time will always running no matter what you do.

1 thought on “Melihat diri”

  1. yess, nggak perlu berkaca dengan orang lain, cukup diri sendiri aja, cukup dengan membuat diri kita menjadi lebih baik dari kemarin, belajar banyak hal untuk ngembangin diri
    bahagia dengan apa yang sudah dikerjakan diri sendiri dan pencapaiannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s