Fear of the unknown

Bulan baru, lembar kalendar baru, harapan baru, goals baru, tantangan baru, di tempat yang baru.

Yap, April ini adalah bulan pertamaku bekerja di tempat baru, fokus membangun sesuatu dari nol yang berawal dari sebuah ide.

Ada excitement, tapi tentu saja tetap dengan ketakutan akan ketidakpastian. Seperti foto di sisi kiri ini. April ini aku merasa dihadapkan dengan kabut setebal itu. Terkadang ada keraguan untuk melangkah karena benar-benar belum tahu ada apa dan apa yang akan terjadi di setiap langkah yang kuambil.

Tapi excitement dan rasa penasaranku membuatku berani untuk bergerak maju, selangkah demi selangkah.

i think, i don’t have to be fast, i just need to move forward, one step at a time, calculate and take another step.

Mungkin sama seperti ketika aku hiking dan camping ke gunung Papandayan untuk pertama kalinya, i don’t know what to expect along the journey to the top, tapi ternyata aku menikmati setiap langkahnya meskipun selelah dan seletih itu.

Setiap kakiku merasa letih, nafas tersengal-sengal, saat itulah aku mengangkat wajahku dan melihat sekeliling. Alih-alih berfokus pada nafas berat dan kaki yang letih, aku mencoba untuk menikmati pemandangan di sekitarku dan memastikan… Yes, i’m still on the right track.

Ya, daripada berfokus pada masalah dan ga menemukan solusi, mendingan make a time to take a deep breath and see a bigger picture.

ENJOY THE JOURNEY

Buat yang udah agak lama follow blog ini, pasti kalian akan ngeuh kalo foto-foto ini pernah aku publish. Bukan karena konteks atau apapun tapi memang karena aku lagi ga ada stok foto baru banget.

Sebetulnya ada sih foto baru, tapi error dan ga bisa transfer gambar dari kamera ke laptop, heummm….

So, maafkan ya kalo aku pake foto yang sama untuk kedua kalinya, tapi kali ini aku edit monokrom atau hitam putih karena kayaknya bisa pas diaplikasikan ke foto-foto di atas.

Selalu merasa sebagai suatu achievement setiap aku mencoba edit satu foto dengan tanpa warna tapi ternyata cocok karena menurutku ga semua foto bisa serta merta cocok untuk di monokrom-kan.

Justru foto hitam putih itu lebih sulit menurutku.


Anyway, gimana sama foto BW ku, do you like it? karena kayaknya ini pertama kalinya setelah sekian lama ga ngepost foto hitam putih. Should i post another BW?

10 thoughts on “Fear of the unknown”

  1. Ahhh itu gunung papandayan Mas Adi?? Huhuh. Sebenarnya ada rencana pengen kesana waktu tahun 2020. Sebelum corona masuk Indo..

    Ehh pas udah mau hari H. Angka corona makin tinggi. Terus kita nggk jadi kesana. Pengen muncak rasanya.. haha. Ini kaki udh lama nggk merasakan sensasi muncak.. haha 🤣🤣

    Btw, Mas Ady kalau edit foto jadi BW pake aplikasi apa Mas?

    Btw lagi,😅 selamat buat tempat kerja barunya ya..

    1. Tapi kabarnya sekarang-sekarang udah mulai ada beberapa gunung yang dibuka lagi, tapi tetep dibatasi. jd coba cari tahu aja apakah Papandayan udah bisa dinaiki lagi..

      aku selalu ngedit foto pake lightroom dan sedikit photoshop buat tempel tempel typography dan sedikit koreksi.

      wah, iya… terima kasih mas Bayu.. begadang nih?

    1. terima kasih Liaaa…..

      iyah, BW tuh misterius deh,kayak Lia… misterius juga, aku ga pernah lihat sosok Lia..

      lho kok jadi kesitu ya?

  2. “i think, i don’t have to be fast, i just need to move forward, one step at a time, calculate and take another step.”
    Suka banget nih. kadang bimbang sama diri sendiri yang pingin melejit seperti orang di sekitar. Tapi lama kelamaan sadar, udah bisa move forward aja itu luar biasa

    1. Holaa potato ninatte!

      iyah, pada akhirnya kita hanya harus fokus sama diri sendiri dan stop sering-sering melihat orang lain, soalnya ga adil juga kalo dibandingin. kan cara hidupnya juga udah beda.

      hayuk ah kita mulai fokus sama diri sendiri, not rush, karena ini bukan lomba sprint 100m, ini adalah lomba seumur hidup, jadi mending nikmati perjalanan dan prosesnya.

  3. Omaygadd! Daebaakkk! You never disappoint me, Kak! The photos are really good, amazingly cool!
    Huhuhuhu, skill photographynya udah nggak usah diragukan lagi!

    Btw, itu pendakian pertama kali Kak Ady kah? Atau sebelumnya udah pernah mendaki ke gunung lain?

    1. ah syifana bisa aja, ini idung kembang kempis nih….

      yes, pas ngambil foto itu, itu pendakian pertama ke Gunung Papandayan, tapi kalo pertamakali banget naik gunung sih engga, sebelumnya udah pernah naik jg, tp yg pendek-pendek aja, hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s