Begitulah.


Beberapa tahun lalu ketika manusia bebas dari keharusan memakai masker, jaga jarak hanyalah sebuah pilihan, dan berkerumun adalah salah satu indikator adanya kehidupan sosial yang sedang terjadi di satu tempat, saat itulah aku selalu ada di kerumunan orang-orang Bandung yang suka menghabiskan sore di ruang publik terbuka seperti taman dan lapangan bersama keluarga ataupun gebetan.

Dimana ada orang, disitu ada cerita, baik itu satu atau ratusan orang dalam satu tempat. Otakku cukup imajinatif dalam menerka kehidupan seseorang hanya dengan melihat dari caranya berpakaian atau berinteraksi dengan orang lain.

Aku melihat bahwa si bapak ini adalah tipe pemerhati dari jauh, tampak melepas tapi sebenarnya memperhatikan dengan seksama. Seseorang yang berfikiran positif dan optimis.

Kalo si anak? adalah anak yang aktif dan lagi tengil-tengilnya sama orangtuanya. Disuruh diam malah kesana kemari ga karuan. Disuruh jangan naik malah sengaja naik dan nakut-nakutin bapaknya.


The end.

Si anak ga jatuh dan si bapak tetap menjadi seseorang yang optimis dan positif.

Begitulah hidup, kadang menarik, kadang biasa banget, kadang ga jelas seperti tulisanku kali ini.

Begitulah.

3 thoughts on “Begitulah.”

  1. Salah satu tulisan terpadat, terpendek, tapi juga ter-“content” yg memeriahkan photoblog kak Ady kali ini😂 somehow i just love the way kak Ady described the picture with those words😁 yapp, apalagi part “otakku cukup imajinatif dalam menerka kehidupan seseorang hanya dengan melihat dari caranya berpakaian atau berinteraksi dengan orang lain.” Tanpa disadari atau nggak, kehidupan pandemi ternyata menghilangkan kebiasaan observasi para introvert ketika di tengah kerumunan orang😆

  2. Waduh, bisa gitu yak? Hahaha
    Mungkin aku juga bisa take lots of photos and then observe them?? Hahaha. Menarik.

    Selama ini sih sering mengamati orang lain dan menebak-nebak kepribadian mereka, bedanya tidak melalui foto. Just like that! Hahahah

    1. sebagai introvert, katanya.. kita lebih unggul dalam memperhatikan orang, mengobservasi.

      aku juga seperti syifana, main tebak-tebak aja kepribadian orang seketika lihat, yaaa… berimajinasi aja dan pastinya 80% ga betul haha, tp suka aja ngebayanginnya…

      tapi ketika aku melihat sesuatu yang menarik, otomatis pengen ngejepret aja dan mencoba menceritakan sudut pandangku + fotonya.

      Syifana Introvert kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s