ITB

Balik lagi pake kamera berlensa vintage soalnya kamera dan lensa mahalnya lagi dipake kantor dan kayaknya ga akan dipinjem lagi, test field-nya udah cukup, haha.

Bergelut lagi sama manual focus, keker-keker yang lama, nikmati pemandangan dari dalam viewfinder. Dan tentunya balik lagi menemukan hasil-hasil jepretan yang missed focus dan blurry ga jelas,

Hmmm… suka duka banget deh kalo pake kamera ini. Tidak seperti kamera sebelumnya yang serba auto, jauh lebih memudahkan sih.

But after all, it’s so much better than nothing.

Kali ini mau kasih beberapa gambar yang kudapatkan pas jalan-jalan di sekitaran area ITB, nemenin Panda jalan pagi.


Foto pertama yang kamu lihat di atas adalah taman area depan dari kampus ITB. Kosong, sepi, tidak seperti sebelum pandemi, ada banyak mahasiswa yang aktif berkumpul, berkomunitas, berkegiatan, gelak tawa, memakai atribut-atribut baju jurusan. Masing-masing sepertinya bangga dengan fakultasnya sendiri-sendiri.

Seringkali aku ngiri sama mereka yang berkuliah disini. Tak dapat kupungkiri kalo ITB ini sempat jadi kampus impianku, tapi karena dulu udah kerja duluan, jadinya agak susah kalo mau ‘diajak bener’ tuh. Kesempatan ikut UMPTN pun berlalu begitu saja tanpa kugunakan sekalipun karena terlalu terlena sama duit.

Yah, namanya menyesal pasti datangnya belakangan. Begitulah. Semoga anak-anakku nanti ada yang pengin kuliah disini atas keinginan sendiri dan meneruskan impian bapaknya yang tak terwujudkan. Until that day, semoga ITB tetap bertahan menjadi salah satu kampus terbaik di Indonesia.


Dan minggu kemarin sengaja jalan-jalan di sekitaran ITB karena udah lama aja ga main kesini, udah lama ga nengok-nengok kampus bagus dari dekat.

Aku bernostalgia sama impian masa lalu, dan Panda fokus dengan 2000 langkahnya disini, hehe.. Btw aku juga ikut olahraga kok, tapi karena jalan kaki itu semacam jalan ninjaku dalam foto-foto, jadinya ga terasa cape lagi karena udah terbiasa juga.

Jadi, sementara Panda agak kerepotan dan keringetan, aku malah asyik sendiri foto sana sini ga jelas.


Ya itu dia, yang seru dari jalan kaki adalah keleluasaan untuk tiba-tiba berhenti dan memberi waktu untuk melihat apapun, menemukan sesuatu dan memotretnya tanpa diburu-buru.

Salah satu kenikmatan dari jalan kaki bagiku adalah menemukan keindahan dari hal-hal sederhana yang mungkin akan terlewatkan begitu aja kalo ga jalan-jalan. Rasanya lumayan healing dan refreshing ketika kita mampu untuk melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda, yang tadinya biasa aja menjadi menyenangkan untuk ditemukan, seperti potongan buah wild blueberry atau daun maple di musim gugur yang kutemukan di sekitaran area ITB.

Kapan terakhir kali kamu berjalan-jalan di sekitar kotamu dan menikmati apa adanya?

8 thoughts on “”

    1. bwahahaha… emangg paling bingung kalo nulis judul, apalagi kalo tujuan nulisnya ketemu pas beres nulis (kok bisa ya?) hahahaha…

      jadi aja kayak gini, paragraf pertamanya ga menggambarkan judulnya hahahaha… maafkan 😀

  1. hiks, aku ga pernah jalan jalan di sekitar kotaku mas ady hahaha
    naik motor terus bawaannya. Mau jogging pagi aja banyak melesetnya

    1. yaaa.. coba sekali-kali jalan-jalan santai Ainun, coba nikmati sekitaran kamu pas lagi jalan, barangkali akan menemukan sesuatu yang menarik yang blm pernahh keliatan sebelumnya.

      akupun blm termasuk orang yg suka jalan-jalan di kota sendiri, ini baru mau mulai menggiatkan, karena kalo ga sekarang ya kapan lagi…

  2. Seingatku aku udah baca postingan ini lewat email beberapa hari lalu waktu notifnya muncul, tapi sekarang ingin baca lagi karena foto-fotonya familiar banget buatku😭 Jadi semakin kangen dengan jalanan kota Bandung, kak Ady. Dulu waktu sebelum pandemi, sesekali main ke cfd dan disana pasti selalu ramai, nggak pernah sepi. Terakhir kali aku lewat jalanan sekitaran ITB pun pedagang-pedagang kaki limanya semakin berkurang. Yang tadinya berniat mau cari tukang buah, malah nggak jadi beli apa-apa karena tukang buahnya nggak ada🙁 Aku jadi penasaran bagaimana kondisi para pedagang yg menggantungkan mata pencahariannya di kampus ini🤧

    1. Sekarang, seringkali sedih kalo melihatnya dari sisi itu awl, tapi akupun melihat kalo untuk sebagian lainnya ada yg menolak menyerah dan terus berjualan. dan semoga kondisi kayak gini cepat berlalu dan balik lagi seperti normalnya dulu.

      Tapi apapun yg udah diambil oleh pandemi dari kita, semoga kitapun bisa mengambil banyak hikmah dari pandemi ini…

  3. Enggak ada yang bisa dinikmatin di sini Kak hahaha 🤣 Terlalu bising dan banyak kendaraan 🤣

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s