Hopes

Parents, watching tv.

Aku tidak tahu persis bagaimana rasanya memiliki anak dan bagaimana cara orang tua melihat anaknya karena aku belum pernah merasakan rasanya memiliki anak. Tapi aku yakin, setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Setiap orangtua tahu pasti memiliki harapan agar anaknya kelak akan melebihi mereka dari segi apapun.

Dan berangkat dari pemikiran itu, kurasa sedikit banyak, aku agak mengecewakan mereka.

Bapakku adalah pensiunan guru. Mungkin bapak sudah memiliki rumah sendiri sejak umur 25an atau menjelang 30an. Hidupnya pun diabdikan sebagai seorang guru. Itulah pekerjaannya, itulah profesinya sedari muda. Standarnya adalah PNS bergaji stabil dan jaminan pensiunan. dan standar itu pula yang dipakai oleh ibuku.

And how about me?

Now, i’m nearly mid-thirty. Belum memiliki rumah sendiri (masih ngontrak), pekerjaanku adalah jenis pekerjaan yang sangat tidak stabil, jangankan jaminan pensiunan, untuk 5 tahun kedepanpun masih belum bisa kujamin apa-apa.

Setiap aku berkaca dari situasiku saat ini, ketika aku pulang, meskipun aku selalu merasa senang karena bisa bertemu mereka, tapi jauh di dalam, aku selalu merasa sedikit mengecewakan mereka.

Mungkin itu hanya perasaanku saja, tapi mengingat standar bapakku yang seperti itu, aku bahkan belum mendekati level bapak ketika ada di usiaku sekarang. Itu artinya, harapan setiap orangtua yang ingin anak-anaknya lebih baik dari mereka, belum bisa kupenuhi. Belum.

Dan foto di atas, setiap aku melihat foto di atas, aku merasa diingatkan akan semua ini. Foto di atas seakan berbicara “Ga apa-apa dy, sekarang bapak cuma berharap kalo ady bahagia. Itu aja

Sometimes, it breaks my heart. Bapak menurunkan harapan dan ekspektasinya terhadapku, sekarang hanya berharap aku baik-baik saja dimanapun aku tinggal.

Meskipun bisa aja itu semua hanya perasaanku saja. still, i do believe so.

Aku memang belum bisa memberikan apa-apa dan menunjukan bahwa aku bisa memenuhi harapan itu, tapi sejak awal, aku punya pegangan. Selama aku belum bisa memberikan apapun, setidaknya aku tidak membebani atau merepotkan mereka untuk urusan apapun.

i believe i’m already stand on my own feet, but the problem is, i’m stood still.


4 thoughts on “Hopes”

  1. That’s okay Dy, setiap orang punya timing berbeda, bapaknya bos KFC juga sukses lebih awal daripada anaknya yang baru sukses diusia 65 tahunan hehehehe. Yang penting seperti harapan bapak Ady, semoga Ady selalu sehat, buat orang tua, nggak ada harapan yang lebih besar daripada kesehatan dan kebahagiaan anak-anaknya 😍

    Semoga one day, Ady bisa bertambah sukses yaaa, dan tetap semangat menjalani kehidupan, percaya bahwa hari indah akan selalu ada bagi semua yang mau berusaha 🥳

    1. aamiiin…
      yes, aku setuju sama kata-kata kak Eno, bahwa hari indah akan selalu ada bagi siapapun yang mau berusaha.

      jadi, berusaha dulu, nanti hasilpun akan datang dengan sendirinya.

  2. sama pemikirannya denganku, aku kadang juga berpikir seperti ini
    kedua orangtua aku pensiunan pns dan kadang muncul di pemikiranku sendiri, apakah mereka dulu pernah berpikir atau berharap aku jadi orang yang gimana gimana
    karena selama ini aku jarang banget cerita soal aku mau apa, aku pengen yang gimana
    tetep semangat ya kaka ady, kita sama sama memberikan yang terbaik buat keluarga

    mellow ahh baca post ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s