Feet story

Sebetulnya, aku ingin sekali mengatakan kalo ‘jalan ninjaku’ dalam berfotografi adalah minimalis atau foto yang memiliki negative space yang besar karena seringkali foto-foto seperti itu(selain bokeh) adalah foto paling mudah membuatku suka. Tapi ketika di lapangan, aku seringkali melupakan itu dan selalu menjadi tukang foto yang spontan, yang menyesuaikan diri dengan apa yang tersedia di lokasi.

Tapi ada kalanya aku ingat akan ‘jalan ninja’ tersebut, seperti yang kulakukan di pagi itu, sambil nungguin Panda belanja ke pasar.

Feet story

Jam 7 pagi, matahari sudah mulai menaik terik, panasnya pas untuk menghangatkan badan yang masih terasa dingin. Aku duduk di motorku yang kuparkirkan di seberang jalan sambil menunggu Panda yang sedang berbelanja di pasar.

Aku sengaja bawa kamera karena memang itulah tujuanku mengantar Panda ke pasar. Dia belanja, aku hunting pasar, hehe…

Anyway, bicara hunting di pasar tradisional, aku cukup menyukai scenery pasar tradisional di pagi hari, apalagi sesaat setelah matahari terbit. Tapi pagi itu aku tidak mencari itu, aku ingin sesuatu yang lebih sederhana, yang lebih minimalis yang bisa kudapatkan dari apa yang tersedia di hadapanku.

Tiba-tiba ide itu muncul, akhirnya aku menjadikan jalan aspal sebagai negative space dari fotoku, dan mengambil foto kaki kaki orang yang sedang lalu lalang sebagai objek utama. It turns out really interesting.

Ternyata, memotret kakipun mampu untuk memberikan sesuatu untuk diceritakan. Ada si kaki kering bersendal jepit dengan celana yang dilipat-lipat. ada si kaki bercelana jeans ngepas dan kaki anak kecil berpiyama. Ada juga si kaki yang terlihat berpakaian daster khas ibu-ibu.

Ternyata foto kaki hingga hampir ke pinggang mampu memberikan karakter tersendiri dan bisa jadi lebih menarik karena mampu meninggalkan misteri sekaligus memberikan ruang imajinasi kepada setiap orang yang melihat fotonya mengenai karakter dari para pemilik kaki-kaki tersebut.

Let’s called it… a feet story! hehe.
And here’s a few more photos that i’ve been taken from that morning.

Btw, apakah aku pernah ngepost foto ini? kalo pernah, maaf ya jadi repost, maklum stok foto udah abis. Besok pokoknya harus pergi-pergi mencari pengalaman baru untuk divisualisasikan dan diceritakan.

Oh iya, sebelum mengakhiri tulisan ini, aku mau iseng nanya dong. In terms of blog walking, apa yang biasanya kamu cari? apakah cerita? pengetahuan baru? inspirasi? hiburan semacam jokes receh, mungkin?

Until then, bye for now. Happy weekend, guys!

2 thoughts on “Feet story”

  1. menarik konsepnya, selama ini aku cuman foto kaki sendiri hahaha
    BW menurut kacamata aku pastinya untuk melihat sudut pandang cerita personal temen temen atau cerita temen temen dalam menyikapi suatu hal, atau mungkin ternyata aku menemukan pemikiran yang sama dengan temen-temen tapi karena terlalu extrim topiknya jadi nggak aku tulis di blog sendiri. Dan membaca tulisan temen temen sudah terwakilkan.
    untuk cari inspirasi juga iya, apa aja bisa aku dapat misalkan buat tema blogpost baru. Pengetahuan pasti juga, kayak misalnya ilmu fotografi yang dijabarin pak anton atau sama mas ady juga
    terus jokes receh iya juga biar bisa ketawa ketiwi menghilangkan stress 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s