hujan di pagi hari

Sabtu, ga kerja, hujan turun sejak subuhnya. Udara dingin, langit abu tua, mata berat, maunya tiduran terus dibalik selimut yang hangat. Tapi perutku tidak mengantuk lagi, jam biologisnya menunjukan sudah waktunya untuk sarapan.

Akupun terbangun sepenuhnya, cuci muka, gosok gigi, dan… termenung melihat hujan masih sederas ini. “Enak kayaknya minum kopi panas sambil menikmati pemandangan hujan ini“. Tentu tidak kulakukan saat itu juga karena perut belum kuisi apapun selain air mineral.

Karena ga bisa keluar tapi aku dan panda udah kelaperan, akhirnya mau ga mau pesen gofood saja. Iya, kalo hujan gini bawaannya males, padahal bisa pake payung trus jalan kaki kedepan, tapi da gimana ya.. hahahaha (jangan diikuti ya magernya, ga patut dicontoh).

Sambil nunggu mamang Gofood, panda beres-beres dulu, aku melipir keluar kamar, bawa kamera dan motretin hujan. Kalo lagi ga kemana-mana, aku selalu suka dengan hujan, malah kadang aku melihat hujan seperti melihat salju, karena… why not? bebas dong. hehe.

Jadi, inilah beberapa foto yang kudapatkan di depan kamar. Hujan yang kadang dirindukan, kadang disukai, kadang dibenci, dan pagi itu aku jadi salah satu yang menikmatinya.

Oia, btw, ini bukan rumahku ya, ini cuma kontrakan aja. Kelak, rumahku akan punya satu area yang mengizinkan hujan untuk mampir membasahi rerumputan dan tetumbuhan yang sengaja kurawat.

Anyway, aku selalu penasaran, gimana ya rasanya menunggu di dalam rumah dengan segala kehangatannya, tapi penyebab dinginnya bukan air hujan, melainkan salju. Hmmmm…. ๐ŸŒจ๐ŸŒจ๐ŸŒจ

8 thoughts on “hujan di pagi hari”

  1. Cakep amat bokehnya hehehehe, syuka deh foto-foto yang di kawat ๐Ÿ˜

    By the way, rasanya menunggu di dalam rumah dengan segala kehangatannya saat di luar salju, nggak jauh beda dengan saat di luar hujan deras, Dy ๐Ÿ˜ Bahkan kadang saya prefer hujan daripada salju untuk beberapa moments karena hujan punya suara yang menenangkan, dan bisa dinikmati dari dalam rumah, dengan sesekali kilat. Kalau salju tuuuh suaranya beda, bahkan kadang nggak ada suara kecuali angin wussss wuuussshh doang hahahaha ๐Ÿ˜‚

    1. waa… oh gitu kak? ah tapi aku masih pengen merasakannya sendiri, hehehehe….
      pengen merasakan saljuuu dan motretin landscape yang seluruhnya ketutup salju putih. beuhh….

      tapi ga tau nih dinginnya bisa ke handle ga ya, haha

  2. Comelnya foto-fotonya Kak! Sensasi dinginnya nyampe sini! One day aku pengin bisa ngfoto kayak yang Kak Ady lakukan! Keren banget!

    1. comel tuh lucu kan ya?hahaha…soalnya comel disini tuh artinya ceriwis, bawel, banyak ngomong, hehe…
      pasti bisa dan akan lebih bagus lagi, syifana kan ada di era setelah aku, pasti di masa depan, pasti akan ada hal-hal baru yang bisa jadi ga bisa aku ikuti lagi. begicuuu

  3. Hujan dan basah indah untuk difoto. Kalau di Indonesia, dingin di luar belum tentu hangat juga di rumah karena rumah jarang ada heater. Hmm… tapi pernah saat dinas ke Jepang, heater di hotel agak rusak (coba ya) padahal di luar bersalju, alhasil tetap dingin…
    Rasanya, lebih prefer tinggal di Indonesia saja.

    1. waduuuh.. dikunjungi blogger senioooor,
      selamat datang kak Zizy! *duh, aku jadi salah tingkah gini, hehehe

      aku belum pernah ngerasain dinginnya musim dingin, apalagi salju, tapi pas kemping di papandayan juga udah bikin merinding sih, apalagi kalo musim dingin bersalju di Jepang yang heaternya rusak, wah…

      Tapi, aku tetap ingin merasakan sendiri musim dingin dan salju dengan tangan sendiri.

      btw, terima kasih kak Zizy atas kunjungannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s