Fase dalam hidup

Circa 2014. Dipatiukur, Bandung. Warteg pejuang skripsi

Sore-sore, hujan baru reda. Selepas maghrib, perut lapar. Ga sampai disitu, kepala pun panas. Banyak yang harus difikirkan. Terutama skripsi yang ga maju-maju dari bab 1.

Waktu itu, skripsi rasanya seperti mimpi buruk buatku dan temenku yang lagi nambahin kecap ke nasi wartegnya dengan tatapan kosong tanda banyak fikiran.

Akupun cuma bisa tersenyum getir sebagai upaya mengurangi stress-tapi-ga-berhasil. Tapi beneran, lucu aja pas ngelihat lauk pauk yang dia ambil cuma daun singkong dan tahu kuning. Entah ngirit, diet, atau ga sadar cuma milih itu aja saking banyak fikirannya.

Pokoknya keberadaan dan keadaan temenku ini membuatku merasa sedikit lebih baik. Setiap melihat dia, aku merasa punya teman sependeritaan, yang bahkan kayaknya lebih kusut dariku.

Dan disitulah letak kesalahannya. Merasa lebih baik karena merasa punya teman yang nasibnya sama, yang akhirnya membuatku jadi santai dan malah mengurangi motivasi untuk menyelesaikan skripsi secepat mungkin.

Tapi apapun itu, semuanya sudah berlalu. Sekarang kami berdua udah lulus, udah bekerja dan berkeluarga. Fase itu mungkin adalah fase yang harus dilewati oleh orang-orang seperti kami yang ‘salah jurusan’ tapi merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan apa yang kita udah mulai.

So, seberat apapun ujian dalam hidup ini, yakini kalo level kesulitannya sesuai dengan kapasitas dirimu untuk mengatasinya. Yang penting, jangan berhenti apalagi menghindar. Hadapi dan selesaikan sekemampuan.

Reward-nya sangat sepadan.


Maaf ya kalo tulisan kali ini kayaknya ngalor ngidul ga jelas. i feel uninspired, bahkan setelah 4 jam depan laptop mencoba memikirkan sesuatu untuk ditulis, hahahaha…

Tapi biar lebih nyambung, i have a question: Pernahkah kamu mengalami satu fase masalah dalam hidupmu yang membuatmu terasa berat menjalaninya, but at the end you’ve made it trough? Pelajaran apa yang bisa kamu ambil dari fase itu? can you share it with me here?

6 thoughts on “Fase dalam hidup”

  1. Ya pernah donggg, nggak ada kayaknya jalan hidup seseorang yang mulus mulus saja πŸ˜† Even untuk mereka yang terlihat hidup selalu bahagia, pasti punya fase berat, hanya beda ‘area’ 😁

    Kalau saya, yang pasti pelajaran yang saya ambil adalah, try to keep being strong, especially saat being strong adalah the only way yang bisa saya lakukan untuk melewati setiap cobaan hidup saya πŸ˜‚ hehehehe. Jujur kalau ditanya fase terberat apa, saya nggak tau mana yang terberat, yang pasti saya pernah melewati masa-masa berat, meski mungkin for some people, beratnya saya itu nothing di mata mereka πŸ™ˆ Yaaa kan kekuatan setiap orang beda-bedaaa, yaaa πŸ˜† Wk.

    Yasudah itu saja, yang penting kita semua bisa melewatinya, Dy, dan semoga ke depannya, kita bisa terus melewati apapun masalah yang hadir dalam hidup kita 😍 SEMANGATS!

    1. iya kak, dari skripsi juga aku tahu kalo menghindar,, lama lama harus dihadapi jg (menghindar dgn nambah 1 semester,hehe) trus di semester yang tambahan, aku hadapi aja dan usahakan sebisa mungkin, walaupun ga bagus-bagus amat, tapi aku lulus juga, beres jg.
      dan betuul… setiap orang beda-beda kadar masalahnya, ga bisa disamain πŸ˜€

      Terima kasih kak Eno untuk inputnyaa

  2. Ya pernah dan banyak lah… Nggak mungkin nggak.

    Kalau dijadikan daftar ya bakalan panjang. Apalagi wat saya yang sudah 50 tahun. Jangan ditanya lagi saat-saat seperti itu.

    Hidup akan selalu menghadirkan tantangan, karena itulah sebaiknya kita belajar menikmati tantangan itu agar tidak merasa diberatkan oleh kehidupan.

    Enjoy the process.

    1. dari cara pak Anton bertutur dan berbagi ilmunya juga sudut pandangnya, aku mah ga sangsi kalo pak Anton pasti banyak pengalamannya.

      Ah iya pak, siap! mulai belajar melihat masalah hidup sebagai tantangan yang harus dinikmati proses solvingnya dan belajar teruss…

      Pak Anton, terima kasih untuk komentarnya, selalu senang dapet komen dari pak Anton πŸ˜€

  3. hiks hiks pernahh bangetttt dan sering hahaha
    bahkan muncul pemikiran penyesalan soal masa lalu, kenapa dulu kok ga begini, kenapa dulu kok ga yakin buat pilih itu, coba seandainya dulu aku ambilpilihan itu mungkin sekarang nggak kaya gini
    sering banget pemikiran kayak gini muncul

    caranya ya mencoba menerima keadaan sekarang ini dan dikerjakan dengan semampu dan sebaik kita aja. seperti yang dibilang mba eno dan pak anton juga

    1. betuuul… apapun yang telah terjadi dalam hidup kita, ga bisa dipungkiri itu semua adalah hasil keputusan kita sendiri, nah kalo di masa lalu sering nyesel karena ga melakukan sesuatu, semoga kedepannya selalu mau untuk ambil kesempatan dan jangan overthinking lagi.
      karena memang, penyesalan itu biasanya lebih susah dilupakan untuk hal-hal yang tidak dilakukan, karena kyk penasaran gitu.

      ayoa ainun, kalo ada kesempatan bagus, jangan overthinking, hajar aja, gpp kalo salah juga, karena disitu kita bisa belajar dan jadi lebih baik lagi.

      Semngat Ainun!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s