Karena hidup tak selamanya sama

Circa 2013. Pantai Ujung Genteng, Sukabumi. Expression

waktu merubah semuanya

Di atas adalah foto yang kuambil pada tahun 2013, di pantai Ujung genteng. Mereka semua adalah teman-teman kosan ketika aku masih kuliah. Kami semua berkuliah di tempat yang berbeda-beda tapi ngekos di tempat yang sama, ada yang dari Unpad, Unikom, ITB, Unpas, dan beberapa lainnya.

Melihat foto ini dengan segala keceriaan yang tertangkap kameraku, lalu membayangkan muka-muka mereka hari ini yang sering nampang di sosial media. Wow, waktu merubah segalanya, dari fisik hingga karakterpun ada yang berubah. Sometimes, i still amaze.

Dan bukan hanya itu yang terfikirkan, akupun merasa diingatkan kembali bahwa memang pertemanan itu ga ada yang abadi, dan ini bukan tentang kesetiaan, tapi memang begitulah jalan ceritanya. Pada waktu itu, kebetulan jalan cerita hidup kami semua sedang bersinggungan di kosan itu sebagai sesama mahasiswa perantauan dari luar Bandung.

Sekarang, dengan dunianya sendiri-sendiri, kami semua menjalani cerita hidup yang jarang sekali bersinggungan.


lanjutkan pekerjaan: dokumentasi

Setiap aku menyadari tentang betapa menyenangkannya melihat foto-foto lama yang mampu menggugah cerita dan peristiwa di masa lalu, setiap itulah aku selalu ingin berterima kasih kepada diriku sendiri yang dengan tanpa lelah dan bosan, mau memotret dan mengabadikan momen-momen seperti ini, mendokumentasikan, dan rela untuk tidak berada didalamnya.

Terima kasih adynura di masa lalu untuk foto-fotonya, berkatmu, aku yang sekarang bisa melihat-lihat momen di masa lalu dengan gambaran yang teramat jelas. Dan akupun tahu persis kalo aku harus melanjutkan pekerjaanmu menangkap dan mengabadikan momen di hari ini untuk adynura di masa depan.

Tapi mungkin, kali ini aku harus lebih rajin in frame agar diriku di masa depan tak terlalu sedih karena ketiadaan dirinya sendiri di perjalanan fotografinya.

Mungkin aku agak sering menyampaikan hal ini di masa lalu, tapi aku akan terus mengingatkan kamu tentang pentingnya mengabadikan momen-momen yang terjadi di hari ini untuk dirimu sendiri di masa depan. Ga harus fotografi, bisa tulisan, bahkan video yang lebih lengkap. Yang penting, kamu udah membuat sesuatu, oleh-oleh untuk dirimu di masa depan.


maybe next time

Sebetulnya ada banyak yang ingin kuceritakan tentang momen maen ke Ujung Genteng ini, tapi kayaknya bakal panjang. Intinya, kita dapet semuanya dari seneng, susah, sampe ke lelah yang bikin bete, hahaha. Tapi, apapun itu yang terjadi di masa lalu, selalu menyenangkan untuk dikenang.

Oke deh, biar foto di atas ga terlalu kesepian, aku akan share beberapa foto lainnya di tempat yang sama dengan momen yang sama.


closing statement

Sekali lagi, aku menghimbau rekan-rekan semua yang membaca ini, jangan lupa untuk lebih sering mendokumentasikan momen-momen dalam hidupmu, ga harus sesering setiap hari, ga harus foto juga, dan ga harus dipublish di sosial mediamu.

Kelak, dirimu di masa depan akan berterima kasih kepadamu karena mau rajin mendokumentasikan kehidupanmu.

Dan untuk blogger yang rajin update seperti kamu, sebetulnya kamu udah melakukannya dalam bentuk tulisan. Kamu hanya perlu komitmen untuk terus melakukannya, untuk dirimu di masa depan dan untukku sebagai pembaca setiamu.

Akhir kata. Sekian.

ps: untuk yang belum tahu, maniakmenulis.com udah bikin forum untuk mewadahi para blogger untuk…. berforum lah. Kalo kamu merasa kesepian sebagai blogger dan ingin blog kamu lebih rame lagi, jangan mikir dua kali, gih kesana, daftar dan seru mereka untuk mengunjungi blog kamu yang sangat layak dikunjungi itu. Aslik, ga akan nyesel.

8 thoughts on “Karena hidup tak selamanya sama”

  1. Agree, capture moments nggak selalu untuk di-publish di sosial media, karena tujuan aslinya untuk disimpan sebagai hadiah pada diri kita dimasa depan karena sudah berjuang melewati hari-hari dimasa silam dengan penuh semangat *ahayyyy* πŸ˜‚

    By the way, Ady fotonya bagus-baguuuus ih, padahal usianya sudah lama, I mean usia fotonya sudah masuk 8 tahun tapi tone-nya masih clear πŸ˜† Suka lihatnyaaa ~ lanjutnya yaaa Ady, agar Adynura dimasa depan bisa berterima kasih sama Adynura dimasa sekarang πŸ₯³

    1. justru itu yang membuatku ga bisa lepas dari menggunakan film (meskipun mahal banget sekarang rol filmnya) yaitu tone-nya yang timeless..

      terima kasih kak Enooo…
      siap, selalu mendokumentasikan. kak Eno juga yaaa…

  2. Part awal dari tulisan ini.. deep banget 😭. Aku jadi teringat masa-masa bersama teman-temankuuu dan takut membayangkan masa depan tanpa mereka 😭. Aku harus benar-benar memperbanyak menangkap foto saat kebersamaan kami nihh sebab biasanya aku suka malas foto-foto kalau udah ngumpul πŸ˜‚ tapi aku sadar, nggak semua momen bisa diingat tanpa bantuan foto. Thank you Kak Ady for the reminder πŸ™πŸ»

    Anyway, dari foto-foto di atas, nggak ada Kak Ady sama sekali? 😱

    1. ga ada Lia, aku jarang banget in frame, ya itulah kyknya salah satu pengorbanan jadi seorang tukang foto,, jarang difotoin orang dan suka ga inget jg sih pengen difotoin orang.

      tapi kedepannya kyknya mau dipersering in frame walaupun kayaknya cuma disimpen aja, ga di share, hahaha.. ga pedeee πŸ˜€

  3. Kak Ady, kok postingan ini malah bikin aku berkaca-kaca ya?? Ku pikir yang mikir seperti itu cuma aku loh, serius 😭 Tentang pertemanan dan waktu yang berubah. Ternyata, “ada orang-orang yang datang ke kehidupanmu hanya untuk mampir” itu bener banget. Kadang, aku terlalu sedih kenapa ya manusia nggak bisa stay in long term? Tapi memang begitulah manusia. Punya jalan kehidupan yang berbeda-beda. Dan sometimes memang nggak bersinggungan dengan jalan kita. Makanya nanti ada beberapa orang yang udah nggak exist lagi di circle kita.

    Terus, untuk mengabadikan lebih banyak momen untuk diri sendiri sebenarnya sedang aku lakukan juga Kak. Iya, apalagi kalau bukan menulis di blog. Dan seperti yang Kak Ady bilang, nggak harus juga dipublish.

    Terimakasih loh Kak Ady, sudah menulis tulisan tentang kontemplasi yang dalam ini 😊

    1. iyah ana, manusia ya pada dasarnya seperti itu, tapii.. ada jg kok pertemanan yang bisa bertahan lamaaa banget, asal kita bisa memanage-nya aja, tapi ga akan terhindarkan kalo soal intensitas pertemuan akan merenggang karena masing-masing jadi punya urusan sendiri-sendiri, kecuali sama sohib kerja bareng.

      tapi dimana ada pertemuan, ada juga perpisahan, kita sebagai manusia harus menerima fakta itu. ga ada yg abadi…. tapi foto bisa menyimpan lebih lama daripada memori kita, makanya dokumentasi itu penting untuk kita di masa depan.

      Ana, nikmatilah hidupmu, coba semuanya, embrace making mistakes and learn from it, be better you.

      dan jangan lupa untuk foto-foto, hehehe…

      semangat!

  4. yup dan dokumentasi adalah satu satunya bentuk kenangan yang bisa kita lihat lagi.apalagi melihat foto foto lawas ketika kuliah seperti ini, bisa bikin ketawa sedih sendiri jika diingat-ingat historynya
    ngeliat foto begini aja jadi keinget temen temen yang mana yang suka ngebanyol, yang mana anak yang pendiem, terus tiba tiba berubah 180 derajat mungkin di saat ini.
    baiklah aku akan lebih sering mengabadikan momen dan menyimpan foto foto dengan baik.

    kadang nih aku kalau simpen foto suka kocar kacir dimana mana πŸ˜€

    1. ahahaha… iya ainun, lebih sering lagi dokumentasikan momennya, ga harus setiap hari, tapi setiap ada momen menyenangkan, jangan lupa untuk mengabadikannya, untuk kenangan dan cinderamata untuk kamu sendiri di masa depan.

      Yeay!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s