Feel at home

Oct, 2018. Malangbong, Garut. Home.

Setahun sudah aku belum pulang. Padahal jaraknya hanya dua jam perjalanan, tapi perbedaan kota di tengah situasi seperti ini membuatnya sedikit lebih rumit untuk dilakukan. Hmmm…. i miss my parents at home, i miss home.
*btw, setahun disini adalah: Des 2020-Feb 2021

Bicara tentang rumah, setiap aku merindukannya juga orangtuaku, satu cara yang kulakukan untuk mengobatinya adalah dengan melihat foto-foto lamaku khususnya foto-foto yang kuambil di rumah orang tua. Seperti foto di atas, penampakannya seperti foto random yang pastinya tidak akan menarik untuk kebanyakan orang, tentu saja. But again, there’s always a little story behind every picture i took.


Waktu itu, sore yang cerah dengan semburat sinar jingga yang menyenangkan mata, aku duduk-duduk di lantai dua di tempat biasa bapakku duduk dan terdiam layaknya seorang introvert sejati yang lagi recharge energi.

Kamera siap di tangan karena aku tahu kalo sorenya akan secerah itu dan aku berharap untuk memotret sunset. Sambil duduk, akupun melihat menerawang jauh ke luar. Apa yang kulihat waktu itu persis seperti foto di atas. Cahaya semburat jingga yang jatuh menerpa tembok di sisi kanan, lengkap dengan jemuran handuk yang sudah kering.

Aku duduk persis seperti posisi duduk bapakku di tempat yang sama. Akupun berfikir, inikah pemandangan yang setiap sore bapakku lihat sambil duduk menikmati kesendirian? Because i feel at peace at the time. i don’t know why, but its just beautiful. i feel… at home.

Itulah kenapa, foto di atas, foto yang tak ada sesosokpun manusia di dalamnya tapi masih mampu mengobati kerinduanku akan rumah dan seluruh isinya.


Jadi, itu dulu aja untuk kali ini, masih seringan dan semoga semudah itu juga untuk dimengerti. i’m not that good in storytelling, but i try to and learning by doing it.

16 thoughts on “Feel at home”

  1. Waah senja yang mendamaikan! Entah kenapa, aku juga suka sama cahaya senja. Apalagi kalau pas menerpa ke wajah, rasanya seperti disirami cahaya Ilahi πŸ˜‚

    Semoga Kak Ady bisa segera pulang ke rumah orang tua Kak Ady, ya! Dan berkumpul bersama orang tua Kak Ady. Anyway, bapaknya Kak Ady kayaknya mirip-mirip gitu deh sama aku, suka sendiri untuk re-charge energi, heheh πŸ˜‚

    1. akupun sebagai pemotret selalu mengidamkan sinar senja, selalu tampak bagus di foto.

      aamiin, syifanaaa… thank you.

      dan sifat bapakku nurun juga padaku, hehe..

      btw, kemana aja hey kamu, blognya kemarin ga bisa diakses pula

      1. Wkwkwk sekarang sudah bisa diakses lagi Kak, biasa mood cewek Kak πŸ˜‚

        Kak Ady introvert juga ya?

      2. kayaknya sih begitu, soalnya aku cepet cape kalo kelamaan ngobrol sama banyak orang, dan lebih menikmati kalo lagi sendiri, ga usah ngobrol apa-apa, cuma me time aja, sambil recharge.

  2. Haloo mas Ady, salam kenal. Melihat foto-foto di blog ini, menurut saya keren sekali.
    Btw, semoga mas nya bisa segera pulang dan kondisi yang sudah agak aman di tengah pandemi (yang tak tahu kapan selesai) seperti ini yaa.

    1. Waah… terima kasih banyak mas Dodo! selalu senang kalo ternyata ada yg suka foto-fotoku πŸ˜€

      😦 iya nih, semoga cepet berlalu yaaa… jadi aku bisa pulang ke rumah kapanpun aku mau

      terima kasih mas Dodo!

  3. mas Ady asli Garut kah?
    dibenakku yang terlintas dengan Garut adalah kotanya yang adem, deket sama pegunungan.
    mungkin karena dulu sering makan dodol garut ya, dan waktu overland java waktu masih kecil lupa lupa ingat sepertinya pernah mampir ke Garut
    rindu rumah aku rasakan waktu pertama kali kos jaman kuliah, setelah sekian tahun dikota asing, hanya sesekali pulang kampung.
    tapi kalau udah kangen pulang, yaudah pulang tapi nggak lama lama juga.
    menikmati senja seperti ini dari dalam rumah saja sudah seneng ya, apalagi kalau semburat sinarnya cakepp

    1. iya kak, aku asli Garut, hehehe..
      dan betul, di kampungku udaranya adem, suasananya tenang, ya kampung deh pokoknya… hehehe

      wah, dulu kuliahnya dimana?trus aslinya orang mana emangnya kak?

      Senja dan semburat sinar, itu surga banget sih, selalu bagus untuk difoto, ga pernahh salah, dan seringkali akupun suka menikmatinya dengan mata kepala sendiri, tanpa harus memotretnya.. karena seindah ituuu

      1. Dulu kuliah di Malang. Tapi asli orang Jember
        Sama ini nih Sukabumi, aku penasaran sama kota ini. Jawa barat ini kotanya adem adem

      2. oooooh…
        iya ya, sukabumi sepertinya adalah tempat yang menenangkan, tapi aku pribadi belum pernah ke Sukabumi…*parah ya padahal sama-sama jawa barat

        huhuhuhuuuu….

  4. Saya malah suka banget foto-foto kayak gini, Ady. Sederhana. Cantik pula. Saya punya banyak banget foto rumah orang tua, sampai tanaman segala ada wakakak. Btw jadi ingat, Bapak saya juga punya kebiasaan duduk sore di halaman depan rumah. Duduk saja, diam-diam sambil memperhatikan langit yang lama-lama makin gelap. Pas sudah ada ancang-ancang adzan, doi masuk ke dalam, pakai sarung dan peci, terus ke masjid. Kalau pas lagi pulang, saya suka temani duduk sore sambil ngobrol atau ya diam-diam saja sambil baca buku.

    1. Persis, bapakku jg begitu, tapi bukan di teras, tapi di spot itu.

      duh,jadi makin kangen nih sama babeh… 😦

      mbak Justin, terima kasih kunjungannya, ,selalu senang kalo dikunjungin mbak Justin

  5. Cakep fotonya Ady, suka deh yang dark-dark begini, kasih kesan gloomy but warm πŸ˜‚ By the way, saya melankolis amat, yaaaa. Sukanya yang gloomy kayak foto di atas. Hahahahaha πŸ™ˆ

    1. iya sih ya, kalo aku perhatiin, foto-foto di blognya kak Eno juga agak gelap-gelap gitu ya… tapi kalo foto di korea pas summer kayak gimana tuh kak? jadi penasaran sama foto pas siang harinya… bisa tetep moody dan dark juga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s