Kesibukan

Beliau adalah Bapakku, tapi di foto ini, beliau bukan sebagai bapakku melainkan kakeknya keponakanku.

Seperti terlihat di foto, bapak sedang ‘berkarya’ membuat sesuatu untuk mobil-mobilan cucunya yang sudah rusak. Bapak membuat semacam isi badan untuk mobil-mobilan berwarna biru yang tergeletak menyisakan rangkanya saja agar lebih kokoh dan bisa dimainkan kembali.

Sebetulnya ibunya sudah membelikan mainan baru untuk si anak, tapi karena bapakku sayang sama cucunya dan juga punya banyak waktu luang, maka kegiatan seperti itu, kesibukan membuat atau membetulkan sesuatu memberinya kesenangan.

Lihat saja wajahnya yang begitu antusias, padahal bapak bukan pengrajin kayu, tapi terlihat begitu menikmati waktunya dalam membuat sesuatu yang bisa membuat cucunya senang.

Menurutku, bukan masalah mainan rusak atau sayang cucu, tapi bapakku merindukan kegiatan dan kesibukan. Kesibukan yang memberi manfaat untuk orang lain, dalam hal ini adalah kebahagiaan cucunya.

Lucu ya, bapakku yang sudah pensiun merindukan kesibukan melakukan banyak hal, sedangkan aku dan mungkin kebanyakan orang seusiaku di usia produktif malah merindukan untuk hidup yang slow, ga hustle lagi mengejar dunia, selalu senang ketika libur atau weekend tiba.

Selain itu, aku juga cukup iri dengan keponakanku yang masa kecilnya masih bisa main dan disayang oleh kakeknya, karena aku tidak punya memori sedikitpun dengan sosok kakek baik dari ibuku atau dari bapakku. Mungkin karena aku anggota keluarga terakhir, hidup ketika kakek-kakekku sudah tiada.

Oh iya, bicara tentang ponakanku, kebetulan aku ada fotonya

Hahaha… foto rambutnya aja dulu ya :p
ini foto kuambil beberapa tahun yang lalu, kini anaknya udah bocah SD, kerjanya main game mobil atau nonton youtube gamer yang lebih kayak radio soalnya nyerocos terus youtubernya. Hadeuuuh… anak jaman sekarang ya. hape melulu.


Btw, kali ini aku ga punya pertanyaan. cuma mau bilang… Thank you for keep coming back into this blog.
i love you guys, termasuk buat yg silent reader juga.

Sekarang mau lanjut curhat di wadah yang satunya lagi, haha.

Have a good night, my good friends.

Best regards,
Adynura, the weekend lover.

8 thoughts on “Kesibukan”

  1. Manusia kadang suka kebalik-balik ya 🀣 saat kecil ingin cepat besar, saat udah besar ingin kembali ke masa kecil. Saat di usia produktif inginnya chill, saat udah waktunya chill, malah bosan juga 🀣. Beginilah hidup wkwk. Tapi aku salut dengan Bapak karena masih ingin menyibukkan diri di masa-masa chill-nya sekarang. Semoga Bapak sehat selalu 😊

    Aku juga senasib dengan Kak Ady, Nggak pernah ngerasain yang namanya memiliki Kakek karena sewaktu aku lahir, semua Kakekku udah tiada πŸ˜‚. Kadang suka iri melihat orang yang masih punya Kakek sambil membayangkan kalau Kakek-kakekku masih ada, bagaimana hubunganku dengan mereka saat ini? *jadi mellow*

  2. Bapaknya kakek teladan yah πŸ˜€ sayang cucu. Tapi bagus tetap aktif. Karena dg aktif kita jadi sehat..semoga sehat selalu bapak dan keluarga ya

  3. Baca cerita Ady soal bapaknya Ady, jadi ingat simbah saya yang laki-laki, dulu waktu saya kecil, simbah saya hobi banget buatkan saya mainan dari kayu hahahaha. Terus ajak cucunya main-main pokoknya gerak teruuuuus, simbah saya justru kalau diam yang ada sakit badannya πŸ˜‚ Mungkin itu yang dirasakan oleh bapaknya Ady, hehehe, tapi bapaknya Ady masih terlihat muda lho 😍

    Sehat selalu untuk bapak ya, Dy ~ 😁

    1. aamiin, terima kasih doanya.

      itu foto beberapa tahun yang lalu kak,sekarang… hmmm.. udah keliatan banget. seringkali sedih sih kalo ngeliat orangtua menua dan kita ga bisa selalu disamping mereka. 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s