The one

Hola, selamat tanggal 1! biasanya di hari pertama tahun baru itu suka banyak yg tiba-tiba nulis “bla bla bla pertama di tahun 2021” di postingan sosial medianya. Sekarang masih gitu ga sih? atau udah basi kali ya. Tapi, meskipun basi, tulisan ini memang blog post pertamaku di tahun 2021, hehe…

Dan untuk post pertama di 2021 ini, sudah waktunya nge-publish foto-foto prewedding-nya Eka yang tanggal 29 kemarin sudah melangsungkan pernikahannya.

Tadinya ga kepikiran foto-foto ini dan sempet bingung mau ngepost apaan. Tapi tiba-tiba teringat lagi pas lihat postingan Pemimpi. Syukurlah, ternyata ada stok foto yg belum keluar. πŸ˜€

Btw, satu hal yang dari tadi kufikirkan pas milih-milih foto untuk ku post disini. Dari sekian banyak foto yang kuambil, ternyata hanya satu yang benar-benar membuatku senang. Hanya satu. Foto di atas.

*Tapi untunglah Eka dan Rico merasa puas dengan kebanyakan foto.

Aku merasa kalo foto di atas adalah satu-satunya foto yang sukses menangkap chemistry dari keduanya. Eka yang tersenyum lebar sambil nyeritain sesuatu dengan penuh semangat dan Rico memerhatikan dengan mata yang terlihat seakan berbicara “i’m the luckiest man on earth“.

Cekrek! that’s the one.

Sebenarnya foto lainnya pun ga jelek (buktinya eka dan rico tetap senang), tapi selalu agak kurang memuaskan untukku pribadi karena sulitnya mencairkan raut muka kekakuan dari Rico.

Ini PR banget sih buatku, kedepannya harus bisa mendapatkan lebih dari satu foto yang memuaskanku, dan juga harus bisa mendekatkan diri agar si pasangan tidak melihatku sebagai fotografer aja, tapi sebagai teman dekat yang bisa sangat santai dan tetap menjadi diri sendiri ketika kufotoin.

So, here’s the rest, dan kalo boleh tahu.. adakah yang paling kamu suka? dan kenapa?

11 thoughts on “The one”

  1. Kak Ady, jujur fotonya bagus-baguus. Aku bingung harus pilih yang mana. Karena tone yang suasana dan pemandangannya langit biru itu selalu jadi favoritku😍 kelihatan menyatu sama rumput yg hijau, tapi saturasinya ngga mencolok gitu, melainkan jadi sendu dan enak dipandaang.

    Hmmm tapi kalau betul-betul disuruh milih, yang paling jadi favoritku ada tiga. Dua potret, satu landscape (yang bergandengan tangan dari belakang, karena pasangan pria nggak akan kelihatan kakunya, hehe. dan suka bangeet sama foto ini). Sementara yang duanya lagi itu foto potret kedua dari atas dan foto potret kedua dari bawah😍😁

    1. tapi yang BW itu aku jugaaa suka haha, jadi bingung lagi, kanπŸ˜† karena memang betul bagus-bagus, kak Ady. Jadi semangat terus yaa kak!😍

    2. wah menarik nih pilihannya,
      dan iya ya, PR banget sih mencairkan kekakuan, karena tentu bukan salah mereka, aku sbg pemotret yg harus effort mendekati dan bikin suasana lebih nyaman, kalo temen kuliahku mah kan udah sering banget kufoto, jadi udah biasa πŸ˜€

      Thank you awl buat pilihannya, insight yg penting buatku πŸ™‚

  2. Yahhh, susah banget kalau disuruh memilih πŸ˜‚ semuanya bagus-bagus dong! Wkwk
    Tapi favoritku yang pertama adalah pose yang di tengah ladang dan keduanya sedang merem sambil sedikit dongak ke atas. Lihatnya kayak mereka sedang merasakan ketenangan, beristirahat sejenak menjelang hiruk pikuk hari-H. Kalau yang laki-laki ekspresinya lebih lepas lagi, pasti akan jadi lebih bagus wkwkwk
    Tapi Kak Ady, Kakak udah melakukan yang terbaik! Sungguh. Aku suka semua hasil foto Kakak 😍

  3. Happy new year Ady!!

    Bagus-bagus semua ini sih fotonya, susah kalau disuruh milih hahaha. Tone warnanya cakep deh, soft gitu kesannya.. Tapi setuju sih sama Ady, di foto pertama itu chemistry mereka kelihatan jelas, mungkin karena sebenernya mereka lagi ga pose?

    1. Happy new year to you too, Eya!

      Nah itu yang paling kusuka sebetulnya, nangkep momen yg mana orangnya ga ngeuh lagi difoto, biasanya lebih dapet (in my opinion)

      Eya ngapain aja liburnya?

  4. Semuanya bagus menurut saya Dy, susah pilihnya hahahahaha, tapi memang foto pasangan cowok itu agak tricky ya, pernah dengar cerita teman saya yang juga jadi fotografer, paling susah kalau harus membuat relaks pasangan cowok, apalagi jika fotografernya teman pasangan cewek dan nggak kenal sama yang cowok hehehehehe πŸ˜‚

    Biasanya kalau teman saya, caranya biar bisa relaks dengan ketemu dulu beberapa hari sebelum hari H untuk foto-foto. Nah pada pertemuan pertama itu bisa makan sambil tukar cerita, jadi saling kenalan. Ini casenya jika fotografer nggak kenal pasangan cowoknya. Sebab cowok kan agak kaku kalau ada cowok nggak dikenal di sekitar mereka. Ya nggak? πŸ˜† Kata teman saya, cara ini cukup berhasil, karena setelah saling kenal dan membaur, jadi lebih mudah mau foto di hari H πŸ˜†

    Wish, ke depannya semakin banyak orderan fotografi ya, Ady 😍

    1. tips yang bagus banget… nanti kalo ada yg mau pake jasa fotoku lagi, akan kuingat tips kak Eno ini, apalagi kalo samasekali ga kenal keduanya, pasti harus ada sesi kenalan + bahas mau foto apa. itu esensial sepertinya.

      Kalo case temenku ini, cowonya domisili jkt dan sibuk kerja, jadi pas prewed ini adalah jadwal yang udah ditentukan jauh hari dan bisanya cuma hari itu aja ke Bandungnya.
      Lesson learned.

      Aamiiin, terimakasih kak Eno.
      doanya untuk kak Eno juga, semoga bisnis-bisnisnya makin sukses!

  5. Dapat satu yang memuaskan diri sendiri itu sudah bagus banget Dy.. hahaha.. saya sering ga dapat satupun yang memuaskan saya, meski pasangannya puas, tetapi secara pribadi saya ga..

    Kalau kesan yang saya dapat dari foto-foto di atas itu “PANAS”.. wakakaka.. soalnya sinarnya kuat sekali, terang banget…Nggak tahu apa memang konsepnya begitu, atau karena kesiangan motretnya

    Tapi kalau disuruh milih yang terbaik, benar kata Ady.. yang pertama itu yang paling “kena” dari yang lain (biarpun yang cowoknya masih keliatan agak kaku , seperti biasanya cowok) hahahaha

    1. pak Anton tahu banget..
      nah ini salah pengalaman yang jadi pembelajaran juga pak Anton, ternyata pagi-pagi pas terbit itu dan kena matahari langsung itu ga begitu bagus, kuning banget warna cahayanya, emang paling enak itu cahaya shades yg soft atau langitnya yg cerah berawan

      next time mah kalo pagi, max paling siang jam 7 deh, mending sore kyknya kalo motet outdoor πŸ˜€

      pokoknya banyak banget pelajaran berharganya.

      akuu bersyukur banget client tetap suka, fyuhh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s