Tangan itu

Selamat hari ibu, mamah.
Meskipun aku sangat setuju kalo untuk mengucapkan kasih sayang, minta maaf, rasa terima kasih, memberi hadiah kepada ibu kita itu jangan hanya setahun sekali di tanggal 22 Desember namun setiap saat tanpa batas waktu, tapi kadang untuk orang-orang yg tidak mudah mengungkapkan perasaannya bahkan terhadap ibu sendiri, hari-hari seperti ini sangat berguna agar lebih berani mengutarakan perasaan yang menggunakan hari ibu sebagai alasan.

Sebetulnya aku sama sekali tidak punya kata-kata yang pas untuk menggambarkan ketulusan rasa kasih sayang dari seorang ibu terhadap anak-anaknya selain daripada makna kasih sayang itu sendiri.

Tangan itu, mungkin tangan itu adalah tangan pertama yang memegang jemariku ketika aku lahir, dan pastinya tangan itu juga yang pertama menyuapiku makanan agar aku terus hidup dan bertumbuh kuat, Dan aku yakin tangan itu juga yang pertama mengusap air mataku ketika aku menangis karena lapar atau sakit.

Tangan itu, tangan pertama yang melakukan sejuta hal untukku agar suatu saat aku bisa berdiri dengan kaki sendiri, mengejar mimpiku sendiri, meskipun pada akhirnya kaki-kaki ini juga yang membuatku harus menjauhinya demi tujuan hidupku sendiri.

Kini, tangan itu sudah tampak keriput dan bintik hitam. Aku lupa bahwa tangan itupun tak luput dari roda waktu yang terus berputar, bertumbuh tua.

Selagi ada waktu, meskipun hanya seperti titik buih di lautan kasih sayang tulusmu, aku akan berusaha mempertahankan simpul senyum di raut wajahmu.

Selamat hari ibu, Mamah. Selamat hari ibu setiap harinya.

foto kakak ipar dengan anaknya.

2 thoughts on “Tangan itu”

  1. Sebagai orang yang sama-sama sulit untuk mengungkapkan perasaan sayang, bahkan ke ibu sendiri, aku juga sangat setuju dengan ada perayaan Hari Ibu. Bener, di hari khusus seperti inilah orang-orang kayak kita ini bisa lebih mudah mengungkapkan sayang ke ibu yaa? Karena kadang orangtua itu senang kalau anaknya bilang sayang 😀

    Bukan berarti juga selain tanggal 22 Desember kita enggak sayang sama ibu. Sayang, cuma susah aja ngungkapinnya huhuhu…

    1. nah begitulah, haha.. tp akan lebih bagus kalo tgl 22 sekarang jadi permulaan untuk nantinya lebih mudah bilang “mama, aku sayang mama..” dan sejenisnya, hehehe

      tp jangan sering2, ntar rasanya ga spesial lagi, dan malah jadi lebih sering curiga mamanya “ada apa nih.. pasti minta duit nih?” hahahaha.. becanda deng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s