Sebuah ketidaksengajaan

21.55wib, hampir jam 10 malam. Baru bisa fokus buat nulis. Sebetulnya aku sudah siap menulis dari setelah isya, tapi saat panda sedang bercerita tentang apapun isi kepalanya, akupun harus menjadi pendengar yang baik. Dan curhatannya baru tuntas 15 menit sebelum aku mulai menulis.

I don’t mind it at all, aku ga pernah keberatan karena aku memang jagonya jadi pendengar, dan paling jelek kalo jadi pembicara, haha…. you can’t be good at both side, right? or this is just me?

Oke deh, cut the basa basinya ya.

——–

So, apa kabarmu di awal minggu ini? dua minggu lagi 2020 akan segera berakhir ya, tulisan-tulisan bertema pergantian tahun sudah mulai bermunculan. Buatku, pergantian tahun is just like another day, bangun jam 4 pagi dan tidur jam 11an, terkadang pas tengah malam.

I live day by day, setiap terbangun di pagi hari adalah satu kesempatan lagi untuk menjalani hari dengan sebaik-baiknya, tapi ga jarang, akupun suka melihat lebih jauh. Salah satunya adalah ketika aku menulis komentar untuk salah satu blog postnya creameno.com yang time capsule.

Di time capsule itu, kak Eno mengajak pembacanya untuk menulis di kolom komentar dengan isi layaknya mengirim surat untuk diri kita sendiri di tahun depan. Dan suatu hari di akhir tahun 2021, kak Eno akan mengirimkan tulisan kita itu dalam bentuk surat ke alamat kita sendiri.

Jadi kita disuruh untuk ‘berkomunikasi’ dengan diri kita sendiri di masa depan.

Tentunya, isi tulisanku kebanyakan adalah tentang harapanku untuk diriku sendiri di tahun depan. Ada banyak deh yang kuharapkan dari diriku sendiri, bahkan mungkin terlalu tinggi karena waktunya cuma berjarak sekitar 365 hari, Haha…

Salah satu harapan untuk diriku itu di masa depan adalah tentang kamera yang ada di foto di atas. Kurang lebih aku bilang kalo aku masih memegang kamera itu di akhir 2021 dan masih menjadikannya sebagai kamera utama dan satu-satunya digital, berarti ada yang salah denganku menjalani 2021 karena tidak berprogress dengan memiliki tools yang lebih baik sebagai seorang fotografer.

Kamera itu adalah DSLR pertamaku dan sampai saat ini masih kugunakan sebagai kamera utama. Meskipun aku sangat setuju kalo yang terpenting itu adalah ‘men behind the camera’ dan kamera hanyalah tools, but i feel it’s no longer good enough to be used in a professional work. lcd-nya udah vignetting dan karet-karet penutup port-port udah berganti lakban hitam.

Tapi sepertinya akupun ga akan sampai untuk menjualnya, udah terlalu jelek kondisinya untuk dijual. Jadi aku berharap 2021 ini dapet job lebih banyak dan bisa beli kamera yang lebih baik πŸ™‚

Btw, aku bukan termasuk orang yang suka menulis resolusi atau harapan di setiap pergantian tahun, tapi ternyata.. saking cerdasnya kak Eno dan polosnya aku, secara tidak sadar, ketika aku menulis surat untuk diriku di masa depan, disitu tertulis juga harapan-harapan atau resolusi untukku di 2021.



Kriik…
..
Ah dasar pisang rajabuluuhh! akhirnya aku menulis resolusi tahunan dengan segamblang itu. bukannya apa-apa, tapi berat cuy! aku terlalu besar menaruh harapan untukku sendiri dalam waktu 365 hari saja.

Salut deh buat kak Eno, ternyata dibalik time capsule-nya bisa juga ‘menipuku’ dan secara ga sadar menghasilkan resolusi yang ga diniatin.

Btw, kamu juga nulis harapan-harapan untuk dirimu sendiri di tahun depan lewat time capsule-nya kak Eno, kan? iya kan? atau… cuma aku aja yang begitu?

Ahiw!


10 thoughts on “Sebuah ketidaksengajaan”

  1. Hiahahaha kenapa pisang rajabuluhh!! 🀣

    Trik Kak Eno memang pintar sekali mengelabui para pembaca ya 🀭. Dari yang biasanya nggak suka menulis resolusi, jadi terpacing menulis hahaha. Kak Eno triknya jago, Kak Ady mudah terpancing #lho

    Aku belum ikutan menulis di time capsule Kak Eno hingga hari ini karena masih belum tahu ingin menulis apa, Kak πŸ˜‚. Aku senang jika Kak Ady udah menulisnya, itu artinya Kak Ady udah punya harapan besar untuk tahun depan. Semoga harapan Kak Ady untuk tahun depan bisa tercapai ya πŸ™πŸ»

    1. hehe, itu semacam umpatan terkasar untuk diriku sendiri, kenapa mudah terperdaya sama jurus kak Eno, haha…

      Lia, if you know apa isi harapanku untuk diriku sendiri dalam jangka waktu setahun, pertama-tama akan aku aminkan, a big AAAMIIIN… karena sungguh bahagia kalo semuanya terwujud di 2021.

      Tapi disisi lain, itu jadi beban untuk aku sendiri. hahaha…
      i never knew that the worst boss is… myself. ngasih target semena-mena πŸ˜€

      But i know myself, orangnya baik, jadi ga pernah marah kalopun target ga terpenuhi, hehe..

      Lia sendiri suka tulis-tulis target atau resolusi tahunan?

      1. Aku bantu doa big AMINN agar di tahun 2021 bisa tercapai semua doa dan harapan Kak Ady hahaha.

        Memang musuh besar manusia adalah dirinya sendiri πŸ˜‚ tapi asal mau berusaha dan Tuhan berkehendak, pasti jalan menuju ke tujuan akan terbuka lebarr.. cie.. Lia bijak cie…

        Aku belum pernah nulis resolusi tahunan πŸ˜‚ wadaw, orangnya ketahuan sangat tidak visioner ya, cenderung mengalir bagai air πŸ˜‚ sangat tidak baik wkwkw

      2. akupun begitu seperti itu biasanya kok Lia, mengalir gitu aja…

        Tapi, mungkin mau bikin satu dua goal yg lebih realistis terwujud, biar jadi ada arah aja langkah kedepan mau kemana..

        Lia, terima kasih doanyaaa..

  2. Canon 500D nya kok agak beda dr yg biasa saya lihat ya..mungkin sudah versi lain..#salfok.

    Jadi mau beralih ke digital sepenuhnya kah?

    Saya mau nanam time capsule beneran….hahaha…mumpung lg di rumah saja..asal gak digali oleh anabul2 saja disangka mainan..

    1. setauku nama EOS 500d untuk jepang dan asia, kalo di US sana namanya jadi rebel T1i,
      ga tau kalo soal ada beda-beda bentuknya ::D

      Aku masih keduanya phebie, Digital maunya buat kalo ada kerjaan yg menghasilkan (profesional) nah kalo film mah kayaknya sejauh ini emang buat hobi, karena suka aja. kalo ada yg mau bayar dari hasil foto film ya syukur, engga jg gpp hehehe

      Wah, ide bagus juga tuh, beneran time capsule, dikubur gitu ya?
      rencananya mau disimpan berapa lama?

  3. Hola Ady, terima kasih sudah ikutan Time Capsule, no worries, Ady bukan satu-satunya yang bermimpi besar 😍 Ada banyak teman lainnya yang menuliskan mimpi-mimpi mereka which is nggak kalah besar. Hehehe. Mana tau betulan dikabulkan semesta, so tugas Ady hanyalah berusaha menjalani hari-hari dengan baik ke depannya sambil merakit mimpi, angan dan cita πŸ˜† Saya turut aminkan doa-doa Ady dan Ady sehat plus bahagia πŸ₯³

    Semangat and good luckkkk! 🌸

  4. Hi mas Ady, hahaha aku juga ketawa baca pisang rajabuluh.

    Kebalikan dari mas Ady yang nggak terlalu suka menulis surat sendiri? Aku malah suka melakukan itu, sejauh ini aku sudah mengirim ke surat ke diriku sendiri. Kalau ms Ady tahu web dear futureme, aku menulis surat untuk diriku di sana. Surat pertama sudah aku terima beberapa tahun silan, sedangkan dua lagi akan datang di tahun 2022 dan 2025. InsyaAllah, kalau umurku panjang, aku bisa membaca surat itu yang aku sendiri sudah lupa isinya apa, karena aku tulis di tahun 2018 if im not mistaken, which is itu dua tahun yang lalu, mau tiga tahun to be exact wkwk.

    Dear mas Ady, jangan ragu buat menulis atau harapan di lembaran kertas, blog, diary atau apapun, karena menurut aku tanpa disadari kita berprogress dan kadang kita sudah mencapainya tapi kita nggak sadar kita pernah menuliskannya, dan ketika kita tahu kita pernah menuliskan itu ada perasaan sayang sama dieri sendiri yang muncul, hehehe, iya, itu pengalaman aku mas.

    Waktu SMP aku ngefan banget sama Tere Liye dan aku menuliskan lists di diary kalau suatu saat aku pengen jumpa dia, eh pas udah kuliah aku jumpa dong dan dapat ttd nya lansung di novelku, tapi aku nggak ingat pernah menuliskannya, pas baca lagi diary jadulku, aku kaget dulu aku nulis tentang dia lumayan banyak wkwk. Eh malah curhat, hahahaha. Apapun itu, aku ikut mengaminkan semua harapan mas Ady, Amiin mas, semoga tercapai harapannya di tahun depan, kita kan nggak pernah tahu kapan pintu langit terbuka, jadi aku aminkan ajaaa.

    1. what?really? ada web yang fiturnya bisa menyurati diri sendiri? wah keren tuh…
      aku sekali-kali musti coba. hehe

      Yang udah terasa dari menulis itu (bukan nulis harapan tp pengalaman) adalah ketika baca ulang, jd semacam nostalgia, mengingatkan lagi masa lalu dengan momen-momen yg kadang konyol tp bikin ketawa.
      Tapi kalo nulis harapan, i guess i will try one, it’s actually not a bad idea…

      Sovii.. terimakasih yaaa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s