Sebuah hubungan

Hello Monday night! hari senin malam, waktunya menulisimu sesuatu.

Ternyata setelah sebulan ke belakang sempat untuk menulis setiap hari disini, tapi kesusahan untuk mengawali tulisan itu masih saja terjadi ya.

Hmm…


By the way, akhirnya aku punya foto-foto baru lagi setelah beberapa waktu ini kalo melihat sesuatu jadi tidak terlalu excited, terasa monoton. Tapi sabtu kemarin berbeda, Bandung dari sisi lain.

Jadi, sebetulnya weekend kemarin adalah weekend kesekian kalinya setelah bilang mau berkunjung ke rumah kakak ipar di daerah Gede Bage dan selalu gagal karena selalu tetiba malas, pengennya di rumah aja.

But not this time.

i wanna go, i need to go out. somewhere new. refreshing my eyes. Hopefully.

Jadilah kita berangkat di sabtu pagi yang cerah berawan, pergi bareng Panda, pake motor, seperti biasa.
Tapi sebelum berangkat, karena ada beberapa jalur alternatif untuk menuju rumah kakak, aku kasih pilihan sama Panda, pengennya lewat mana.
Dia memilih jalan alternatif yang melewati kampung-kampung, katanya biar aku tahu jalanan ini. Jalanan yang belum pernah kulewati selama tinggal di Bandung.

Dan benar saja. Terlihat berbeda dengan yang biasa kulihat (yang mana cuma itu-itu saja). Tempatnya lebih lapang, lebih banyak hamparan datar pesawahan atau sekedar tanah kosong. Ga ada gedung-gedung atau bangunan-bangunan besar.

Disitu aku merasa lebih bisa bernafas, tidak ramai orang, tidak ramai bangunan.
Biasanya, kalo lagi hunting di daerah kotanya, aku selalu lebih fokus dengan manusianya daripada tempat yang didiaminya, tapi disini, aku bisa melihat secara lebih luas, melihat hubungan antara manusia dengan tempat yg ditinggalinya.

Manusia selalu terlihat sangat kecil, tampak remeh di hadapan bumi pertiwi. Tapi disisi lain, manusialah yang mampu merubah alam ini menjadi apapun yang manusia inginkan.

Melihat hubungan kita dengan alam, apakah kita membuatnya lebih baik atau justru sebaliknya? gimana menurutmu?

Meanwhile, ini beberapa foto lainnya yang kudapatkan di sabtu pagi kemarin.
There’s a few more, but for next Wednesday, ya…

Btw, wajar ga sih kalo setiap aku motret, aku ga pernah puas dengan hasilnya, padahal akupun ga tahu foto yang memuaskan itu seperti apa.

Random thoughts:
Setiap kali mendatangi tempat-tempat baru, aku selalu excited. Kira-kira gimana rasanya kalo aku sering traveling, setiap hari ke tempat-tempat baru? hmm…

5 thoughts on “Sebuah hubungan”

  1. Kak Ady, aku suka banget sama foto pemandangannya apalagi di foto ke-2 pas ada motor melintas hahaha. Nggak tahu kenapa, aku suka foto yang itu padahal ada orang melintasnya.

    Anyway, wajar kalau tidak pernah merasa puas dengan hasil yang Kakak dapat. Manusia memang seperti itu kan? Hahaha ada ambisius dalam diri yang membuat ingin terus mendapat lebih. Untuk hal ini, bisa disebut baik, bisa disebut tidak. Kalau rasa ambisius dalam diri malah membawa diri jadi tersiksa, itu artinya kita harus berhenti sejenak dan refleksi diri. Kalau rasa ambisius malah memicu kita untuk terus explore dan berkarya, lanjutkan.

    1. kayaknya cenderung ga begitu baik untukku karena setiap melihat lagi fotonya, ga puas dan jadi ga pede karena ga bagus.
      i know i know…. tp masalah self confidence ini pelan pelan harus kuberangus.

      Lia, again.. terimakasih untuk komentarnya!
      semoga ketidakpuasan ini memicu kita untuk terus explore dan berkarya lebih baik lagi daripada sebelumnya.

      Semangat!

  2. pagi pagi ngeliat view kayak gini, yang jauh dari gedung gedung tinggi, polusi, itu udah sebuah kesenangan, apalagi buat yang tinggal di kota metropolitan
    aku mau tebak background foto yang ada anak kecil sepedaan itu, itu kayak sebuah kampus ya hehehe, model bangunannya soalnya mirip kayak kampus kampus. aku penasaran 😀

    1. hmm, aku jg blm tahu itu gedung apa.. bisa aja gedung sekolah, atau gedung kantor pemerintah, hehe.. tp kyknya sih antara dua itu 😀

      kak Ainun tinggal di Jakarta? (aku cuma inget jakarta kalo bilangnya metropolitan)

      1. hehehe aku tinggal di Jember
        dulu waktu kecil bisa dibilang cukup sering ke jakarta, makin gede makin sibuk di jatim, jadi sesekali aja kalau ada perlu baru ke jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s