a little update & a big favor

Branding…
Personal Branding…
Awalnya aku beranggapan kalo branding itu adalah tampilan luar seperti logo, warna palet, font yang digunakan, pokoknya apapun yang kaitannya dengan visual, karena memang hal tersebutlah yang pertama terlihat oleh orang lain, kan?!

Tapi, setelah nonton beberapa video youtube yang bicarain tentang brand, branding, personal branding, visual look, atau apapun yang terkait dengan brand, ternyata brand itu bukanlah logo karena logo itu hanyalah simbol aja, brand juga ternyata bukan produknya, bahkan brand juga bukanlah tentang promise yang ditebarkan oleh suatu brand, dan brand juga bukan tentang impresi yang ingin dicapai dari para customernya meskipun bisa jadi branding seperti itu, tapi masih kurang pas.

Menurut Marty Neumeier,

Brand is a Customer’s Gut Feeling about a product, service, or company

Marty Neumeier

Jadi, brand itu adalah hasil, brand itu adalah reputasi di mata setiap customernya. Brand itu adalah apapun yang dipikirkan oleh customernya, dan bisa jadi hasilnya sangat bervariatif, tergantung apapun yang difikirkan oleh orang lain atau customernya.

Feedback apapun yang diberikan oleh orang lain tentu saja bisa kita arahkan terlebih dahulu dari cara kita menampilkan diri sejak titik awal terbentuk hingga ada produk jadi yang nyampe ke customer. Semuanya harus align, senada, satu pesan yang sama dari hulu ke hilir.

Makanya, ketika input dari orang-orang tentang brand kita itu sangat bervariasi dan sangat berbeda satu sama lain dan ternyata tidak sesuai dengan message yang ingin kita sampaikan sebagai suatu brand, berarti ada yang salah dengan cara kita ‘menyampaikan pesan’ baik dengan tampilan kita, warna, logo, produk, atau service kita sebagai sebuah brand.

Makin jelas ‘pesan’ yang mau suatu brand sampaikan ke orang lain yang diwujudkan dengan semua tampilan kita dimulai dari logo hingga personality-nya, maka tingkat kesuksesannya makin tinggi.

Kalo marketnya bisa menangkap dengan mudah, paham dengan ‘pesan’ dari suatu brand, maka ketika ‘pesan’ ini memiliki kesamaan pandangan dengan dirinya, si customer dan brand tersebut akan mulai terjalin ikatan emosi yang berujung loyalitas, customer ini jadi percaya, akan repeat order, akan menjadi brand ambassador gratisan bagi brand tersebut untuk orang lain, dan sepertinya itulah target dari setiap brand dalam hal mem-branding.

Nah,

Aku tahu bahwa kita sebagai blogger pasti sedikit banyak juga memikirkan tentang personal branding kita, tentang bagaimana kita ingin dikenal blogger lain atau siapapun yang bisa baca blog kita.

Akupun begitu, aku sendiri tahu ingin dibawa kemana personal brandingku disini atau dimanapun di jagad maya, tapi yang aku tidak tahu adalah bagaimana hasilnya, seperti apakah orang lain melihatku disini.

Oleh karena itu, sebagai bahan evaluasi diri, apakah masih sesuai atau tidak, boleh ya kalo aku merepotkanmu. Yang aku ingin tahu, sejauh kamu melihat blogku baik dari segi desain blog, gaya tulisan, tema-tema yg kutulis disini, atau mungkin foto-fotonya, impresi apa yang kamu tangkap dariku?

Kamu melihatku seperti apa disini?
Secara garis besar, apakah aku punya ‘message’ yang clear / jelas yang bisa kamu pahami atau mungkin masih ga jelas?
Trus, ketika mendengar kata ‘adynura’, apa sih yang pertama terlintas di pikiranmu?
Dan terakhir, if you really really and really care about me growing, punyakah harapan kira-kira aku bagusnya nambah apanya untuk dibahas atau lebih banyak foto apa misalnya, atau mungkin jangan keseringan insecure?i don’t know, you tell me.

*Aku tahu kalo hal semacam ini akan lebih mudah menghasilkan kalo ada semacam gift atau giveaway-nya, tapi… hehe… belum ada budget-nya, maaf ya..
Oleh karena itu, feel free if you want to give me feedback or not. i’m still me. Tapi tetap, terima kasih sebelumnya 😊😊


a little update

Dan terakhir, beneran terakir nih, aku ada sedikit update.
Kalo kamu notice, di landing page blog ini, ada tambahan yaitu schedule update blog. Jadi mulai hari ini, aku akan nulis di blog ini seminggu 3x yaitu hari senin, rabu, dan jumat dan semuanya di malam harinya ya karena disitulah waktu luangku.

Setelah sebelumnya aku menantang diriku untuk menulis setiap hari, next step-nya adalah untuk konsisten update blog seminggu 3x dan hopefully untuk seterusnya.

Buatku, ini adalah komitmen baru. Aku akan berkomitmen apapun yang terjadi, sesibuk apapun nantinya, harus tetap menyempatkan diri untuk update blog yang di up setiap hari senin, rabu, dan jumat. Ini juga biar lebih jelas aja, baik untuk kamu yang udah lama tahu blog ini ataupun untuk pembaca baru, you’ll know when to expect a new blog post from me. Yaitu pada hari Senin, Rabu, dan Jumat 😁

Dan ini juga semacam janjiku bahwa kamu sebagai pembaca blog ini akan mendapatkan tulisan atau foto baru dariku di blog ini setiap hari-hari tersebut.

Dan ya, itu aja dulu, pokoknya setiap hari senin, rabu, dan jumat. *kayak acara tv ya, ada jadwalnya, hehe

Thank you, and have a lovely night.

Your friend,
Adynura.




14 thoughts on “a little update & a big favor”

  1. Saya kl dengar kata mas Ady ingatnya blogger fotografi vintage..

    Nggak usah pakai give away mas. Hadiahnya *quid pro quo* saja…

    Kalau dengar nama saya imej apa yg terlintas? πŸ˜€ #nyimak

    1. blogger fotografi vintage ya?hmm.. menarik! arahnya sesuai πŸ˜€

      quid pro quo (aslinya aku googling dl dong biar tau artinya)
      Hmmm… Phebie? dulu pas pertama dikomen sama kamu, kesan pertama adalah… tukang tanya, hahaha… adaa aja pertanyaannya, trus kesini-kesini, tulisan blognya lumayan deep dan cerdas juga, point of viewnya menarik, sesuatu yg biasa tp bisa dibahas lebih dalam. phebie ini tipe blogger personal yg temanya masih luas (ya karena personal blog jg sih) jadinya kalo secara tema, ya…. seluas personality-nya phebie aja kayaknya.
      Tapi secara bahasa penulisannya, udah dapet sih karakternya πŸ˜€
      Kadang suka penasaran, Phebie dan pak Anton kalo ngobrol bisa debat hebat ga ya? *for the record, aku bukan orang yg suka debat,hehe

      1. Pandangan yg menarik. Trmksh inputnya #notef

        Wkwk mmg kapan mas Ady lihat saya pernah debat dg beliau? Seingat saya blm pernah. Diskudi mgkn iya. Mungkin dimata org spt debat…πŸ˜•karena masyarakat kita tdk biasa dg model diskusi yg berawal dari argumentasi.

        Saya juga nggak suka debat, mas, lebih suka diskusi. Lebih win-win solution. Tdk mengedepankan pendapat siapa yg benar.

      2. emang ga pernah pheb, cuma ngabayangin aja soalnya kayaknya keduanya punya karakter yg kuat πŸ˜€
        nah, kalo aku lebih suka menyimak daripada turut serta, hehehe.. mau itu debat ataupun diskusi, iya.. aku sepasif itu

  2. Nggak usah pakai giveaway pun pembaca loyal akan tetap datang Dy, hehehe, giveaway itu kan just for fun, bukan kewajiban. Nih buktinya saya suka baca blog Ady tanpa diminta hahaha πŸ˜‚ By the way, kalau dengar nama Adynura yang pertama kali terlintas sekarang adalah, “Oh Ady yang blognya segala sesuatu related to photography itu, ya?” 😁 Soalnya mayoritas tulisan punya koneksi ke dunia fotografi, dan setiap foto pun punya ceritanya sendiri which is good to read 😍

    Kayaknya, buat saya pribadi, baru blog Ady yang saya baca dan sering bahas soal arti dari setiap foto, though saya tau di luar sana ada banyak bloggers serupa, tapi saya nggak tau orangnya siapa siapa saja πŸ˜‚ Wk. Dan jika ditanya, harapan saya apa ke depannya, saya ingin Ady bahas lebih banyak sudut pandang Ady yang dikaitkan ke fotografi, kayak cerita soal Anjing yang sering Ady temui, terus cerita soal ilalang di tanah kosong yang nggak kelihatan dari luar, dan banyak cerita lainnya. Hehehehe. Cerita-cerita itu sederhana, bahkan kadang singkat, tapi saya bisa ingat, itu artinya membekas di benak saya dan saya menikmatinya 😍

    Itu saja sih kalau dari saya 😜 Semoga Ady bisa semakin konsisten berbagi tulisan. Dan congrats sudah berhasil tulis sehari satu post dalam waktu sebulan. Semoga ke depannya, bisa komit dengan plan seminggu tiga kali dan develop brand Adynura. Semangats! πŸ˜†

    1. Hehe.. masalahnya pembaca setiaku blm banyak πŸ˜€ tapi akunya dengan semena-mena ingin dapet input yg banyak, haha..

      Iya kak, karena aku tuh emang paling suka baca blog yg bercerita dan foto-fotonya personal dan mendukung buat visualisasi dari ceritanya itu, dan karena jarang juga nemu yg seperti itu, kalo adapun, biasanya udah jarang aktif nulis,, makanya aku bikin aja sesuatu yg emang pengen kubaca. Meskipun kadang ketika aku baca tulisanku sendiri, masih banyak yg perlu diperbaiki. tapi itu mah proses yaa πŸ™‚

      Terima kasih kak Eno, komen dari kak Eno ini selalu jelas dan sesuai yg kuharapkan πŸ˜€

      dan dari input kak Eno, berarti so far, i’m on the right path… yeay!

      Semangat untuk kita!

  3. Kalau mendengar blog Adynura, aku langsung teringat dengan foto-foto Kak Ady yang minimalis dan kalem. Juga tulisannya yang ringan, tapi suka bikin mikir hahahahaha.

    Harapannya, aku cuma berharap Kak Ady bisa tetap terus dengan pembawaannya yang ramah sampai kapanpun.

    Oiya, aku juga lihat bagian home Kak Ady yang mengalami perubahan dan notice ada jadwal tulisannya sekarang hahaha. Semoga bisa konsisten ya, Kak! Amin amin.

    1. minimalis dan kalem?ke Lia kayaknya udah tepat sasaran, berarti tinggal nge-maintain biar Lia tetap beranggapan seperti itu πŸ˜€

      bentar… ringan tapi bikin mikir? hmmm…
      emang sih, tulisanku kadang awalnya apa, akhirnya jadi beda lagi, pasti mikirnya “ini orang ngomong apa sih intinya?” gitu kan ya?hehehe…

      Syukurlah kalo aku dianggap ramah, aku juga baik kok orangnya, ga pernah gigit orang,, hehehe..

      Betul. semoga aku bisa konsisten dengan jadwal yg kubikin sendiri!

      Terimakasih Lia

  4. Hihihi… memang pembacamu berapa Dy? Kok tahu baru sedikit.. wakakakaka.. Batasan sedikit versi Ady berapa? Kalau saya 5 itu sudah banyak…

    Benar kata Phebie, saya sendiri pada dasarnya tidak merasa berdebat dengan dia dan lebih seperti tukar pikiran dan brainstorming saja. Hanya memang masyarakat Indonesia yang ewuh pakewuh kurang menyukai tukar pikiran seperti ini dan menyebutnya “berantem”.. Padahal mah jauh dari itu. Tukar pikiran itu mah normal, debat lebih keras, dan berantem lebih keras lagi.

    Saya dan Phebie sekedar tukar pikiran saja. Ada ketidaksepakatan dalam beberapa hal, tapi memang kita tidak pernah berdebat, cuma terlihat seperti berantem saja..(Lebih parah lagi yah kesannya).

    Phebie pernah berkomentar di salah satu tulisan di sini, katanya semua foto Ady memberi kesan dikau orang yang “menarik diri”.. Hemm bener sekali. Dari gaya penyampaian pendapat dan style fotonya, saya punya pendapat yang sama.

    Tapi Ady bisa terbuka ketika berada di circle seperti Eno, Lia, Pipit, karena Ady tahu bahwa lingkaran itu tidak akan “menyakiti” Ady. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ Mereka para makhluk “halus” bin positif.

    Sepertinya Ady sudah menemukan circle yang membuat dikau nyaman, so belajar terbuka karena suatu waktu saat dikau menekuni fotografi lebih dalam sekalipun, sedikit terbuka akan sangat membantu.

    Trust me.. saya ga bakalan godain lagi deh..:-D

    1. Setuju nih, Ady tipe yang suka memperhatikan dari jauh, jadi seperti menarik diri hahahaha. Padahal kalau ketemu circle yang pas bisa ramai dan terbuka. Dulu awal blogging pun saya begitu, mungkin karena belum terbiasa. Makanya saya pernah bilang kalau saya mirip kanebo kering karena terlalu kaku jadi orang bahkan kadang saya nggak paham sohibul saya lagi melawak atau lagi serius sampai bingung mau ketawa apa diam πŸ˜‚

      Ohya, semoga Ady bisa lebih terbuka ke depannya karena kalau Ady bercita-cita ingin usaha dalam bidang fotografi which is one day berhubungan sama banyak client strangers, Ady perlu punya skill untuk blend ke mereka. Semisal Ady terlalu tertutup takutnya calon clients nggak berani approach Ady untuk kerjasama 😁 Dan berhubung page ini akan jadi portofolio Ady, mungkin pelan-pelan Ady bisa develop personal brand Ady yang cocok dan bisa merangkul banyak calon clients Ady ke depan 😍 Jadi idealisnya ada, namun komersialnya nggak dilupakan πŸ˜†

      1. Kalo ada tiga orang yg membenarkan hal itu, bisa jadi benar… dan mungkin ada benarnya.
        tapi mungkin lebih tepatnya bukan menarik diri tapi menjaga jarak. dan bener banget, kelamaan jaga jarak sama orang lain bikin kita gagap sosial seperti kanebo kering yg kaku.

        Seringkali aku berfikir karena saking kakunya diriku dalam bersosial, kadang suka ga bisa memilah apa yg baik untuk diucapkan dan yang sebaiknya tidak diucapkan. dan karena saking kuatirnya kata-kata polosku secara ga sadar menyakiti hari orang, aku selalu lebih memilih untuk diam karena diamku mungkin lebih emas daripada ocehanku,
        terlebih, katanya orang mungkin bisa memaafkan ucapan yg menyakitkan hati, tapi ga pernah bisa lupa.

        jadi, kalo menyoal ngobrol langsung sama orang, aku selalu lebih memilih untuk menjaga jarak, bicara seperlunya sehingga meminimalisir kemungkinan untuk salah bicara dan menyakiti hati orang.

        Makanya, aku lebih lancar kalo via tulisan atau chat, karena aku bisa berfikir dl yg agak lama sebelum menulisnya, hehe…

        But, at the end of the day, sepertinya aku memang harus bisa lebih terbuka untuk memperlancar sisi komersilku.

      2. Jaga jarakmu kejauhan Dy… Jujur saja, saya dulu dan sampai sekarang kalau pertama kali bertemu akan “menjaga jarak”. Normal saja karena kita harus mengukur ombak dulu. Hanya, kalau sudah berhasil nemukan alunan ombaknya, saya tidak ragu akan ikut “bermain”.

        Sampai setua ini juga saya masih kaku Dy. Cuma saya belajar menjadi fleksibel pelan-pelan dan mulai mencoba mengubah diri agar tidak jadi seperti Kanebo kering kata Eno mah menjadi sedikit basah.

        Tidak bisa seratus persen berubah karena ada bagian karakter yang tidak akan bisa hilang, tetapi saya sudah lebih baik dan bisa bergaul dengan siapa saja sekarang. Tentunya dengan dasar yang tidak berubah.

        Sebenarnya mungkin itu hanya perasaan Ady saja. Saya sendiri tidak akan mudah terluka karena saya sudah biasa bertarung dan luka itu sudah dianggap biasa. Saya lebih kebal dari Ady.

        Justru saya pikir kamu yang takut terluka Dy. Dan, hal itu bisa tidak menguntungkan.

        Saya belajar dari fotografi juga untuk “lebih berani” dan keluar dari kotak. Coba menghadapi ketakutan saya dan menjadi lebih luwes dalam bergaul.

        Kamu sudah menemukan circle yang pas untuk kamu. Jelas masih menjaga jarak dengan saya karena saya memungkinkan kamu merasa terluka.. hahahaha.. jelas banget itu Dy. Jadi, saya yang akan menyesuaikan dengan gaya Ady.. Jangan takut saya terluka, karena hahaha.. sudah biasa eta mah.

        So, berkembang Dy.. karena kamu butuh keluar dari “kotak” kamu, dan dengan teman-teman yang ngepas seperti Eno, Lia, dan Pipit (yang gap usianya juga tidak berbeda jauh), kelihatan kamu merasa nyaman banget.

        Janji nggak godain lagi dah.. wakakakak

  5. Kalau dengar nama Adynura, atau kalau ada orang yg nanya sama aku, hal yang pasti langsung terpikir di kepalaku, “oh itu yang punya photography blog, kadang jenis fotonya ala-ala vintage atau cenderung minimalis gitu”. Tapi selain minimalis, lebih dalemnya lagi selama ini aku melihat foto-foto kak Ady dan tulisannya (of course) selalu match, sesuatu yg terlihat sederhana tapi sebetulnya punya makna yang dalam. Contohnya ada di postingan sebelumnya. Pas pertama kali aku lihat foto di postingan mistakes itu, aku langsung terkesima dengan how kak Ady portrayed dua orang dengan situasi perasaan yg sepertinya berbeda, walaupun satunya lagi blur. Antara nenek dengan cucunya, sama teman kak Ady. Walaupun pada akhirnya hal semacam itu nggak disadari dari awal kak Ady motret, tapi menurutku justru memang itu udah style atau ciri khas kak Ady yang memang melekat dan mungkin tanpa sadar dilakukan begitu aja. Foto-foto yg kalem, sederhana, tapi selalu menggambarkan makna dan cerita di dalamnya😍 dan seperti yg aku pernah ceritakan, blognya punya nuansa homey yang bikin kita pas main kesini itu berasa pulang. Karena suguhannya gak cuma cerita atau tulisan, tapi ada visual yg juga homey kesannya😍

    Ah, iya! Ini dia harapanku, aku pingin terus “mendengar” cerita-cerita di balik foto dari kak Ady. Jadi, kalau suatu waktu kak Ady lagi kena writer’s block atau jenuh, ingat aja bahwa apapun yg kak Ady bagikan itu pasti punya khas dan pesan tersendiri untuk pembaca, se-simple apapun foto dan ceritanya, ehehe.

    Yeaayy selamat kak Ady untuk jadwal terbarunya!πŸ˜‚ semoga tetap semangat dalam kondisi apapun, dan sekalipun sedang dihadapkan dengan masalah-masalah kehidupan, semoga kak Ady selalu strong dan aktivitas photography-nya tetap memberi warna untuk cerita-cerita kak Ady. Semangaatt!πŸ’ͺ🏻

    1. ini komen boleh kubingkai gak?
      bagus banget sih… bagus dalam artian emang isinya pujian semua *iyah, aku sedangkal itu sih

      Duuhh.. makasih Awl kembaranku *dih, ngaku-ngaku
      engga deng, awl mah kembarannya Gitasavitri, gaya bahasa nulisnya aja mirip, yg ngalir dan tegas gitu…

      Kalo boleh, aku jg punya harapan sama awl:
      Lebihhh seringgg lagiii updateee blognyaaaa yaaa….. walaupun selalu panjang tp selalu kunikmati setiap paragrafnya tanpa kulewat sedikitpun!

      Tapi kalopun jarang, aku mengerti kok. Awl kan masih kuliah dan bentar lagi mau skripsi, pasti ada skala prioritas, tapi pokoknya jangan sampe vakuum blogging yaaa….
      pokoknya ga boleh!

      Semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s