random

Di masa-masa awalku menekuni hobi fotografi dengan kamera film, ‘kertas’ pengalamanku masih kosong putih dan polos, tapi justru karena rasanya banyak sekali ruang kosong di kertas tersebut menjadikanku lebih bebas untuk mengisinya dengan apapun, tanpa tujuan, ngasal serampangan tapi jadi penuh warna dan terasa menyenangkan.

Itulah yang selalu kulakukan di awal-awal, apapun akan aku potret selama terlihat bagus di mata. Karena intinya bukan alasan aku memotret sesuatu tapi ketika aku melihat sesuatu dengan mata telanjang, aku jadi penasaran akan seperti apa hasilnya kalo kupotret dengan lensa yang menempel pada body kamera film ini.

Oleh karena itu, banyak sekali foto-foto di beberapa roll pertamaku bergambar hal-hal yang sangat random, kebanyakan foto tanaman dan pemandangan karena masih belum berani fotoin orang-orang dari dekat. Tapi aku ga pernah menyesal kenapa beberapa roll pertamaku habis dengan memotret hal-hal yang oleh diriku saat ini disebut ‘ga jelas’, karena seingatku, rasanya memang semenyenangkan itu.

So random isn’t it? Tapi entah kenapa aku menyukainya bahkan hingga hari ini.
Aku tidak tahu apa yang ingin kusampaikan dengan blog post ini, tapi yang pasti, aku yang hari ini adalah dari apapun yang telah kulakukan di masa lalu, begitupun dengan masa depan yang akan menjadi apapun dari aku yang hari ini. Itupun jika besok pagi udara masih memenuhi rongga dada dan matahari masih terbit di mataku.

So little but worth to be grateful. every. single. day.

Dear you, i hope you never forget how to be grateful for every little thing.


End of writing at 22.38WIB,
sincerely,
Adynura,
yang tiba-tiba mellow.


ps: see… random isn’t it?

4 thoughts on “random”

  1. Lha itu foto stang motor sama helm saja bisa sebagus itu hahahahaha, ini pakai kamera film terus dicuci habis itu di-scan, Dy? Atau bagaimana prosesnya sampai bisa tayang di blog? 😂 By the way, suka deh sama foto ilalang terakhir, cakeeep banget 😍

    1. iya kak, sekarang mah di lab-lab foto gitu udah ada jasa cuci-scan, jadi setelah cuci roll filmnya langsung scan agar hasil yang diterimanya dalam bentuk soft file. setelah itu ya tinggal post!

      makasih kak Eno, dan aku suka semua tulisan kak Eno di blognyaaaa… ku mesti belajarr

  2. Kak Ady, foto pakai kamera film kok bisa sebagus ini? Hahaha. Ada ya kamera film yang bisa atur focus? Aku baru tahu 🤣
    Soalnya kamera film yang pernah aku lihat itu yang auto jepret, jadi hasilnya ya biasa aja wkwkwk

    1. kamera film dulu itu ya kayak kamera digital yg sekarang, ada yg kamera saku tinggal jepret, ada jg yg full manual,
      justru kamera film itu kebanyakan fully manual.
      tp aku jg dulunya taunya kalo kamera film itu yg tinggal jepret aja soalnya ortuku punyanya cuma itu aja, disebutnya kodak… mungkin karena salah satu merek yg terkenal saat itu, haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s