Be bold, be you

Tadinya aku ga akan post apapun di blog hari ini karena lagi ga mood dan ga tahu mau nulis apa. browsing pun ga memberiku inspirasi apa-apa, hingga akhirnya aku iseng blogwalking ke blognya fotografer kesukaanku (fotografer yang juga suka blogging).

Sebetulnya blognya udah lama ga diupdate, terakhir update adalah akhir tahun 2017. Itu karena dia udah begitu sibuk dengan project-project yang membuatnya ga punya waktu lagi untuk menulis blog. It breaks my heart, tapi mau gimana lagi.
Sudah setahun ini, setiap minggu aku iseng check blognya siapa tahu ada update, dan seperti biasa, ga ada.

Dan barusan saya iseng baca-baca lagi blog postnya di tahun 2015, lihat-lihat lagi fotografinya… Tetap menyenangkan, masih mampu untuk menginpirasi dan jadi moodbooster untuk post hari ini.

Dear Fransisca Angela, semoga ada waktu lagi, semoga ada mood lagi untuk update blognya. i miss your beautiful photography work, and your story of course.


Jadi gini, kebetulan karena dalam seminggu kemarin ini saya mecahin dua mangkuk keramik secara ga disengaja dan tidak dalam waktu bersamaan ya (yang mana cuma punya dua itu aja mangkuk di dapurku), makanya mau ga mau harus segera beli gantinya. Harus sama-sama terbuat dari keramik.

Aku tuh termasuk orang yang menyukai perabotan dapur yang terbuat dari keramik, kedua yang dari kayu. Tapi kayu agak susah nyari dan sekalinya ketemu suka lebih mahal, jadi biasanya beli keramik aja.

My ultimate favorite itu mug keramik dengan warna, corak, atau gambar yang menarik. Tapi kalo kesemuanya ga kutemukan, biasanya lari ke warna yang plain, mending polos sekalian daripada ada gambar tapi ga begitu bagus. *sok artistik yaa…

Dan hari kemarin, kutidak menemukan mug ataupun mangkuk/piring dengan corak yang menarik, jadinya beli yang polos dan simpel. Akupun tetap senang membelinya.

Oh iya, karena keramik itu bahan pecah belah, akhir-akhir ini aku juga suka beli mug dengan bahan seng, mirip gelas jadul itu lho… Nah kebetulan kemarin nemu mug yang terbuat dari seng dengan tulisan quote yang menarik, ya.. anggap aja sebagai pengingat untuk selalu menjadi diri sendiri.

Dan ya, itu aja sih yang bisa kutulis kali ini. not much. Sekarang aku mau nonton pelm GREENLAND dulu karena sepertinya seru, semoga lebih seru daripada tulisannya kak Rey. hehehe… kalo soal film, siapapun dan apapun review orang, harus tetap ditonton sendiri untuk menilainya sendiri.

Oh iya, dear all active blogger, kita tahu kalo setiap ada permulaan, pasti ada akhir. Nah sebelum akhirnya kita harus memilih untuk memprioritaskan kehidupan daripada hobi blog, maka nikmatilah apa yang sedang terjadi hari ini seperti aku yang selalu menikmati tulisan-tulisanmu.
Just be yourself and have fun!
Terima kasih.

4 thoughts on “Be bold, be you”

  1. Wah apa-apaan iniiiih, kok foto piring dan mangkoknya bagus bangettt 😂

    Sudah cocok jadi fotografer produk Dy, hahahaha, siapa tau ada rekan olshop butuh jasa fotografer lagi baca blog ini, mungkin bisa kontak Ady 😍 By the way, sebuah mangkok pecah dan beli baru saja bisa jadi cerita lho, keren deh. Semoga Ady bisa terus menemukan hal-hal kecil yang bisa dibagikan ke pembaca. Because, happiness comes from within (small things) 😜

    Dan senang karena Ady tetap update hahahahahaha 😂 Congrats, sudah berhasil melawan rasa nggak mood endeblablanya. Semoga in the future, justru blog Ady yang jadi inspirasi untuk the next photography bloggers. Keep writing, sharing and inspiring ya 😍

    1. ya akupun kan belajar dari kak Eno, cerita beliin headset 30ribuan juga bisa jadi cerita yang lucu dan menarik…

      iya nih, kadang aku sedih, dan harapan sekarang semoga blognya doi yang lagi ga aktif itu ga sampe dihapus, karena dengan baca dan liat-liat blogpost lamanya jg udah mengobati dan bikin mood bagus lagi,

  2. Betul kata Kak Eno, foto piring aja kok cakep banget 🥺🥺🥺

    Btw, aku juga suka melihat piring keramik yang coraknya lucu-lucu! Rasanya ingin aku bawa pulang semua kalau tidak mengingat di rumah udah punya banyak piring dan peralatan makan + takut dimarahin Emak 🤣🤣🤣 tapi memang mereka menggoda sekaliii.

    Happy watching film Greenland, Kak! Gimana, gimana? Filmnya sesuai selera Kakak nggak? Hahaha

    1. emang ga bisa ditolak kalo udah liat alat perdapuran dari keramik, khususnya mug.

      Greenland? bagusss… aku sukaaa sekali, sebuah perspektif bencana alam maha dahsyat yang gak dilihat dari sisi pemerintah tapi dari sebuah keluarga yang terpisah dan akhirnya bersatu kembali.
      kalo menurut seleraku mah, you must watch it too.
      tapi ya itu balik lagi ke taste-nya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s