Taman Kota

Kadangkala ketika aku merasa cape dan ga enak buat ngapa-ngapain di kamar, bahkan nonton filmpun jadi hambar dan ga menyenangkan, itulah saatku untuk keluar kamar, merasakan angin sejuk sepoi yang seolah mengelus permukaan kulit, bermandikan sinar sore yang telah menanggalkan panas bersisa hangat, duduk di kursi taman yang terbuat dari besi tua keropos dimakan karat.

Akupun duduk sendiri. Buku di tangan kanan, halaman 57 paragraf pertama mulai kubaca, lalu berakhir di halaman yang sama namun di paragraf terakhir.

Kupikir, cukup satu halaman saja, karena ternyata aku lebih ingin membaca hal lain, lebih tepatnya merekam.

Cekrek! foto ini yang terambil, momen ini yang terabadikan.
Di ujung jauh ada bapak berbaju kuning sedang duduk sendiri, menikmati kesendirian di taman kota seperti halnya diriku.
Kemudian ada 3 orang anak baru menyelesaikan jogging mengelilingi taman. Satu anak terlihat cape, tiduran memasang muka puas. mungkin hari itu dia telah mencapai target 15 keliling jogging tanpa henti. Yeay! i’m happy for you, kid. πŸ˜€

Aku senang karena berhasil mengabadikan suasana sore di taman kota yang hanya berjarak beberapa meter dari kosanku semasa kuliah. Suasana yang ternyata kurindukan. Sore di bulan Agustus yang selalu cerah dan ramah di sore harinya,

Duduk sendiri, ‘me time’ kalo merujuk pada kamus anak muda sekarang. Dan memang itulah yang membuatku senang. Tidak ada keharusan untuk mencari topik pembicaraan agar ga terasa awkward kalo bawa temen duduk tapi ga ngobrol. Pun, tidak ada keharusan untuk mendengar temen bergosip membicarakan teman lain di belakang.

That’s my me time years ago … duduk sendiri di kursi besi taman kota yang sudah berkarat dimana-mana. Berteman buku yang cuma kubaca satu halaman dan kamera di tangan lainnya.

Thank you for me in the past, karenamu, ada hal-hal sederhana mudah terlupakan yang ternyata terabadikan ke dalam sebuah foto,, memudahkanku untuk mengingatnya kembali.

PS: kondisi taman di hari ini udah lebih bagus, kursinya udah diganti dengan yang berbahan stainless, bersih dan mengkilap.

Btw. apa yang mau kamu sampaikan pada dirimu di masa lalu? apakah ucapan terimakasih atau justru mengingatkan agar tidak melakukan kesalahan?

8 thoughts on “Taman Kota”

  1. Wuih Ady me time-nya baca buku di taman, rajin bangetttt πŸ˜† Saya me time-nya mostly rebahan atau tidur sekalian, Dy πŸ˜‚ Sometimes menonton kalau ada yang bisa ditonton πŸ™ˆ

    Well, menjawab pertanyaan Ady, yang mau saya katakan ke diri saya dimasa lalu mungkin terima kasih karena sudah berusaha menjalani hidup dan nggak menyerah 😁

    And as usual, fotonya cakephhh 😍

    1. itu me time pas masihh kuliah kak, sekarang tempat tinggal udah ga disitu lagi, tamanpun udah berubah, ,seperti kebanyakan blog post, hanya menceritakan foto lama

  2. Aku pernah nyobain kayak gini Dy, ke taman sendirian (cuman nggak bawa buku), bawa kamera terus motoin orang. Cuman di aku rada kentang, jadi yaudah sekali aja.
    Besoknya kalau emang niat recharge, aku sekalian yang jauh, ke pantai gitu. Karena double-double senengnya, naik motor sendiri sambil nyanyi-nyayi, sampai pantai yang merupakan tempat favorit. Rasanya kayak I’m home..

    1. anak pantai banget nih pipit, dan daerah tempat tinggalnya deket pantai ya?seru setiap ada niat pergi, tinggal pergi ke pantai, ada sunrise sunsetnya kah?

      kalo aku di Bdg otomatis daerah pegunungan, jd enaknya ya nyari kabut dan view bdg dari atas, hehehe…

      mau dong liat foto sunrise atau sunset di pantai

  3. Aku ingin coba baca buku di taman seperti ini lho, Kak. Sepertinya suasananya mengasyikan 😍 sebab biasanya aku kalau baca buku di kamar sambil posisi setengah selonjoran 🀣

    Kalau ada yang ingin aku katakan kepada diriku di masa lampau, aku ingin berterima kasih juga karena udah berani mengambil jalan hidup seperti sekarang ini πŸ˜πŸ™πŸ»

    Bahagia selalu, Kak Ady!

    1. aku kalo baca buku sambil selonjoran suka cepet tidur, kenapa yaa?? hahaha…
      tapi kalo diluar ruangan gitu mah enak nyaman. mungkin karena suasana tamannya enak kali ya..

      Terimakasih juga Lia masa lalu, karenamu yg memulai untuk jadi blogger, akhirnya aku bisa punya temen blogger dan bisa blogwalking dengan menyenangkan.

      1. Mungkin posisi selonjoran Kakak terlalu nyaman jadi cepat tidur 🀣
        Kalau di taman gitu, berisik nggak ya, Kak? Aku mudah ter-distract soalnya wkwkwk.

        Awww, Kak Ady! Terima kasih udah mampir ke blogku sehingga akhirnya aku bisa menemukan blog Kak Ady yang dipenuhi dengan tulisan dan foto-foto yang keren banget ini 😍

      2. hehehe.. dan mungkin karena aku seorang pembaca yang masih biasa aja, jadi tulisan berat dikit langsung deh bikin ngantuk, apalagi kalo posisinya udah ueenak, hehe… terakhir baca yg tebel itu buku harry potter, kalo sekarang lebih suka baca cerpen biar bisa baca tamat sekali duduk. pokoknya yg penting baca aja, biar tulisanku ga hambar-hambar amat, hehe

        duh Lia, idung kembang kempis nih dipuji terus, udah dong, ntar aku takut jadi lupa diri.
        Terima kasih banget banget kalo Lia suka, mungkin Lia adalah tipe tipe target marketku, hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s