Merah muda

Pas nengok ke kanan, warna merah muda menyala karena diterpa sinar sore yang mulai keemasan. kuhampiri untuk melihat lebih dekat, disitulah aku menemukannya, hamparan merah muda yang bergoyang.

Rumput ilalang yang kebanyakan orang tak akan menghiraukannya, tumbuh liar dan tinggi justru dengan membiarkannya. Begitulah ilalang, ketika meninggi, ujung atasnya memiliki semacam ‘bunga’ berwarna merah muda.

Sekuntumnya terlihat biasa, tapi jika terhampar seluas tiga kali lapangan basket di tempat yang ga pernah dibayangkan? i am not taking it for granted. Aku selalu menyukai hamparan rerumputan, apalagi dengan warna ini.

Salah satu pemandangan yang selalu terbayang di kepala dan kuharap ada secara nyata adalah hamparan rumput ilalang merah muda seluas sejauh mata memandang, mungkin di daerah pinggir laut tak berpantai di sore hari yang cerah, dimana sinarnya menguning menuju jingga.

Andai sore kemarin di perjalanan pulang mataku ga jelalatan dan liar menengok kiri-kanan sambil berkendara motor, mungkin aku tidak akan menyadari lokasi ini.

Aku, atau mungkin bisa siapa saja, punya kebiasaan ketika berkendara motor, mata ga bisa fokus ke depan aja, aku selalu suka untuk melihat ke kiri dan kanan, melihat kehidupan yang terjadi di pinggir jalan.

Makanya, kecepatanku berkendara motor tidak pernah ada di area ngebut. Aku selalu ingin bisa menikmati semuanya selama di perjalanan, memperhatikan.

Dan tepat di jalan itu (lupa lagi pas jalan apa ya?) beberapa saat setelah melewati stopan, retina mataku melirik ke sisi kanan karena kok kayaknya ada sesuatu, dan setelah aku menengokan kepala ke kanan… ada hamparan merah muda di satu tanah kosong berplang “DIJUAL, HUBUNGI”

Luasnya sekitar 3 kali lapangan basket, di semua sisinya sudah ada bangunan-bangunan. hanya tanah inilah yang belum didirikan bangunan apapun. Aku bersyukur karena akhirnya memutuskan untuk melihatnya lebih dekat.

Tadinya aku ga akan menghampiri, tapi pikiranku berkata, “putar baliklah sekarang juga, ilalang itu mungkin bisa kita lihat besok dengan kecerahan yg sama. tapi kemungkinan lainnya adalah tiba-tiba pemilik tanah tersebut ingin merapikan dan membabat habis ilalang itu. kalo kemungkinan terburuk yang terjadi, jangan sampai dirimu menyesal. ‘If you can do it now, why put a bet in the uncertain of tomorrowland?‘ “

Jadi, akupun langsung putar balik hanya untuk menghampirinya. Best decision of the day.

Lesson learned today adalah jangan pernah mau menunda mengerjakan sesuatu. Yang baik untuk kita, kalo bisa dikerjakan detik ini juga, kenapa harus bertaruh dengan hari esok yang belum tentu sampai.

Duh, udah jam 11 malem aja, pantesan ngantuk gini.

Ya udah deh, sampai disini aja kisah merah mudanya, Semoga besok, aku bisa menemukan hal lainnya di perjalanan yang bagus untuk difoto.

So sorry, i’m supper sleepy right now.

Just let me know if you like it too.

6 thoughts on “Merah muda”

  1. I like it, too!! Kalau main ke sini, mataku selalu dimanjakan dengan hasil foto yang bagus-bagusss ๐Ÿ˜ dan aku baru pernah lihat ilalang sebagus ini ๐Ÿคฃ biasanya warnanya hanya kuning, tapi ini merah muda!

    Aku jadi ingat komentar Kak Ady di tulisanku perihal jika bisa dijawab sekarang, kenapa harus menunggu nanti. Dan mulai hari ini, kayaknya setiap aku keingat kata-kata itu, aku akan keingat Kak Ady sebagai pelopornya ๐Ÿคญ. Thank you for reminder-nya, Kak Ady! Have a good day!

    1. duuh.. Lia ini emang paling sweet kata-katanya *sambil megang idung karena kembang kempis

      Tapi btw, akupun ga jarang suka menunda sesuatu karena ga tau deh….. tp ya diusahakan aja ga nunda-nunda karena ga menunda itu membantu mengurangi beban fikiran jg, asal ada waktunya, just do it right away.

      semangat untuk kita agar ga selalu menunda-nunda!

  2. Kalau aku bilang foto-foto mas Ady bagus semua, kira-kira mas percaya nggak ya?Bagus mas Ady, tulisannya juga as usual ringan, hangat tapi enak dibaca.

    Procrastinate aku banget itu, cause procrastinator is my middle name *jedotin pala ke dinding.

    1. engga ah, masa bagus semua.. kan terlalu bagus buatku kalo kyk gitu…
      tulisanku ringan karena emang ga bisa bikin yg berat-berat dan deep, *hehehe..

      akupun masih suka menunda-nunda, tapi pelan-pelan dikurangi lah biar jadi lebih baik aja,
      yuk atuh kita saling ingetin biar ga terus-terusan jadi procrastinate,
      *aku tuh kalo baca procrastinate suka salah jadi proscastinate hahaha…

  3. Cakep Dyyyyy, jarang-jarang ada yang pink begituuu ๐Ÿ˜ Di Indonesia lebih sering lihat yang kuning soalnya macam daun kering ๐Ÿ˜‚

    By the way, hati-hati Dy bawa motornya, jangan keseringan menengok, nanti lupa pula lihat ke depan hahahahaha ๐Ÿ˜‚

    Semoga tanahnya belum dijual ya, kalau saja nggak ditutup mungkin sudah jadi lapak orang-orang foto konten instagram ๐Ÿ˜†

    1. haha… tenang kak, udah terlatih, hehe…
      tapi iya sih, harus tetep hati-hati ๐Ÿ˜€

      letaknya itu unexpected sih kak, jd kalo ga kebetulan keliatan seperti aku, mungkin ga akan nyangka ada.
      dan cencu karena memang ditutup juga, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s