Memperhatikan

Foto yang diambil beberapa tahun yang lalu di pasar baru Bandung. Foto ini kuambil untuk menggambarkan bahwa setiap orang memiliki kesibukannya sendiri-sendiri, tujuan yang berbeda, bahkan kecepatan bergerakpun beda-beda.

Ada yang bergerak cepat karena janjian dengan teman yang udah menunggu di spot janjian. Ada juga yang berjalan santai sambil menggandeng anaknya, lagi nyari baju baru untuk si adik. Ada juga yang berdiri diam diantara kerumunan yang bergerak bertubrukan.

Dan si diam ini yang paling sering kuperhatikan. Ada yang diam karena tugasnya memang untuk berdiri diam dan mengawasi. Ada yang diam badan tapi berisik di mulut karena menjajakan barang dagangannya “YOK AYO LAGI DISKON BUKUNYA KAKAK, TETEH, IBU!”. Ada juga si diam yang terlihat tenggelam dalam imajinasinya sendiri, si sepi diantara keramaian.

Dan jangan lupa, ada aku, si ga ada kerjaan lain selain memerhatikan dan mengobservasi prilaku manusia normal di keseharian.

pergerakan manusia yang ada di pasar baru bandung, penuh sesak

Ketika aku berada dalam satu keramaian, aku selalu suka untuk berdiri atau duduk diam, memperhatikan, mencoba menangkap cerita-cerita yang kukarang seketika ketika melihat seseorang asing. Ketika aku melihat penjual tahu, aku membayangkan bagaimana kehidupannya, dibantu dengan apa yang dia kenakan dan caranya berbicara, mungkin dia adalah bapak muda beranak 3 yang ketika dia pulang selalu disambut semua anak perempuannya, menjadi pahlawan di mata ketiga putrinya. Semangatnya berjualan bersumber dari 3 pasang mata penuh kekaguman dari ketiga putrinya dan juga dari istri yg begitu bangga dengan ketekunan suaminya mencari nafkah. Dan aku selalu membayangkan diri menjadi orang lain.

Begitulah cara kerja otakku kalo lagi nunggu orang di pinggir jalan, atau ketika street hunt. Fotografi yang membuatku menjadi seperti itu. Fotografi membuatku (harus) bisa melihat sesuatu lebih dari biasa. Fotografi membuatku sedikit lebih peka. Fotografi menyadarkanku untuk bisa lebih menghargai perubahan, menghargai perbedaan, menghargai kehidupan seperti apa adanya.


Eh iya, btw kalian ga bosen kan tiap hari baca tulisan ga berbobot yang isinya melulu soal fotografi dari POV fotografernya? dan satu lagi, kira-kira apa yang akan kamu lakukan kalo lagi nunggu orang di satu tempat tapi lagi ga bawa gadget elektronik apapun?

8 thoughts on “Memperhatikan”

  1. Nggaaak bosaaaaan ๐Ÿ˜‚ Jangan insecure Dy, bagus kok tulisannya ๐Ÿ˜

    Saya juga suka memperhatikan orang yang lalu lalang. Saya saat di luar jarang pegang ponsel kecuali sesekali jepret, soalnya paling suka menikmati moments, ditambah jika perginya sama pasangan. Bisa sewot dia kalau saya terus pegang ponsel hahahahaha ๐Ÿ™ˆ

    Memperhatikan orang bisa membuat saya ‘belajar’ Dy, terpaling sering belajar bersyukur sih hehe, dan belajar menyelami pikiran. Dari situ, saya jadi lebih tau diri, buat nggak egois, sebab dunia tuh bukan cuma diisi oleh saya dan kepentingan saya doang ๐Ÿ˜‚ Jadi belajar mindful dalam bersikap.

    Eniho, seru ya bisa yalan-yalan ke Pasar, melihat aktivitas di sana. Membayangkan ibu-ibu pedagang berteriak, “Ayo penglaris, penglaris, penglarissss….” hehehehehe ๐Ÿ˜

    1. Selalu senang dengan komen-komennya kak Eno ini, kenapa ya?hmm…

      Kalo aku mah gimana niat awalnya, kak…karena pada dasarnya ga terlalu suka keramaian, bikin cepet cape…

      Makanya, paling ideal buatku adalah memperhatikan tapi ga berada diantara mereka, jd agak jauh gitu, hehe.. ><

  2. Nggak bosan, Kak! Malahan tulisan Kakak ini sebagai sesuatu yang baru untukku. Melihat sebuah foto berdasarkan pov dari sang fotografer. Aku jadi bisa dapat insight lebih banyak dan lebih bisa memperhatikan detil ๐Ÿ˜€
    Seperti foto pertama di atas, kalau nggak dijelasin sama Kak Ady, mungkin aku nggak akan ngeh kalau ada bapak satpam yang lagi berdiri diam dekat tangga dan ada mas-mas yang sedang menjajakan makanan. Sudut pandang yang menarik!

    Biasanya yang aku lakukan saat sedang tidak pegang gadget dan berada di luar, aku memperhatikan sekitar. Langit, sisi kiri, sisi kananku. Lihatin orang-orang lagi ngapain. Ternyata jadi lebih “melihat” ketika tidak memegang gadget ya.

    1. syukurlah kalo lia ga bosen mah, tadinya kalo mulai bosen, dijarangin aja postingnya, ga tiap hari lagi, hehe…

      iya yah, emang tuh gadget mengalihkan perhatian kita banget, yang sepatutnya kita perhatikan malah jadi terlewatkan begitu aja,
      tapi ya namanya perubahan zaman ya dan udah kebiasaan, rasanya gimana gitu ya kalo ga cek-cek gadget kita.

      semoga kita bisa dapet balance dari dunia nyata dan pergadgetan ini yaaa…

  3. yes kalau aku lagi bengong ga ngapa-ngapain, aku suka mengamati sekitar, dari orang-orangnya, pekerja yang aku liat di pinggir jalan, lalu mencoba berandai-andai dan mengira-ngira kehidupa orang itu seperti apa, apalagi kalau liat orang jualan yang sudah berumur banget dan masih semangat, aku suka trenyuh.
    street photography aku suka, apalagi human interest. dari foto bisa bercerita.
    kadang sesekali kalau dapet momen yang bagus, aku suka iseng fotoin juga, tapi dari segi hasil masih kalah bagus dengan kamera

    1. wah, kita sama banget untuk hal ini berarti…
      mau dong liat hasil foto-foto streetnya.

      kalo bagus engganya mah kan gimana yg ngeliat, relatif kan… fotografi itu hanya salah satu tool, tools untuk kita menyampaikan sesuatu.

      Ainun Isnaeni, mau atuh link blognya…

  4. Cerita2mu bagus kok mas. Ttg keseharian, jd kadang suka relate Ama pembaca :). Bisa cepet connect. Ini jenis bacaan yg aku seneng baca, dan spare waktu utk ngeliatin tulisan2 lamanya :).

    Malah jd banyak belajar ttg fotografi juga akunya. Gimana cara ambil angle foto yg bagus dll. Aku suka traveling, tp jujurnya ga terlalu bisa nangkep moment yg pas. Jadinya ya gitu2 aja hasil foto. Kadang sebelum traveling aku suka tuh liat bbrp pose dan foto2 bagus ttg tempat yg akan aku kunjungi. Sekedar cari ide, gimana ntr aku mulai membuat fotonya :D. Walo kebanyakan gagal hahahaha.

    1. wah terimakasih fanny, jadi seneng gini bacanya, hehe

      kalo foto traveling kyknya yg penting kita bisa motoin yg khas dari satu tempat, bisa itu view-nya, baju-baju khasnya, aktifitasnya, orang-orangnya, betul ga ya?
      tapi kalo aku pribadi kalo misalnya traveling ke tempat jauh dan bagus, kyknya list di atas kudu dapet semua sih, dan yg terpenting itu bukan foto, tapi cerita yg didapat selama traveling ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s