Pemandangan ini, potongan kecil dari masa lalu

Gunung itu, pemandangan ini, adalah satu dari sedikit hal yang tidak berubah banyak meskipun sudah melewati sekian tahun satuan waktu.

Hal-hal yang tidak berubah ini ibarat tetesan hujan di padang pasir yang terik dan kering, rasanya menyegarkan dan memberi harapan. Kuyakin itu karena aku memiliki masa kecil yang menyenangkan.

Bagiku, waktu terasa seperti berlari, terlalu cepat. Rasanya baru kemarin hujan-hujanan di lapangan tanah sekitar rumah, bermain tanah basah becek bareng kawanan masa kecil, kebahagiaan dari hal sederhana namun melekat rasanya hingga hari ini.
Namun sayang, kini lapangan itu sudah menjadi beberapa rumah. Bukti jejak sudah menghilang, tinggal kenangan di memori. Waktu berlari, manusia bertumbuh dan bertambah banyak, kebutuhan akan tempat tinggal tak terelakan.

Begitupun dengan manusia, kawanan yang seumuran sudah berubah baik muka maupun watak. Ada yang bertambah anak, ada yang masih setia dengan diri. Tapi yang paling membuatku asing di tempatku menghabiskan masa kecil adalah muka-muka baru nan muda yang sama-sama tidak mengenalku sebagai yang pernah menjadi bagian dari tempat ini.

Waktu berlari, semua berubah, namun ternyata ada pengecualian. Ada sesuatu yang gak berubah disini, salah satunya adalah pemandangan gunung ini. Seperti kabut kemarin yang terkadang muncul dan bertemu layaknya kawan lama, begitupun dengan gunung ini, dia ga berubah sama sekali. Semoga takkan berubah karena dia adalah satu dari sedikit tetesan menyegarkan dan memberi harapan. Memberi harapan untukku mengenang potongan kecil dari masa lalu yang menyenangkan.

Dan fotografi memberiku cara lain untuk mengabadikan sesuatu yang kemungkinan akan berubah seiring waktu berlari. Hari itu, aku mengabadikannya, di sudut yang sama seperti biasanya. Pemandangan ini. Mumpung masih sama seperti dulu, sebelum berubah tergerus kemajuan manusia.


Btw, apakah kamu merasakan hal yang sama seperti yang selama ini kurasakan? waktu yang terasa berlari. Seminggu berlalu begitu saja. Apakah waktu itu berjalan relatif tergantung kita? karena bisa saja bagiku terasa begitu cepat tapi buat orang lain kok lama banget.

Oh iya, untuk kamu yang lagi baca, semoga selalu bisa berbahagia dengan apapun dirimu hari ini ya, dan semoga itu sudah tercukupi.
Cheers!

*hmmm… aneh banget ya, kok tiba-tiba jadi pengen ke daerah bersalju gini?

12 thoughts on “Pemandangan ini, potongan kecil dari masa lalu”

  1. Mas Ady tulisannya hangat, aku juga ikutan mengenang masa kecil, meskipun aku nggak punya lapangan dekat rumah buat hujan-hujanan, karena seringnya mandi hujan di halaman rumah sendiri. Tapi, aku punya lapangan bola yang nggak jauh dari rumah buat main layangan sampai kulit panas terbakar.

    Hujan-hujanan memang nggak bisa dilupain banget ya, sama satu, tiduran di halaman rumah bareng kakak ku sambil nengok bintang kalau ada pemadaman listrik di kampungku. Dulu aku suka banget kalau ada pemadaman listrik, haha. Alasannya karena bisa main api lilin sama tiduran di halaman rumah, karena kalau mati lampu nggak ada acara nonton atau main ke rumah teman.

    1. wah, seru banget sih ceritanya… jadi pengen maen ke halaman rumahnya.

      aku jg selalu suka kalo lagi pemadaman di bulan agustus, langit malemnya mantep banget, kadang keliatan milky way nya, maklum di kampung dulu, polusi cahayanya ga kyk dikota, ditambah pemadaman, ya makin-makin indah…

      habis hujanan, ga jadi sakit kan?hehe

  2. Tulisannya bagus Dy, aku suka!

    Ada salah satu psikolog yang pernah bilang, apabila kita merasa waktu berjalan dengan cepat, maka kita masih sehat, mental kita masih sanggup untuk bekerjasama dengan perubahan lingkungan dan dunia.

    Aku juga ngerasa gitu, semakin tua, semakin cepat waktu berlalu. Rasanya 24 jam itu kayak kurang. Tapi akhirnya ini lebih ke manajemen waktu dan kedisiplinan. Mungkin aku teledor dan menyia-nyiakan waktuku, jadi suka ngerasa 24 jam itu kurang. Padahal kalau bikin to do list dan tahu skala prioritas, ternyata mengerjakan banyak hal bisa selesai dalam waktu singkat.

    1. wah? menarik nih.. kenapa ya waktu berjalan dgn cepat menandakan mental sehat? Alhamdulillah aku masih sehat…hehe

      nah, itu dia… manajemen waktu, skala prioritas. padahal dulu waktu kecil udah mah hidupnya chill, waktupun ga secepat sekarang.

  3. Ngerasain banget yang namanya waktu 24jam itu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin Hari Minggu, sekarang udah Hari Rabu aja, dan udah mau ganti tahun, 1 bulan lagi :’)
    Cepat sekali waktu berlalu. Sewaktu kecil, rasanya waktu lambat banget. Selalu berpikir kapan aku bisa besar? Kapan tinggi badanku bisa melewati pagar? Kapan malam datang, kok siang terus sih? Kalau sekarang, semua pertanyaan itu malah jadi berbeda dan berbalik. Kok udah Hari Minggu lagi? Perasaan nggak ngapa-ngapain kemarin-marin >.<
    Yang aku pernah baca, kita yang semakin dewasa semakin merasa waktu berjalan cepat karena kita melakukan kegiatan yang sama setiap hari jadi waktu yang berlalu tidak terasa. Waktu kita kecil, semua kegiatan nyaris adalah kegiatan baru, jadi waktu berlalu terasa lambat.
    Kalau benar begitu, berarti kita harus ubah rutinitas harian, agar waktu nggak terasa berlalu dengan cepat ๐Ÿ˜€

    1. Nah itu, persis banget…. jadi bukan aku aja ya yang ngerasain waktu berlalu lebih cepat?? tp mungkin ga sih memang faktanya bumi berputar lebih cepat?dan memang sebetulnya sehari udah ga 24jam lagi tapi 23jam 59menit misalnya, hhehe…

      nah, ini pendapat menarik jg nih… wah, patut dicoba nih, merubah aktifitas harian. tp kalo bener kyk gitu, harus nanya sama yang sering traveling yg bahkan setiap hari pindah-pindahnya. ya gak?

      1. Wah, bisa jadi, Kak! Teori konspirasi nih ๐Ÿคช

        Betul. Kita harus coba tanya sama yang suka traveling nih. Apakah waktu juga terasa cepat bagi mereka? Atau malah kebalikannya? Penasaran ๐Ÿค”

      2. ahahaha, teori konspirasi emang seru untuk dibicarakan karena merupakan sesuatu yg baru dgn sudut pandang yg baru, seru-seruan untuk diobrolin aja ya yg gitu mah…

        nah, aku ga punya temen traveler sejati. tp kalo aku traveling ke Garut ke kampung, iya sih, ada sedikit perubahan, jadi agak selow… hahaha, *ada ada aja si gue ya

  4. Perubahan itu akan selalu ada, untungnya alam selalu di sana, nggak ke mana-mana ๐Ÿ˜† hahahaha. Bisa relate sama cerita Ady, mengingatkan saya akan rumah nenek. Dulu sering main sama anak-anak tetangga, terus semua berubah. Yang tetap sama hanya gunung dan sungai sebagai background kenangan masa kecil terindah ๐Ÿ˜‚

    Bicara soal waktu, memang kadang terasa cepat, that’s why saya suka bangun sepagi-paginya agar punya waktu sedikit lebih banyak untuk berkegiatan ๐Ÿ˜ hehehe.

    Semangat Ady, terima kasih untuk cerita hangat hari ini hehehe. Be happy!

    1. Waduh, sepagi-paginya itu biasanya jam berapa kak? karena sepertinya jam 11an malem WIB masih suka blogwalking dan kasih komen,kalo WIB jam 11 berarti udah tengah malem kalo di Bali kan?

      Kak Eno biasa tidur berapa jam kalo malem?

      Terima kasih kak Eno, dan semoga cepet jadi ya project theme park di blognya, beneran ga sabar nunggu jadinya ๐Ÿ˜€

      Happy to you too!

  5. iya ady, kadang aku juga merasakan waktu seminggu berjalan begitu cepat, tau tau udah sabtu, 2 hari kedepan udah senin lagi, ngantor lagi, gitu aja seterusnya sampe berganti bulan dan tau tau sekarang udah mau desember aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s