Writer’s block is a myth

Kamu tahu istilah writer’s block? singkatnya, itu adalah suatu keadaan dimana kita mau nulis tapi bingung mau nulis apa, ngeblank aja gitu.

Nah, itulah yang terjadi padaku setiap hari, setiap mau bikin tulisan baru.
Kenapa ga ceritain aja apa yang terjadi seharian tadi?–Well, nothing special happened. Hanya fokus bekerja sampai jam pulangnya. Kalopun diceritakan, cukup nulis tweet aja karena saking pendeknya.
Atau tulis yang lagi difikirkan?–nah itu dia writer’s block. Ngeblank aja gitu pas depan laptop.
Tapi ada yang bilang bahwa writer’s block itu adalah sebuah mitos, hal itu ada karena kita sendiri yang membuat dan menamakannya, ya.. semacam pembenaran untuk tidak menulis, bahan ngeles untuk diri sendiri. Jadi kita bisa memaafkan kita sendiri untuk melanggar janji yang kita buat sendiri.
Kalo bukan karena kamu yg rajin baca dan komen dan komitmenku untuk menulis setiap hari, mungkin semingguan ini ga akan ada tulisan baru. aku ga akan memaksakan diri dan melawan.


Komitmenlah yang membuatku memaksakan diri, komitmen yang berusaha kupegang inilah yg membuatku bisa melawan ‘writers block’ ini. Sip, demikian paragraf pembukanya.


Kalo aku, dengan niche blog fotografi, tentunya akan aneh kalo satu blog post disini hadir tanpa adanya foto atau membicarakan tentang fotonya. Jadi, hal pertama yang kulakukan kalo ga ada foto baru di hari ini biasanya nyari stok foto lama yang kira-kira belum aku share di blog ini.

Dan kamu tahu apa yang terjadi ketika aku melihat-lihat stok foto lama? It went dark, blank space. Oke deh! pake jurus terakhir, aku setel musik instrumental piano untuk baik-baikin mood. The magic happen.
Kebetulan pas setel musik instrumen, pas lagi buka foto di atas. Tiba-tiba aku mengingat perasaan ketika mau memotretnya.

Peaceful.

Aku ingat, saat itu adalah saat-saat dimana aku rajin pergi hunting pagi, pokoknya sebelum matahari terbit dan jatuh menerpa bangunan-bangunan, aku udah ada di lokasi terbaik yang bisa kutemukan.

Selain ingin menangkap cahaya pertama yang menerpa bangunan, pagi di Bandung juga adalah waktu yang paling tepat untuk mendapatkan kelengangan jalanan. Pagi itu aku mendapatkannya.

Apakah kamu tahu rasanya jalan kaki di tengah kota yang masih sepi dan baru mau memulai kehidupan? it feels good. Entah kata apalagi yang tepat untuk mengutarakan rasanya, tapi ya… rasanya menyenangkan. i enjoy every step i took everytime i’m doing it, walking around the city in the early morning.

Kangen juga soalnya udah agak lama ga melakukannya lagi. Ada semacam perubahan cara pandangku hari ini dengan yang kemarin dalam berfotografi. Dulu, aku lebih bergairah untuk menangkap momen kehidupan sehari-hari yang terjadi di jalanan.

Tapi hari ini, setelah melalui banyak pengaruh dari banyak video yg kutonton atau gaya fotografi orang lain, aku lebih suka sesuatu yang sederhana dan cenderung minimalis, dengan background yg polos entah itu dari bangunan dengan tembok besar berwarna cat polos atau background langit yg abu atau biru muda.

Sayangnya, Bandung belum memberiku hal-hal seperti itu. Bangunan di Bandung itu kecil-kecil dengan warna yang beragam, terlalu sering aku mendapatkan garis-garis yg sifatnya distracting, terlebih karena aku termasuk fotografer yang males ngedit banyak, jadi aku selalu mengejar apa yang kuinginkan sejak dari foto aslinya.

Lihat aja foto di atas, pertokoan dan gedung-gedung kecil di sepanjang jalan Otista tampak sangat beragam kan? Indah sih, tapi bukan itu yang kucari hari ini.
Aku mesti mencari ke daerah yang belum pernah kukunjungi di Bandung nih, tapi kapan ya?



See? Writer’s block itu adalah sebuah mitos, mungkin dia lebih seperti sebuah pintu yang membukanya perlu sedikit dorongan, paksaan, dan sedikit motivasi seperti dari satu cangkir kopi hitam atau musik instrumen yang sedang kudengarkan ini.

What about you? pernah mengalami writer’s block? apa yang kamu lakukan ketika berhadapan dengannya? melawan hingga menang atau menyerah dan menunggu inspirasi itu datang dengan sendirinya?

8 thoughts on “Writer’s block is a myth”

  1. Lha saya salah komen sepertinya πŸ˜‚ Yang soal foto minimalis itu mau komen di post yang ini hahaahaha, maafkaaan πŸ˜†

    Eniho, writer’s block itu cara paling ampuh melawannya adalah dengan menulis random (buat saya) πŸ˜‚ Jadi ketika saya merasa nggak ada ide, biasanya saya langsung tracking activity beberapa hari terakhir untuk jadi bahan tulisan, which helps πŸ˜†

    Saya semakin salut sama Ady yang terus menjaga komitmen Ady. It’s hard, rite? Tapi kita akan merasa senang karena kita bisa komitmen menjalankan apa yang kita rencanakan terlepas hasilnya bagus atau nggak 😁 Semoga Ady bisa terus semangat. Semakin ke sini, tulisannya semakin mantap Dy hehehe, topiknya pun semakin lebar 😍

    1. betul banget tuh tipsnya, karena memang yang paling susahhh itu pas mau banget nulis, si kata pertama, si kalimat pertama, si paragraf pertama,

      bahkan untuk tulisan ini, aku menghabiskan sejam melongo karena ga tau mau nulis apa, liat-liat foto pun ga ada yg dapet feelnya,
      eh, pas dengerin instrumen, feelnya mulai dapet tp msh bingung mau nulis apa, mentoknya… tulisin aja kenapa susah nulis, setelah itu malah jadi agak panjang ya tulisannya, haha…

      kalo soal foto minimalis, intinya nyari background yg polos aja, background kabut tentu polos, background pepohonan, inginnya pepohonannya yg punya pola seragam entah itu tinggi pohonnya atau warna daunnya sama.
      baru kusadari, yg paling kusuka itu foto yg backgroundnya ga distracting sehingga fokus foto tetap ke objek utama apapun itu.

      dan untuk topik, aku malah ga mau melebar, ingin tetap di niche fotografi aja, kalo terlalu melebar, takutnya jadi kemana-mana banget,, brandingku yg seorang tukang foto jadi terlupakan, ya ga sih?

  2. Kak Ady berhasil mematahkan istilah Writer’s block! Keren! Dari topik seperti ini aja, bisa mengalir kemana-mana tulisannya. Tidak ada lah itu writer’s block di kamus Kak Ady wkwkwk.

    Aku kalau lihat foto-foto Kak Ady tuh selalu suka. Foto yang di tulisan ini, benar sekali kesannya peaceful. Aku jadi rindu ke Bandung setiap melihat foto-foto Kakak >.<
    Anyway, aku yakin jalan pagi-pagi sebelum kota menjadi ramai adalah salah satu aktivitas yang peaceful dan menyenangkan! Apalagi kalau jalannya sambil disuguhkan pemandangan gunung seperti di Bandung, lebih menarik hahaha.
    Tuh kan, jadi kangen ke Bandung. Karena Corona, jadi nggak bisa jalan ke luar kota huhuhu.

    1. Ada si Lia, tapi diusahakan dilawan aja, hehe.. itupun bisa karena ada temen-temen kyk lia yg rajin ngekomen. komenmu menyemangatiku juga untuk melawan writer’s block, seriusan.

      Betul lia, mood foto kembali tergugah setelah aku dengerin musik instrumen piano, emang ajaib…

      Aku udah lama ga hunting pagi lagi, kangen tapi lagi susah sekarang mah 😦

      Hayu ke Bandung lagi kalo covidnya udah ga ada yaa…

      semoga pandemi ini cepat berlaluuu

  3. Writer’s block tiap hari, ngakak bacanya.

    Kita sama dong mas Ady, cara paling ampuh buat encerin otak versi aku dengerin musik intrument. Apalagi pas nulis skripsi dulu, dengerin musik intrument bikin nulisya jadi lebih ringan walaupun nggak sepenuhnya hahah, tapi otak rada rileks. It’s a magic.

    1. hehehe.. aslinya, pokoknya tiap mau nulis, ya bengong aja dulu, mungkin sekitar setengah jam, bisa lebih lama,
      seringkali udah nulis satu paragraf, dihapus lagi karena ga sreg.

      dan betul saja, instrumen ngebantu banget dalam balikin mood, liatin fotopun sama.

      mejik banget dah pengaruh musik ke otak kita.

  4. Hahaha..kalau saya berprinsip..Fotografer itu harus bisa menemukan keindahan dari benda apapun yang menjadi obyeknya.

    Jadi saya bukan berburu keindahan seperti yang mas Ady lakukan. Sayalah yang harus berpikir dan menemukan cara agar obyek apapun terlihat indah
    Btw, tetap semangat ya mas..baik untuk menulis dan memotret

    πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

    1. betul banget itu, tp itu levelnya diatasku bang, aku masih dibawah level itu, jadi masih ngulik untuk berburu keindahan dulu, semoga dgn bertambahnya pengalaman dan sering motret, aku bisa mencapai level yg bang Anton maksud

      tetap semangaat! Enjoy the process πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s