Masakan buatannya

Sejak SMA, aku udah merantau dari Garut ke Bandung. Dan sejak saat itu, Bandung menjadi rumahku, Garut hanya menjadi tempat mudik atau pulang sesekali, nengokin orang tua.

Aku adalah si bungsu dari empat bersaudara dan garis hidup menakdirkan bahwa pada akhirnya ternyata hanya aku yang melanjutkan hidup jauh dari orang tua karena ketiga kakakku sudah tinggal dan menetap di daerah yang sama dengan orangtuaku.

Karena aku satu-satunya yang jarang ikut kumpul keluarga, setiap aku pulang, kehadiranku jadi sedikit lebih berharga buat orang tua dan ketiga kakakku. Mereka selalu kangen padaku (HAA! pede abisss).

Makanya, setiap aku pulang, aku merasa dispesialkan. Adanya aku kesana selalu jadi alasan untuk kumpul di rumah orangtua dan ngadain makan bareng, istilah sundanya adalah ‘botram’.

Setiap aku pulang, mamahku selalu berusaha untuk menyediakan makanan kesukaanku, yang paling jelas terlihat di foto tentunya adalah pete, yang lainnya adalah ayam goreng.

Sambel?–dulu memang sempat jadi menu yang ga boleh ga ada, apalagi kalo udah ada pete, tapi sekarang, untuk alasan kesehatan, aku udah ga mengkonsumsi apapun yang pedasnya berasal dari keluarga cabe. Kalopun aku kangen pedas, cukup dengan bikin gerusan jahe dan kecap. Sedih memang, tapi mau gimana lagi 😦

Ga bisa makan ini dan makan itu buatku udah bukan masalah lagi, yang paling penting adalah kebersamaan yang setiap bulan masih bisa kurasakan bersama kedua orangtua dan ketiga kakakku ditambah beberapa keponakan yang masih kecil-kecil.

Meskipun aku udah ga bisa makan sembarangan lagi, tapi bagiku, masakan yg dibuat oleh tangan mamahku selalu terasa spesial dan ga bisa disamai oleh siapapun. Makanan yang dimasak mamah adalah salah satu yang selalu aku rindukan ketika aku berada jauh darinya. Makanya, setiap aku pulang, setelah salam-salam sama orang tua, hal berikutnya yang kucari adalah makanan.

Dan kalo dilihat dari sisi lain, alasan kami berkumpul di hari itu ternyata bukan karena aku, tapi karena makanan yang dimasak oleh mamah.

Hmm… sambal, sometimes i miss you…


Btw, kalo boleh tahu, apa masakan ibumu yang paling kamu rindukan?

“I don’t know what it is about food your mother makes for you, especially when it’s something that anyone can make – pancakes, meat loaf, tuna salad – but it carries a certain taste of memory”
-Mitch Albom

5 thoughts on “Masakan buatannya”

  1. samaaa!!
    sambel mentah plus pete, sambel terasi dengan banyak bawang merah, plus sambel tempe, pokoknya sambel ulekan mama itu is the best!

    kita juga hampir sama, kayaknya aku hidup sama keluarga yang bener barengan cuman pas SD, selanjutnya pas SMA, setelah itu aku ngekos, pergi dari rumah.
    I feel you.. gimana rasanya kangen sama masakan ibu, yang g ada duanya, yang g ada cabangnya kek outlet mcd XD

    btw, aku suka sekali sama jepretannya!
    selalu bagus dan tone nya itu loh.. uuuwww keren!!

    1. tapi sayang, sekarang aku udah ga bisa makan sambel atau apapun yg ada cabeannya, huhuhu…
      btw, ada ga sih bahan makanan yg ngasih sensasi pedas seperti cabe tapi bukan cabe? kalo wasabi, ga cocok dilidahku..

      wah, anak rantauan jg ya, trus skrng msh dlm rantauan, pit?

      kalo foto yg di post ini pake kamera film, tone-nya emang bawaan dari roll filmnya, dan ya begitulah hasil dari kamera film, ajib ajib… tapi mahaaalll…

      Terimakasih pipit!

  2. Jadi ingat istilah, tinggal jauh dari keluarga, lebih wangi harumnya 😂 Alias kalau mudik, jadi yang paling dinantikan, semua makanan tersedia di meja, hahahahaha. Apalagi Ady anak bungsu, semakin disayang sayanggg sama orang tua dan para kakak 😁

    By the way, kalau mau cari foto minimalis di Bandung mungkin carinya ke wisata alam Dy, seperti foto pohon dan foto kabut di gunung kemarin hahahaha. Saya kurang tau versi foto kesukaan Ady bagaimana, hanya tebak-tebak saja sesuai yang kelihatan 😂

    1. ah aku mah bungsu juga ga dimanja kok, buktinya dari SMA udah disuruh hidup sendiri, hehe…
      tapi memang sih, sekalinya pulang karena pada kangen, ya manis-manis semua hahahaha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s