Foto Yang Bercerita

Something pops out of my mind, kurang lebih gini bunyinya: “foto yang bagus hari gini mah banyak banget, lihat aja di Instagram, itu baru satu platform, keren-keren mampus fotografinya, jiper aku dibuatnya, bikin ga pede lagi sama hasil fotoku sendiri.

Tapi…

Most of the time, those perfect pictures is just… perfect, and that’s all. Masih sedikit banget foto yang ketika kulihat membuatku tertahan karena ada sesuatu yang lain dengan fotonya, apalagi kalo ditambah dengan caption yang menuliskan tentang kenapa dia mengambil momen itu membuat foto itu bisa jadi jauh lebih ‘dalam’, bahkan untukku yang ga ada kaitan sama sekali dengan fotografer atau ceritanya. But somehow, it’s relatable.

Dari situlah, aku menyadari bahwa di era sekarang, foto bagus udah ga cukup lagi untuk menonjol diantara yang keren lainnya, harus yang benar-benar outstanding atau benar-benar unik. Dan yang aku tahu kalo setiap manusia itu selalu unik dengan caranya sendiri seperti caranya berfikir, caranya melihat sesuatu, juga cerita hidupnya. Ga mungkin sama persis dengan orang lain.
Oleh karena itu, keunikan foto yang paling mudah dibuat adalah yang memiliki cerita, bercerita tentang pengalaman hidup kita yang digambarkan dengan satu atau beberapa foto atau mungkin yang memiliki pesan yang ingin kita sampaikan kepada siapapun yang melihatnya.
Aesthetically beautiful is really good, but that’s it. Nothing more.

Dan karena itu, aku ingin belajar lagi bagaimana membuat foto yang mempunyai cerita dan makna, setidaknya buatku sebagai pemotret.


Sebagai orang kelahiran Garut yang tinggal dan menetap di kota Bandung, dengan jarak yang tidak begitu jauh (2 jam perjalanan dengan motor), aku selalu menyempatkan untuk pulang ke Malangbong, Garut setidaknya sebulan sekali, nengokin orang tua dan kakak-kakak di sana.
Selalu, dalam perjalanan pulang ke Bandung, pasti melewati lingkar nagrek. Di satu titik di jalan lingkar nagrek ada satu lorong yang dipenuhi semacam tiang-tiang dari beton yang menyangga dan membentuk lorong tersebut.
Biasanya, ketika cuaca cerah, di pagi hari atau sore hari, cahaya matahari yang masuk ke lorong tersebut membentuk pola menarik seperti yang terlihat pada foto di atas. Ketika timingnya pas, aku selalu menyempatkan berhenti dan memotret pola cahaya tersebut.

Awalnya kufikir fotonya menarik dan unik, sampai akhirnya aku menemukan banyak foto yang serupa bahkan lebih bagus daripada punyaku. Jadi, ya… begitulah.


Bapakku hari ini adalah seorang pensiunan guru yang sedang menikmati masa istirahat. Istirahat dari kerja keras yang tak kenal lelah selama puluhan tahun untuk menafkahi seorang istri dan empat anaknya yang sekarang semuanya sudah mandiri dengan keluarganya masing-masing.

Bapakku bukan seorang yang galak, lebih sering berada dalam diam, menyembunyikan emosi. Bapak lebih suka dalam keheningan dan kesendirian, berteman buku atau terkadang excel karena gemar dalam membuat laporan keuangan, dan mungkin excel adalah satu-satunya hal yang membuatku berfikir bahwa bapak masih rindu dengan pekerjaannya yang dulu.

Lantai dua, lantai teratas dari rumah yang menjadi tempatku bernaung dari lahir hingga SMP adalah tempat favorit bapak untuk menghabiskan hari dan malam. Kursi itu dengan meja komputernya adalah tempat bapakku mengerjakan apapun yang dikerjakannya dengan program excel sejak akhir jabatan hingga hari ini di masa pensiunnya.

Ketika waktu telah siang, bapak pasti akan tidur siang di lantai yang beralaskan matras itu. Aku yang siang itu baru datang dari Bandung, hendak bersalaman dengan bapak tapi ga tega untuk membangunkan.

Setiap aku pulang, hal pertama yang kusadari adalah raut muka lelah dan keriput yang semakin terlihat. Bapakku terus menua. Waktu tidak mau berkompromi walaupun untuk si pensiunan. Oleh karena itu, aku selalu menyempatkan untuk mendokumentasikan mereka dan mengabadikan setiap jengkal mereka ke dalam sebuah foto.

Dan siang itu, aku memotret momen ini, ketika bapakku sedang tidur siang di lantai tempatnya menghabiskan waktu, siang dan malam. tidur siang yang melepas lelah.


Diatas, adalah dua foto yang mempunyai cerita berbeda dengan sisi emosional yang juga berbeda. yang pertama tentang menariknya bentuk cahaya yang memasuki sela-sela lorong di jalan lingkar nagrek.
kedua, adalah foto ketika bapakku sedang tidur siang.

Aku hanya ingin menunjukan bahwa foto kedua selalu menjadi favoritku meskipun secara estetika terlihat biasa saja. Itu karena ada sesuatu yang jelas yang ingin kutangkap dan kuabadikan dan cerita apa dibalik semua itu.

Menurutku, seperti itulah foto yang bercerita. Foto yang meskipun teramat personal bagi si pemotretnya tapi dengan harapan bisa relate dengan siapapun yang melihat foto itu, misalnya mungkin mengingatkan dengan sosok bapak kamu?

Bagiku, foto dengan ceritanya hanyalah sebagai catatan tersendiri dariku untukku sendiri sebagai pemotret. Kamu sebagai seseorang yg melihat fotoku punya hak sepenuhnya untuk mengartikan sendiri bagaimana caramu melihat fotonya. Begitulah cara bekerjanya.


Btw, setiap orang memiliki medium favoritnya untuk mengabadikan cerita dan momen dalam hidupnya. Mine is obviously photography, tapi kalo kamu? apa medium andalanmu dan kenapa? itu juga kalo aku boleh tahu sih.

PS: hari ini aku tetap posting ya meskipun di up-nya jam 23.40an malam, hehe.. so, i’m not skipping the day

8 thoughts on “Foto Yang Bercerita”

  1. Wah di Bali sudah jam 1 tuuuh saat Ady update hahahaha 😜

    By the way, saya sama seperti Ady, medium terfavorit saya tentu saja fotografi dan tulis menulis. Sudah paling oke deh dua itu, nggak mau pindah ke lain hati πŸ˜‚ Mungkin itu pula alasan saya lebih suka share foto yang punya cerita atau kenangan tersendiri untuk saya meski nggak ada muka saya di sana, karena niatan saya dari awal memang untuk berbagi cerita melalui foto yang berhasil saya tangkap diselingi sedikit banyak tulisan πŸ˜†

    Semoga bapaknya Ady selalu diberkahi rizki sehat yah, panjang umur, dan bahagia. Dari dua foto di atas, yang saya suka justru yang ke dua. Menurut saya fotonya punya makna 😍

    1. berarti untuk daerah tengah dan timur indonesia, aku ga post blog hari kemarin dong ya… duh. hehehe

      btw kak, karena sama sepertiku yg sepertinya jarang masuk dalam foto, ga pernah nyesel gitu ga masuk frame foto ketika di satu tempat karena saking sukanya fotoin hal lain diluar kak eno sendiri?
      atau, foto sendiri yg difotoin si kesayangan mah ada cuma ga dipublish aja?ya?

      soalnya aku pernah karena saking sukanya fotoin hal lain (karena kebiasaan jg sih) pas nyampe rumah, kok aku ga ada fotonya pas disitu ya… kadang sedih jg ya jadi tukang foto haha…

      Aamiin, terimakasih banyak doanya kak πŸ™‚

      semoga kak Eno, walaupun pandemi ini berakhir dan kita kembalin ke normalnya kita sebelum pandemi, kak Eno selalu bisa nyempetin untuk update blog, ga usah blogwalking, update blog aja πŸ˜€

  2. Favoritku juga foto yang ke-2, yang seketika langsung mengingatkanku dengan papaku juga. Kalau membahas orangtua, hati rasanya selalu sedih melihat mereka menua. Seandainya bisa mereka terus berada di sisi kita 😭

    Anyway, Kak Ady benar-benar menepati janji ya, tidak pernah absen menulis 🀭. Walaupun aku suka absen berkomentar, tapi aku selalu baca tulisan-tulisan Kakak karena aku suka pembawaan Kakak 😁. Semangat semangat!!

    1. Iya, ini lagi belajar berkomitmen, walaupun cape dan seringkali blank, tapi paksain aja, belajar bikin aja dl, blm ke level harus bagus πŸ™‚

      pembawaan aku seperti apa? jadi penasaran.hehe

  3. Saya saya saya..#ngacung…

    Saya punya dua medium untuk mengekspresikan diri dan merekam momen kehidupan., satu menulis dan satu lagi kamera..

    Saya penggemar fotografi juga Ady dan saya bingung nyari blognya ady tuh yang mana.. karena di blogspot ada juga. Ternyata ada disini toh.. hahaha..

    Yawda.. salam perkenalan dulu dari sesama penggemar fotografi yah…

    Komentar seriusnya lain kali yah.. saya mau kelayapan dulu di blognya Ady.. hahaha tetap semangat jepret dan menulis yah.

    1. halooo antooon!
      pasti orang bogor yaa…hehehe

      huahaha, iya betul ada jg yg blogspot dan gak kuhapus juga, itu platform pertamaku ngeblog, tapi ternyata kesininya lebih enak pake WP, jadi yg blogspot mah anggap aja udah ga dipake lagi…

      asik euy nemu yg satu niche,
      kelayapan ampe malem juga gpp, tp jgn terlalu serius ya, jarang ada yg bagus tulisan sama foto-fotonya

      1. Upss.. jangan rendah diri dong mas Ady.. Jelek atau bagus itu kan penilaian subyektif seseorang. Yang harus mas bikin senang saat memotret itu ya diri sendiri dulu. Kalau yang memotretnya saja tidak merasa bahagia dan bangga dengan hasil karyanya, nanti malah menjadi hambatan.

        Hargai hasil karya diri sendiri dulu…

        Mas nanya blog foto saya mana… heem.. karena saya punya beberapa blog, nih satu lagi blog yang isinya lumayan banyak fotonya. Isinya macem-macem, tapi kalau mau lihat yang khusus fotografi, cek di bagian footer kan ada link ke kumpulan blog yang saya punya. Cari disitu saja mas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s