Fokus pada diri sendiri

Foto yang kiri adalah satu pohon yang tumbuh sendiri di gunung kecil di lembang bernama gunung putri. Dan yang kanan adalah pohon yang ada di daerah Dago, tepatnya di area komplek perumahan yang sebagian besar masih berupa tanah kosong, dari dulu sendiri, sampai hari ini masih sendiri.

Bahkan kepada alampun, aku selalu tertarik kepada sesuatu yang punya makna kesendirian seperti dua foto di atas. Pohon, betapapun terlihat sendiri tumbuh tinggi, tapi dimataku, pohon tak pernah terlihat sedih karena sendiri. Dia seperti menikmatinya atau mungkin karena mereka yang fokus pada diri mereka sendiri untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang, berbuah atau berbunga.


Btw, out of topic: mengejar kuantitas untuk menulis blog setiap hari tentu mengorbankan beberapa hal seperti kualitas tulisan yang pastinya selalu terasa dipaksakan ada seperti blog post ini. hehe..
But at the end of the day, tujuanku nulis setiap hari adalah untuk memberi paksaan dan membiasakan diri untuk menangkap ide abstrak yang ada di kepala dan menuangkannya kedalam bentuk tulisan dan belajar membuat storytelling untuk foto-fotoku.
Jadi, maaf ya untuk sementara ini akan menulis spontan tanpa proses editing yang detail.


So far, yang mesti kuperbaiki adalah workflow dalam motret. Sepertinya aku harus tahu dulu ingin membuat foto seperti apa, baru menentukan lokasi dan waktu motretnya. Ibarat berburu, aku harus tahu dulu apa yang kucari / kuburu, bukan sebaliknya.
*tulisan ini rada-rada terinspirasi dari tulisannya Creameno yg “our own path”, ya ga sih?hehe… thank you kak Eno!

8 thoughts on “Fokus pada diri sendiri”

  1. Fotonya mirip suasana Jepang, kalau nggak diinfo itu di Lembang, saya mungkin bisa mengira Ady ambil foto itu di Jepang πŸ˜‚ Mood fotonya itu lhooo gloomy bangets ~

    By the way, saya jadi ingat quotenya Orson Scott, Dy. Dia bilang, “Everybody walks past a thousand story ideas every day. The good writers are the ones who see five or six of them. Most people don’t see any.” — jadi setiap dari kita tuh punya banyak cerita yang bisa dibagikan, dan kita cukup lihat satu diantaranya. Nggak perlu sampai lima bahkan πŸ˜‚ hehehe. So I think, apa yang Ady bagikan sekarang adalah apa yang Ady lihat. Persoalan kualitas nggak jadi soal, lambat laun kualitas kita akan meningkat seiring waktu berjalan πŸ˜„

    Katanya kalau mau jadi profesional perlu melewati 10.000 jam dulu, Dy. Hahahaha. Still long way to go for us. So, semangat! 😍

    1. Wah, terimakasih untuk quotes-nya kak, aku tuh paling suka sama quotes karena dengan beberapa kata saja bisa menggerakan, menginspirasi, menyadarkan, atau apapun itu yg valuenya positif.

      menulis sesuatu mungkin sedikit lebih mudah, yg sulit adalah membuat tulisan yg mudah dipahami intinya. hehe.. tulisanku itu lho, biasanya berbelit dan dengan sehari satu post, sempit waktunya untuk review dan editing tulisan.
      Tapi, sejauh ini, lambat laun mulai dapet ritmenya.
      Tujuan pokoknya sebetulnya hanya ingin melatih diri membuat tulisan / cerita yg bisa membuat foto-fotoku jadi lebih bermakna bahkan relatable, karena aku ingin menjadi visual storyteller yg bagus di fotografi dengan tulisan yg baik.

      Nah, kalo quotes fotografi mah udah lewatin 1000 foto, baru bisa berharap dapetin foto yg bagus. itupun masih jauh. but i’ll enjoy it along the way.

      Semangat juga!
      ps: terimakasih ya untuk giveawaynya, it means a lot πŸ™‚

  2. Semangat Kak Ady! πŸ˜€
    Dengan berusaha menulis setiap hari, Kakak udah mulai dapat flownya, kan? 😁
    Bahkan udah mulai lebih mengenali diri sendiri dengan workflow motret seperti apa yang diingkan. Ada kemajuan melalui hal ini ya.
    Benar kata Kak Eno, konon katanya butuh 10.000 jam terbang untuk menjadi profesional di bidangnya. So, perjuangan mungkin masih panjang, tapi jangan menyerah Kak! πŸ˜€

  3. Suka sekali dengan tone-nya. Foto ini terlihat minimalis, namun menunjukkan kesan kesendirian dengan kuat. Teruslah menulis Kak Ady! (kali ini sepertinya saya yang harus panggil ‘Kak’) hehehe

    Saya akan menjadi salah satu orang menantikan cerita-cerita Kak Ady lewat foto. Cheers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s