a slow living in the city

Sudah beberapa bulan semenjak pindah kerja, dari pertama pergi-pulang kerja berkendara motor dengan jalur yang sama, baru rabu kemarin menyempatkan untuk menepikan motor dan berhenti sejenak. Entah kenapa selama ini tidak tergerak untuk barang sebentar menepi dan menikmati, mengabadikan.

Di setiap sore yang cerah, dimana matahari tuntas menyinari hingga tenggelamnya tanpa awan menghalangi, cahaya jingganya selalu memantul pada permukaan kolam itu. Pada momen seperti itu, pantulan sinar jingganya seolah selalu menyapa mata kananku meminta untuk menengok dan melihat, kemudian menepi dan menikmati pemandangan untuk sejenak.
Entah kenapa selama ini belum tergerak untuk menepi? mungkin karena hati dan pikiran sudah di rumah, ingin segera makan nasi goreng petai buatan istri.

Tapi kemudian, setelah beberapa minggu ini hujan terus turun dari siang hingga sorenya, bahkan aku sering pulang telat karena menunggu redanya (tetap ga beli jas hujan), pemandangan langit abu tua menjadi hal yang familiar dan sore jingga itu menjadi jarang dan mahal.

Hingga akhirnya, rabu kemarin, langit sore tak seperti biasanya, awan putih masih mendominasi langit, tapi di ujung barat sana ada celah-celah biru, dan disitulah si sinar jingga menyapaku kembali. Kali ini aku tergerak, aku harus menepi, ini terlalu berharga untuk kulewatkan, mungkin besok takkan kudapatkan lagi. Ini sudah mau November.

Akupun menepi.

Untuk beberapa saat, kunikmati dulu untuk diriku sendiri, merasakan suasana di sekitar, walaupun aku tidak masuk ke area kolam ikan karena kuatir motor yg kuparkir di sembarang tempat, tapi aku tetap bisa melihat-lihat dan menikmati.

Ada seorang bapak yang sedang mendokumentasikan kolam dengan kamera smartphone-nya,
ada anak-anak yang sedang bermain di sebelah kanan pandangan mataku, di satu tempat lapang berumput, berlarian saling berkejaran, bertiga, satu perempuan, dua laki-laki, kuharap ga akan terjadi cinta segitiga di masa depan, ya.
Dan tentunya ada beberapa orang yg duduk menyebar di beberapa titik tepat di bibir kolam, dengan ‘hotspot’ nya dalam duduk, mencoba peruntungan, memancing ikan.

Menyenangkan bisa melihat kehidupan seperti ini di tengah kota yang biasanya bergerak cepat. Masih ada bentuk kegiatan slow living yg lestari di sekitaran. Iyah, memancing adalah bentuk kegiatan yang kuanggap paling slow.

Kalo difikir, dulu aku berangkat dari keluarga yang ‘slow living’ di pedesaan… atau mungkin memang dulu eranya masih belum secepat hari ini kali ya? ya pokoknya mungkin karena dulunya begitu, pada titik sekarang, aku mulai mendamba untuk bisa hidup seperti itu lagi.
Bertani, bercocok tanam, berternak ikan dan menikmati semua itu untuk sendiri. Btw, am i getting old for having those thoughts? hahaha…

Btw, i’m suck at making title… setelah melihat foto-foto diatas, kira-kira judul yang lebih pasnya apa ya?
Ditunggu masukannya!

*maaf telat update, biasa jam 4 sore, eh ini baru up, duh duh duh…

8 thoughts on “a slow living in the city”

  1. Judulnya oke oke saja menurut saya Dy, hahahaha *maklum, saya pun buat judul suka asal* ๐Ÿ˜‚ By the way, as usual, tone warnanya baguuus, dan terpaling suka lihat foto anak-anak di pendopo (eh atau apa ya itu namanya?) hahahahaha ๐Ÿ˜†

    Bicara mengenai slow living in the city, bukan hanya Ady yang menginginkannya. Saya pun juga. Dulu punya cita-cita hidup di country side, Dy. Dekat sama alam, mau camping gampang, mau bercocok tanam gampang, hahahaha. Namun realitanya nggak semudah itu ternyata. Karena apabila hidup terlalu jauh dari fasilitas jadi nggak nyaman, di country side agak susah semisal mau ke hospital etc.

    That’s the time saya memutuskan untuk hidup di island. Tengah-tengah jadinya. Nggak terlalu kota, tapi nggak terlalu country side pula hehehe. Mau ke alam gampang, namun mall dan fasilitas pun lengkap ๐Ÿ˜‚ And no worries, you aren’t getting old for having that kind of thought hahahahaha ๐Ÿ˜†

    Ady hobi memancing?

    1. ya semoga judulnya masih ga jauh-jauh amat dari inti tulisannya ya, hehe… dan itu kalo di kita mah mungkin namanya saung kak.

      Kalo di jawa barat hari ini, yang dulunya desa, sekarang sudah masuk internet dan fasilitas-fasilitas dasar, yang dulunya slow living, kemajuan teknologi merubah semuanya termasuk cara hidup, kak.. jadi mungkin yg kakak dapatkan di Bali (tengah-tengah) bisa didapatkan jg disini. tapi… aku.. ingin jadi tetangganya kak Eno, hahaha

      wah…tenang rasanya kalo ternyata punya fikiran seperti ini bukan tanda-tanda pikiran yg menua,haha…

      Memancing? aku memang suka menyendiri tapi sambil melakukan sesuatu, kalo memancing… terlalu ngebosenin buatku, tp kalo mancing di laut sih blm tau sensasinya seperti apa.. sejauh ini, hobinya lebih ke makan hasil pancingan orang aja, hehe

  2. Foto kedua dan ketiga yang ada Bapak2nya, makin dilihat beneran rasanya lagi ikutan duduk2 di pinggir kolam sore2, terlalu adem. Tone-nya juga terlalu cocok sama suasana fotonya. Keren!

  3. Judulnya udah tepat menurutku ๐Ÿ˜€

    Anyway, apakah aku juga termasuk terlalu tua? Karena aku mendambakan juga bisa hidup slow living di desa, yang sepertinya hidup di sana memiliki tingkat stress yang rendah karena makanpun mudah, hanya saja mungkin duitnya nggak banyak ๐Ÿ˜‚
    Tapi sepertinya asik untuk dicoba sekitar 2-4 minggu hidup di desa. Karena aku besar di kota, jadi bayangan hidup di desa selalu menarik perhatian.

    1. engga kok,, kata kak Eno juga engga menunjukan level tua kok…hehe
      iyah, cobain sebulan aja, kalo nyaman, terusin…

      aku jg ingin, tapi kapan ya kira-kira? kyknya harus nyari uang dl yg cukup ampe bisa pensiun dini… haha

  4. No problem kok dengan judulnya.. hahaha..

    Terus terang saya menikmati suasana disana..

    Tetap semangat jepret ya mas Ady.. nanti kalau maen ke Bogor kita nyetrit bareng yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s