Lack of story

Satu-satunya yang kusesali ketika melihat stok foto-foto lamaku adalah kenapa tidak ada satupun yang memiliki cerita kuat yang memudahkanku mengingat alasan kenapa aku memotretnya.

Seharian aku melototin layar dan foto ini, mencoba mengingat-ingat atau mencoba mengarang satu tulisan yg mampu memercikan pesona, namun aku tidak menemukan apapun. Foto ini bagus, dan hanya itu saja.

Hal ini menyadarkanku akan satu hal di masa sekarang dan untuk kedepannya, my photography is lack of story, lack of purpose. and i need to make it right.


Kalo foto ini ada dan tanpa tulisan, kira-kira apa yang bisa kamu ambil dari foto ini?

14 thoughts on “Lack of story”

  1. Ya nggak apa-apa Dy kalau nggak ada ceritanya, mungkin dijepret karena memang terlihat bagus di mata, kan Ady sendiri bilang kalau Ady foto something itu based on apa yang Ady lihat 😁

    Dan memang benar kok, hasilnya baguuuuus tanpa harus diceritakan apa maknanya 😍

    1. Iya kak, tapi.. gimana ya? ibarat suatu lapisan, kalo foto bagus itu tipis banget, satu layer, tapi kalo ada ceritanya, ada layer lain yg bisa bikin foto jadi lebih ‘tebal’ / dalam.
      ya mungkin ini buatku sendiri biar kedepannya lebih baik lagi, bukan hanya secara estetika saja. kadang pengen menyentuh orang-orang yg melihat fotoku layaknya orang baca puisi yg relate sama perasaan mereka.
      hahaha… berlebihan ga sih?

      1. Nggak berlebihan Dy, itu artinya Ady punya purpose lebih baik hihi. Kalau dulu belum tau purposenya apa yang penting cantik, nah ke depannya jadi tau deeeh 😍

        Teruuus yang di sini jadi nggak sabar mau lihat hasil jepretan Ady versi berceritanya πŸ˜†βœŒοΈ

        Semangat hunting, Dy! πŸ˜„

      1. iyap, menjawab pertanyaanmu di paragraf terakhir sepertinya cuma kata itu yang muncul waktu liat fotonya.

        Bukan kesendirian, menurutku lebih ke jeda/spasi.

      1. oooh, hahaha…
        mau nulis blog tp blm foto-foto lagi,jadinya lirik-lirik stok foto lama, dan menyadari satu dua hal ketika lihat-lihat foto lama dgn mindset saya hari yg tentu sudah berubah.
        it’s good, masa lalu dilihat-lihat biar kedepannya ga muter balik lg ke masa lalu.

  2. Pertanyaanku sih, apa cerita selalu penting? πŸ€”

    Terkadang manusia terlalu sering memberikan beban tambahan kepada dirinya hanya untuk mendapatkan pemuasan egonya.

    😁😁😁

    Just my thought.

    1. tentu saja tidak bang

      penting engganya itu mirip seperti selera, bukan untuk didebatkan, punya koridornya sendiri-sendiri, seperti penyuka street photography dengan wildlife photography πŸ™‚

      foto bagus tanpa cerita juga mantep,, tapi ada cerita jg, nah kalo bagi saya pribadi sekarang, aku sedang ingin seperti itu πŸ™‚

      hahaha, i just want to be better than me yesterday, selama ini kebanyakan motret karena ingin motret aja, sesimpel itu, dan aku menikmatinya, tapi akupun ingin mengeksplor hal lain yg berbeda… beban dan pemuasan ego? tentu aja, skrng berasa beban tp sekaligus tertantang karena hal baru, yg selama ini ga pernah kufikirkan penting.

      aku mohon kritiknya selalu selama saya mengeksplor dan mencoba sesuatu yg baru buat saya ini, dan dengan dukungan sesama penyuka fotografi, semoga kalopun terlihat membebani,semoga malah jadi menyenangkan πŸ™‚

      thank you for your thought, bang Anton… i appreciate it sooo much πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s