Dunia sesungguhnya

Foto-foto pada blog post ini kuambil jam 8an pagi di pasar kembar, biasanya kalo lagi ada waktu, aku nemenin istri ke pasar belanja pagi, dan pagi itu, aku mutusin untuk nunggu di seberang pasar dan melihat-lihat.

Sejak aku memiliki hobi fotografi ini, makin aku memahami, makin aku aware dengan hal-hal di sekelilingku yang sebelumnya kuanggap biasa seperti cahaya, bayangan, cara orang berjalan, ekspresi manusia dalam berinteraksi sosial, tawa, lamunan yang menunduk, tatapan kosong,bahkan angin yang melambai menerpa dedaunanpun kuperhatikan dan kudengarkan desirannya.

Memperhatikan sekeliling dengan semua indra yang kita miliki itu seringkali menenangkan. Ada hal-hal kecil yang ternyata membuat kita senang dan bersyukur. Dan, tahukah kamu apa yang merebut semua itu dari kita? teknologi pintar sebesar genggaman tangan bernama smartphone.

Aku termasuk orang yang ikut tenggelam dalam fenomena smartphone ini, ga bisa kalo ga ngecek smartphone setiap 5 menit, apalagi jika ada notifikasi yg berbunyi. Tapi kegiatan hunting foto selalu sanggup membuatku kabur dari genggaman smartphone ini, memasuki dunia yang sesungguhnya, dunia di sekitar kita dan bukan dunia seluas layar 5 inci.

Aku percaya kalo kamu sama denganku, terikat dengan layar dalam genggaman kita. Tapi ketika aku memiliki fotografi untuk sejenak ‘meloloskan diri’ dari teknologi ini, kuharap kamu juga memiliki sesuatu yang mampu mengalihkanmu dari smartphone-mu dan melihat dunia di sekeliling dengan mata kepala sendiri, menghirup dan menyentuh.

Jadi, kira-kira apa nih kegiatan yg bisa membuat kamu untuk sejenak menjauh dari smartphone dan bisa membuatmu merayakan kehidupan? jangan bilang kalo pas lagi urusan di toilet aja, hehehehe…

6 thoughts on “Dunia sesungguhnya”

  1. Saya jarang pegang smartphone, lebih sering pegang laptop, Dy πŸ˜‚

    Mungkin karena saya nggak main sosmed kecuali blog, dan jarang ada yang chat saya (komunikasi mostly by call apabila ada kepentingan), jadi saya nggak punya banyak alasan untuk pegang smartphone. Paling saat trip, saya pakai smartphone untuk capture moments, terus biasanya setelah itu saya simpan di tas πŸ˜†

    Saya paling suka menikmati momen, saat ke cafe, prefer duduk, dengar musik, atau lihat pemandangan di luar jendela. Saat jalan-jalan pun paling sesekali captures setelah itu simpan. That’s why foto saya kebanyakan blur, dan saya bukan tipe yang suka ambil foto di posisi sama berulang-ulang πŸ˜… — mungkin karena nggak enak ke pasangan yang menunggu saya jeprat jepret (sedikit-sedikit berhenti), jadi saya lebih sering jepret sambil jalan πŸ™ˆ

    Nah cuma berbeda dengan smartphone, saya termasuk sering pegang laptop, karena kerja saya di laptop semua especially saat WFH. Sehari bisa 14-16 jam di depan laptop. Kalau sudah begitu, paling sesekali saya selingi lihat tanaman, atau lihat ikan cupang (saya pelihara), bisa pula sekedar duduk-duduk sambil minum yang segar dan dengar lagu kesukaan πŸ˜‚ — yes, bisa dibilang saya berusaha keras untuk menikmati hidup, salah satunya dengan nggak begitu attach pada teknologi.

    Thank you sudah bawa topik ini Ady, and as usual, tulisan yang bagus, ringan dan bermakna 😍 ditunggu post-post berikutnya hahaha.

    1. really? no social media at all?how old are you actually????

      Beneran deh kak Eno ini unik banget kalo di jaman sekarang mah, suka!

      Kalo aku termasuk orang yg seperti kebanyakan, semua sosmed punya akunnya tp cuma update di beberapa aja, hehe…
      tapi kalo aku hunting atau lagi maen outdoor, hape jarang dilihat, tapi mata jelalatan liat apapun yg kira-kira bagus buat difoto, satu-satunya distraksi buatku cuma kamera…. hehehe

      Kerja di laptop 14-16jam?hmmm… kak Eno kerjanya apa?pgn tau jadinya.

      Terimakasih udah mau baca-baca blog ini, kak.. syukurlah kalo tulisanku ini ada maknanya,

      *kebakar lagi semangat, nulis lagi deh…..heummm

  2. Bahkan beberapa orang termasuk aku, kadang suka membawa hp ke toilet tapi akibat dari hal itu, malah jadi lama di toiletnya 🀣.

    Kalau aku pribadi, hal yang bisa menjauhkanku dari smartphone tentunya dengan membaca buku fisik hahaha. Juga kalau lagi jalan-jalan, ketemu teman, nongkrong di cafe, hal-hal spesial lainnya, aku akan simpan hp aku di dalam tas, bahkan bisa seharian lupa sama hp kalau lagi dalam masa-masa seperti itu πŸ™ˆ. Aku bukan tipe yang senang update sana-sini, bahkan saat dulu masih main IG (sekarang aku udah nggak punya akun IG), aku paling update 1x kalau lagi kumpul, abis itu hp akan aku masukkan ke dalam tas. Kalau mau foto-foto, biasa pakai hp teman aja. Pokoknya sebisa mungkin mengurangi interaksi dengan hp kalau lagi kumpul sama teman karena aku ingin menikmati momen yang ada πŸ™ˆ

    Dan setuju dengan Kak Eno, aku juga suka dengan tulisan Kak Ady sebab ringan tapi penuh makna, plus dimanjakan dengan foto-foto yang cantik 😍 vibenya itu aku suka sekaliii. Keep it up, Kak Ady!

    1. Kamu juga ga punya akun IG??? hari gini? what’s right with you guys?
      hehehe… kidding.
      unik aja gitu kedapetan ada orang-orang hari gini tapi bisa less interaction with social media.

      aku nulis itu maksudnya bukan berarti ga bolehh bersosial media, tapi jangan intens setiap waktu, harus punya waktu-waktu yg menjauhkan diri darinya, istilahnya detoks mungkin ya, biar ga lupa dengan dunia nyata yg lebih penting.

      Again, thank you so much for your kind words…. setiap kamu atau siapapun yg komen ke blog ini, jadi semangat luangin waktu sejam untuk berkreasi nulis apapun yg bisa kutulis, terkadang bingungin sih tp itung-itung latihan dan biasain diri hehe…

      semoga makin sini tulisannya makin enak dibaca ya, bukan malah makin ga jelas. hehe

      Thank you Lia!
      kapan update tulisan teranyar di blognya?he…

  3. Aku sampe bener2 mikirin , kapan aku bisa bener2 lepas dr hp yaaa.. setidaknya LBH dr 3 jam deh. Kecuali pas tidur.

    Mungkin ya pada saat baca buku fisik. Krn aku suka membaca, dan stiap HR aku ada schedule membaca buku yg mostly fisik, kurleb 3 jam sehari. Cm di saat itu aku bisa lepas. Tp jujurnya ga sepenuhnya lepas juga, Krn aku ada bisnis yg hrs aku monitor melalui hp mas :p. Jd susah kalo ditanya kapan bener lepasnya :p.

    Palingan moment di saat aku sedang liburan ke Korut THN lalu yg bener2 bikin aku lepas dr hp, selama 5 HR. Krn memang g ada sinyal samasekali utk turis asing hahahahahah . Lupakan hp canggih, begitu nginjakin korut , hp secanggih apapun ga akan ada gunanya :p.

    1. ya kalo karena pekerjaan mah mau gimana lagi ya, tapi sebaiknya jangan bekerja terus, istirahatnya dipakai untuk rehat sejenak dari smartphone, nikmati pemandangan di sekitarnya, hirup udara segar, jalan kaki pagi-pagi, nikmati πŸ™‚ agar nanti pas kerja lagi, fresh lagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s