Minimalist.

Secangkir kopi hitam bergula kelapa di sebelah kananku. laptop tepat di depanku dengan tangan sudah siap mengetik, di ruang kira-kira seluas 3 x 4 Meter, sendirian. Weekend is my time with family, but Sunday is my time with myself. Dan aku selalu menikmatinya.

Btw, kamu tahu majalah bernama Kinfolk atau Cereal? kalo ga tahu, nih penampakannya.

Keduanya bukan sesuatu yang baru kutemukan. Entah kapan pertama melihatnya tapi yang kuingat kalo majalah kinfolk ini sering digunakan orang sebagai properti dalam fotonya, seperti foto estetik minimalis di meja kerja. Dan setelah kucari lebih lanjut di Pinterest, it’s so intimidating, semua foto-fotonya minimalis dan teramat rapi. Enak banget liatinnya, Begitupun dengan Cereal, kalo Cereal ini ga sengaja kutemukan karena memiliki kesamaan style dengan Kinfolk.
Dan dari situ, aku jadi terintimidasi / terinspirasi agar gaya fotografiku serapi dan seindah itu. Tapi anehnya, aku sering lupa untuk meniru dan mencoba membuatnya sendiri. Karena kalo lagi hunting atau photoshoot,, aku jarang memotret dengan perencanaan seperti misalnya membuat moodboard, tapi selalu mengandalkan spontanitas menyesuaikan dengan keadaan tempat memotret baik itu dari cahaya, background atau apapun yg sedang ada di lokasi.

Makanya, sampai saat ini, gaya fotografiku masih ga bisa didefinisikan dengan jelas, masih belum bisa dikategorikan dengan tegas. masih membingungkan antara ini dan itu. Kuberfikir, kayaknya ga bisa nih kalo begini terus, aku harus menentukan niche yang jauh lebih spesifik meskipun nantinya mungkin akan mendapat audiens yg memang lebih kecil lagi. Tapi kayaknya lebih baik begitu kan ya, i have to start over again, tapi dimulai dari satu hal, and i think this is it.

Aku akan mencoba meniru gaya fotografi Kinfolk atau Cereal sambil pelan-pelan memahami dan mengambil esensi terpenting dari apa itu minimalist dan mencoba memodifikasinya, karena kadang, minimalist itu bukan berarti harus yg minim objek dalam satu frame, kayaknya ada jg faktor komposisi, warna dan angle pengambilan.

Nah, aku baru nyoba bikin foto minimalist di kamar dengan barang seadanya. Yes, it is minimal, tapi tetep aja ga semenarik yang kuinginkan. Apa mungkin butuh sosok manusia agar terlihat lebih hidup?
Gimana menurutmu?

*Oh iya, kalo di rumahmu ada majalah Kinfolk yg tergeletak begitu aja,jarang dibuka, niat koleksi juga engga, daripada ga kepake, sini buat aku aja, hehe….

12 thoughts on “Minimalist.”

    1. Hai Pipit!
      minimalist gini emang easy to consume, mungkin Pop kalo bicara genre musik. tapi mudah disukai itu cenderung lebih cepat bosennya. tp kadang engga sih..
      nah mesti tahu idealnya biar minimalis tp ga bosenin juga

    1. Liaa…. makasih yaaa…
      iyah, ini di rumah, kebetulan ada meja nganggur dan kain canvas sisa bikin totebag, jadilah begitu, hehe…

      should i continue making photos like this, Lia?

      1. Pengin ikutan nyoba tapi dinding rumahku warnanya nggak mulus 🤣
        Sama-sama, Kak!
        Ayo lanjutkannn! Aku suka lihag foto-foto minimalis seperti ini 😀

  1. Fotonya baguuuus banget Ady, saya jadi salfok sama mug-nya. Kok lucu banget sih itu 😍

    Beli di manaaaa? Hahaha.

    Ohya, semisal Ady mau fokus dengan niche ini mungkin bisa pelan-pelan dikembangkan as cover foto setiap post misalnya. Nanti lama-lama jadi identitas, “Oh Ady yang blognya minimalis itu, yah?” 😆✌️

    1. Beli di Borma terdekat kok, dibeli karena ada gambar kameranya dan traveling.

      Harusnya sih begitu, baik di IG dan blog harusnya sama biar cepet dikenalinya, tapi untuk blog, ada beberapa foto yg blm dishare tp ga minimalis banget fotonya, masih kyk dokumentasi aja. tapi pasti akan harus mengerucut, ga akan di ntar-ntar lagi.

      Thank you kak Eno untuk masukannya

  2. Fotonya ok mas. Tapi mohon maaf ya mungkin saya lebih condong memasukkannya sbg still life, interior, atau product photography.

    Krn utk masuk genre fotografi minimalis negative space harus mendominasi. Sementara di sini obyeknya sendiri cukup besar.

    Sbg still life, interior, dan product photography nice kok…

    1. Oh iya, betuuul, still life…. maap.
      nah itulah yg kurang dariku, pemahaman dan definisi-definisi seperti itu, maksudnya ini dinamakan itu. hehehe… karena selama ini aku belajar sesuatu yg emang lagi pengin tahu, dan so far baru sebatas teknik dasar seperti triangle exposure misalnya.

      Yg gitu-gitu harus belajar lagi biar ga salah lagi.

      Terimakasih Phebie karena sudah mengkoreksi, kusenang! dapet pelajaran baru D:

  3. Ngeliat segala sesuatu yg minimalis gini, jujurnya akupun terintimidasi, apalagi ngebayangin rumah sendiri ga bisa Serapi itu hahahahahaha. Kalo soal fotography , ya sudahlaaah, so far mengagumi hasil foto2 orang lain saja :D.

    1. iya kak, rumah yg minimalis rapi itu kayaknya bisa lebih memberi kedamaian, kan kalo rapi pasti bawaannya tenang ya…

      Tapi di rumahnya pasti udahh rapi dong yaaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s