Wedding Documentary

Rama & Rindang

Setelah sebelumnya motret pre-wedding dari pasangan ini, kali ini saya juga punya kesempatan yang sama untuk mendokumentasikan momen pernikahan dari mereka. Bukan sebagai fotografer resmi pernikahan, tapi sebagai fotografer keluarga. Saya sendiripun tidak dan belum mau menerima job wedding karena rasanya acara pernikahan ini masih terlalu penting untuk dijadikan eksperimen saya dalam mencoba, saya masih belum terlalu confidence untuk mampu mendeliver keinginan client dalam foto pernikahan.
Saya paling nyaman ya seperti ini, menjadi fotografer yang diberi izin untuk memotret tapi tanpa tuntutan harus bagus karena hanya sebatas foto dokumentasi saja. Tapi untukku pribadi, saya ingin membuat photo series yang enak dilihat, story telling dan timeless, yang mana ketika mereka suatu saat nanti di masa depan membuka file photo atau membuka album foto ini, senyum dan tukar cerita yang akan mereka lakukan pasca melihat foto-foto ini.
i love documenting, that’s why i’m able to doing it without any income. i do it because i love doing it.

And here’s the family of the bride

Menurutku, keluarga adalah supporting system pertama dan utama untuk seseorang, tanpa adanya keluarga yang mendukung, hidup akan terasa lebih berat. Jadi, terima kasih untuk keluarga yang selalu bisa diandalkan dan mampu menjadi supporting system yang tentunya dibutuhkan setiap dari kita. So, if you are a family of someone else, be a part of that supporting system because you need it too. It’s a mutualism relationship.

Sekali lagi, selamat untuk pernikahannya. Ini adalah awal, satu lembaran baru untuk kalian berdua sebagai satu keluarga. Layaknya hidup, akan ada naik dan turun, suka dan duka, bersiaplah untuk segala tantangan yang akan dihadapi di masa depan sebagai satu keluarga. semoga foto dokumentasi pernikahan ini mampu menjadi semacam pengingat untuk kalian kenapa kalian bahagia pada hari pernikahan kalian ini dan kenapa kalian harus selalu bahagia seterusnya.

8 thoughts on “Wedding Documentary”

  1. Setuju, kalau job2 dokumentasi nggak dibayar di awal2 kayaknya nggak apa2 karena kita sekalian bikin portfolio, jadi simbiosis mutualisme aja sama “klien”. Tapi kalau udah beberapa occasion, gaada salahnya diduitkan 😀

    1. heiii kamuuu kemana ajah???
      hehe…tau aja nih, emang buat portfolio dl nih ngumpulin, kalo udh banyak, kan bisa pede dan ada yg bs ditunjukin kalo ada yg mau pake jasa kita.

      1. Super hectic sebulan terakhir ini hahaha. Oya foto terfavorit yang Mbaknya lagi sungkem, bagus framingnya pake bokeh dari bunga2nya!
        Btw nama mempelainya teduh bgt didengarnya, Rama dan Rindang – dari namanya aja kayak udah cocok bgt untuk berjodoh. Semoga bahagia selalu Mas dan Mbaknya!

      2. iyah, sama sama berawalan huruf R jg
        wah…tetap semangat ya walaupun hectic! anytime soon bisa baca blog post terbarumu?hehe…

      3. Sudah ngepost tadi siang huaha. Keknya sesibuk apapun harus disempetin nulis spy tetap waras, semoga bisa lebih committed besok2!

  2. Baguuuus mas hasil fotonya :). Suka deh liat yg pas pengantin datang lalu sungkem. Ini sih tinggal nambah jam terbang, trus udh bisa buka tawaran wedding photographer 😀

    1. nah itu, soal jam terbang di bidang fotografi profesional ini kok susah ya nyari kepedeannya, soalnya kalo udah nyangkut soal uang, malah jadi beban ke sayanya, padahal kan ini hobi, saya cuma pengin bikin sesuatu yg memuaskan.
      tapi pengin juga menghasilkan tp pgn tetep idealis, gimana yak?ada saran?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s