The biggest question: Why?

Simon Sinek menulis buku pertamanya berjudul “start with why“, tapi aku membaca judulnya bukan sebagai judul suatu buku, tapi malah menjadi satu pertanyaan. Satu pertanyaan untuk apapun yang selama ini saya jalani, “why i did it?why i choose to did it since the beginning?“. Pertanyaan itu tak pernah aku jawab karena kukira tidak penting, tapi ternyata pertanyaan itu selalu muncul kembali ketika aku merasa jenuh dan tidak tahu arah mana yang akan kutempuh selanjutnya, rencana apa yang harus kubuat untuk mencapai target di masa depan. Jika misal targetnya hanya agar kaya, terlalu banyak cara untuk mencapainya. And after all, it’s not about money. So i ask this question to my sister because i’m curious, but she said “you are such a deep thinker”. benarkah? bahkan untuk menulis sesuatu tentangku di halaman ‘about me’ aja susahnya minta ampun.

What do you think? jika saya menanyakan hal yang sama kepadamu, dan jika ini bukan tentang uang:

Kenapa kamu melakukan apa yang selama ini kamu lakukan?what is the one thing that you always believe in and hold on to it all these times?

2 thoughts on “The biggest question: Why?”

  1. Ok, kalo aku diksh pertanyaan itu, mungkin aku bakal jawab relate dengan hobiku traveling dan menulis.

    Kenapa aku traveling slama ini, Krn aku selalu penasaran dengan apa yg ada di setiap destinasi. Aku ga mau gitu aja percaya dengan yg ditulis media. Kdg mediapun sudah ga netral. terbukti pas aku ke Korea Utara sept tahun lalu, dan melihat dengan kepala sendiri seperti apa kehidupan mereka, aku jd tau kalo slama ini media terlalu berat ke Barat. Coba seandainya aku percaya gitu aja, mungkin msh menganggab kalo Korut semengerikan itu :D.

    Orang2 banyak nanya, “ngapain sih ke negara begitu. Kayak ga ada tempat yg lebih cantik”. Itu pasti datang dr orang2 yg pada dasarnya ga suka jalan2 :p. Tp bagi traveler sejati, semua destinasi pasti cantik. Pasti ada plus minusnya. Tergantung kita mau nikmatin nya dgn cara gimana. Aku pribadi suka DTG ke tempat2 unik, ga biasa, dan bukan mainstream :). Krn tempat2 begitu biasanya msh LBH asli dan blm dipoles utk nyenengin turis :D.

    Aku mungkin ga bakal stop traveling dan menulis.. dgn traveling aku bisa melihat dunia lgs, dan dengan menuliskannya di blog, aku bisa share ke temen2 apa yg udah aku liat di destinasi itu :).

    1. nah ini nih, berarti emang kamu tuh traveller, soalnya kalo turis, ya pasti nyari tempat yg udah dikenal bagus dan tempatnya emang disiapkan untuk wisata banget. which is ga salah juga.
      tp di sisi lainnya jg, turis yg udahh sering maen, bakal naik level jadi traveler, yg bosan dengan wisata pada umumnya, udah mulai tertarik dengan budaya lokal dan ingin mendapatkan satu pengalaman yg lebih dalam di setiap tempatnya.
      aku termasuk orang yg jarang jalan-jalan, jadi sekalinya jalan, pasti jadi turis. juga tukang foto yg pasti oleh-olehnya adalah foto. yg paling kusenangi dari kegiatan jalan-jalan jauh adalah ketika pulang, saya punya cerita baru yg siap dirangkai dalam kata dan foto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s