A story behind the dark of shadow

Dua foto under-exposure diatas berhasil membuatku rindu dengan rumah. Rumah berlantai dua berisi hanya dua manusia. Manusia lanjut usia yang ke-empat anaknya sudah berkeluarga dan juga bertempat tinggal sendiri, dan syukurlah hanya si bungsu yang berjarak 69,7KM dari tempat yang sejak awal disebut rumah ini. ketiga kakaknya berjarak paling jauh mungkin hanya sekitar 1km, artinya, ketiga kakak ini bisa saja setiap saat ke rumah dan menemani, memenuhi, meramaikan rumah yang berisi dua manusia lanjut itu.
Foto di kiri, pemandangan terbenamnya matahari melalui jendela kaca di dalam ruang kamar yang biasanya digunakan bapak setiap setelah solat lima waktu, membaca kitab suci Alquran. Itulah bapak, seseorang yang selalu terlihat menikmati kesendirian di lantai atas ini. Menasihati dengan memberi contoh teladan. Dan entah bagaimana, sekarang aku mengerti kenapa bapak menikmati kesendirian.
Foto kanan, di ruang tengah, masih di lantai atas, tepat diluar dari kamar yg kusebut pada foto sebelumnya. Foto ini membuatku merindukan mamah, seorang yg keras dalam ucapan namun lembut dalam sikap. Kebahagiaan anak-anaknya selalu diutamakan. Pada foto itu, beliau sedang solat dan bapak menonton acara TV dengan suara yang dimatikan. sebuah momen biasa yang berhasil mengingatkan bahwa tak ada momen yg tak layak diabadikan, apalagi mengenai orang-orang yang kita sayangi.

Itulah sepenggal kisah yang terekam dan tersimpan selamanya pada sebuah foto. sebuah kisah yang tetap tergugah meski seakan tersembunyi dibalik kegelapan bayangan dan under-exposure.

So, how do you do today, friends?
Don’t forget to take a picture, everyday 🙂

3 thoughts on “A story behind the dark of shadow”

  1. Ketika sudah berkeluarga dan bertempat tinggal nanti, hal yang dirindukan adalah pulang ya mba. pulang ke rumah orang tua ketika kita kecil dan berkembang :’)

    1. pertama, saya bukan mbak mbak, saya pria, berjanggut pula, tapi gpp, sering banyak yg salah sangka karena nama dan cover webnya wajah perempuan.
      dan ya, betul sekali, setelah berpisah, hal pertama yang dirindukan adalah pulan ke rumah orangtua tinggal dan tempat dimana kita lahir dan bertumbuh dewasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s