Sepuluh ribu pulsa

Di gang yang tiap paginya untukku berangkat pergi, sorenya untukku jalan pulang. lebarnya tidak cukup untuk mobil bahkan jenis pickup. sempitnya cukup untuk dua motor melaju berlawanan arah. di gang sesempit dan selebar itu aku tertegun membaca sebuah pesan chat.

Beberapa meter setelah mengunci gembok gerbang rumah, tiba-tiba notifikasi whatsapp berbunyi, bertuliskan “pap, beliin pulsa 10rb ya”

seketika itu aku agak bingung karena uang di dompet mungkin tinggal 2% dari total pendapatan. itupun untuk bahan bakar motor.
lalu akupun membalas “duh..aku ga punya uangnya”, kemudian dia membalas “yaudah atuh”

—–
Di jalan bebas hambatan dengan kecepatan yang aku tidak mesti tahu berapa karena cuma menumpang, tiba-tiba aku merasa kasihan kepada istriku. Memiliki suami yang bahkan untuk membelikan pulsa sepuluh ribu saja seberat itu.
Padahal beban hidup jauh lebih besar jika dibandingkan dengan sepuluh ribu rupiah pulsa. Apa jadinya kehidupan jika sepuluh ribu saja tidak disanggupi?

Tapi syukurlah, kehidupan tidak berjalan seperti logika itu walau satu dua hal ada benarnya.

Hanya satu yang aku ingin. Menjadi seseorang yang bukan hanya merencanakan tapi memiliki keberanian untuk mengambil resiko kehilangan demi mencoba mewujudkan ide dan rencana. yang mau mengalami kegagalan tapi memandangnya sebagai kesuksesan menambah pengalaman.

Mungkin, setelah menjadi seseorang itu, sepuluh ribu pulsa bukan lagi perkara yang memberatkan. Semoga bukan hanya sebuah tulisan fiksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s