Pangalengan

Hayu ah kita jalan-jalan.

Aku punya keinginan dalam jangka pendek ini bahwa aku harus pergi-pergi, melangkah lebih jauh ke tempat baru barengan istri.

Mumpung ada jeda 3-4 tahun untuk fokus pada kami berdua tanpa momongan dulu, ada baiknya kami gunakan sebaik-baiknya untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa, mematangkan finansial, membangun lingkungan keluarga yang lebih ‘siap’ untuk menyambut buah hati kami nantinya, dan juga tentunya ada agenda untuk jalan-jalan ketempat baru dengan harapan bisa mendapat banyak hal baru dan memberi efek positif pada personality kita. hehe..

Perjalanan ‘agak jauh’ kami yang kesekian kalinya sebenarnya, tapi semenjak menikah, mungkin ini yang pertamakali.

Pangalengan here we come!

Awalnya sangat berat untuk pergi ke Pangalengan, soalnya sabtu dini hari hingga paginya hujan tidak mereda. Padahal sejak seminggu sebelumnya, cuaca pagi hari selalu menyenangkan hati, tapi entah kenapa cuaca mendung dan hujan rintik jatuh pada hari dimana kami mau pergi-pergi pake motor 😫

Biar kalian tahu, salah satu hal yang selalu sukses membuat mood saya turun drastis adalah keharusan berkendara menggunakan sepeda motor, ngebonceng istri lalu hujan turun.

Tapi berkat Chiko sang sohib istri yang ikut pergi ke Pangalengan karena sekalian ada urusan, katanya “hajar aja deh..”. makanya dengan keterpaksaan-yang-tiba²-timbul-karena-hujan, kami pun ikut ‘hajar aja’ jadi pergi.

Sepanjang perjalanan, mood aku naik turun, menjadi senang ketika awan mulai menipis da  mentari menembakkan sinarnya ke bumi. menjadi kembali muram ketika awan kembali gelap dan rintik hujan menyapa sepasang kacamataku. Begitu terus sepanjang perjalanan. Fyuh, naik turun mood bikin cape juga.

Namun akhirnya dengan konsistensi maju terus pantang berhenti walau basah, akhirnya kami tiba di tujuan.

Pangalengan! apa kabar kabut, daun teh, dan udara dingin?!

Sejak awal, aku hanya ingin memotret dengan istri jadi modelnya,hehe…jadi ya akunya mah ga ada, hanya istri aja. Begitulah ‘man behind the lens’ 😝

Pergi-pergi ke kebun teh Kertamanah dulu sebelum lebih jauh lagi ke Malabar. Hujannya ga jelas, kadang agak lebat, tapi tiba-tiba mereda. Ditengah-tengah meredanya hujan disempetin deh motret dikit walau agak takut kamera kena basah banyak-banyak.

Beruntungnya aku, istri bak model profesional, agak basah-basahan juga mau aja disuruh pose. ” tapi ternyata memang doi pengen selfie trus di share di group whatsapp keluarga besarnya” 🙍


Dan, taraaa…. ternyata di Pangalengan juga khususnya di perkebunan teh Kertamanah ada Rusa-rusa seperti yang ada di RancaUpas-Ciwidey. Aah, senangnya bisa menyenangkan istri.

Mereka doyan banget sama yang namanya wortel, tapi ga mirip kelinci ya -,,-

Oke, jaket merah mamang penjual wortelnya ganggu sekali duakali ya. Tapi yasudahlah.

Rusa-rusa ini kononnya sedang cuti dari pekerjaan utamanya sebagai penarik gerobak sinterklas. Oke, becanda. Bye.

Nah, akhirnya Chiko nongol juga di jepretan kameraku ya,hehe.. Tapi doi agak jahat, karena wortelnya habis, masa mau ngasih kantong kreseknya sih, untung rusanya gak mau. Fyuh..

Bye rusa-rusa cakep, bagiku kamu akan selalu kuanggap sebagai rusa yang lagi liburan dari kerjaan narik gerobak om Sinterklas.

And it’s a photo session time. Kalian tahu kalo 90% orang kalo ketemu sohib lama dari SMP atau SMA maka kelakuan dewasanya terhapus dan kembali ‘segila’ waktu jaya-jayanya momen persahabatan itu (biasanya ketika masih SMA) dan itulah mereka, sura-seuri duaan teu bagi-bagi.

Chiko, itu pose apa? 😓😓😓😓😓

Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya tiap melihat foto ini, ada apa antara mereka dengan tiang, mengapa mereka seolah-olah menyukai memegang tiang itu bersama-sama??

Hai perkebunan teh, kamu memang selalu menarik untuk dipandang.

Last photo session in the middle of tea field. Bye, see you again!

Kesimpulan, Kebun teh selalu menarik dan asik untuk dikunjungi termasuk Pangalengan, tapi jika dibandingkan dengan di Ciwidey, sepertinya Ciwidey pemenangnya. Tapi entah kalo saya jadi ke Cukul dan melihat view pangalengan dari sisi yang lebih baik.

And now i need vitamin sea. please.

2 thoughts on “Pangalengan”

    1. Hahaha, i just can’t stand while my friend traveling to Kelor and around, i just sat at my bed watching tv’s. no no no…
      i want to move my as* and go anywhere that i can afford,hahaha…
      Tapi sebenernya lebih krn udh ga ada postingan Instagram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s